Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Ketika Seni Tato Kian Diminati Khayalak Umum

09 Agustus 2017, 14: 48: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nurul Halida

Nurul Halida (VIRGILIUS GHERYL NGALONG /BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, KUTA – Membicarakan seni merajah tubuh atau yang sering dikenal dengan tato, memang tidak akan pernah habisnya. Apalagi seni tato ini kian diminati khalayak umum. Baik itu pria maupun wanita, bahkan hingga pejabat atau menteri negara sekalipun, terlihat kecantol berpenampilan menarik dengan seksinya guratan-guratan tinta yang melekat pada kulit atau bagian tubuh.

Ibu Susi Pudjiastuti‎ adalah salah satu contohnya. Memiliki tato berukuran besar dan jelas terlihat di pergelangan kaki kanannya, seakan mematahkan stigma negatif masyarakat tentang seorang wanita yang mengenakan tato. Hal itu menunjukkan, gaya hidup dengan style penuh coretan tato pada tubuh bukanlah hal yang tabu di era sekarang. Menteri Susi pun tidak sendiri, ada sejumlah perempuan lain yang suka dengan tato. Dan tentu ada alasan serta cerita tersendiri di balik gambar yang dipilih.

Seperti pecinta tato yang berdomisili di Bali, Nurul Halida. Faktor lingkungan pun membawa wanita kelahiran Tuban, 2 Juni 1993 ini tertarik dengan seni merajah tubuh. “Padahal awalnya, nggak tahu kenapa saya suka tato itu dari kebencian saya melihat orang bertato yang mengotori badan dengan tato. Tapi ketika saya ketemu dengan salah satu cowok yang berprofesi sebagai tukang tato, mindset saya berbeda,” tuturnya.
Tato pertama yang dibuat sejak lulus SMA karena rasa ingin tahu. Tapi benar kata orang, kalau tato itu bisa bikin anda kecanduan. Dan tidak lama berselang gambar tato lain menyusul hingga dia memilih untuk hijrah ke Bali, dan bekerja di sebuah perusahaan brand ternama sebagai SPG. “Saya beranggapan, kalau tato itu tidak pernah merusak masa depan orang dan saya sendiri. Lagian kemampuan orang tidak bisa dilihat dari covernya. Bahkan sekarang, tato sudah menjadi trend di kalangan mana pun,” punkas gadis yang biasa disapa Nurul Tatto. 
Tato juga tak ubahnya perhiasan, menempel di tubuh untuk memberikan aksen yang mengekspresikan kepribadian. Karena itu, keputusan merajah tubuh sebenarnya bukan perkara sepele. Penasaran biasanya menjadi alasan saat kali pertama merajah tubuh. Tapi tato-tato selanjutnya biasanya dibuat dengan tujuan dan makna-makna yang lebih dalam. “Untuk sekarang ini sih, tato yang ada di tubuh saya sudah berbagai jenis tato. Dari tato colour, black gray, dan ada jenisnya dua dimensi,” imbuhnya sambil memperlihatkan beberapa jenis tato yang terlihat full di lengan tangan kirinya. Nurul memang sangat tertarik dengan seni tato. Itu bisa terbukti, di beberapa bagian tubuh yang tidak terlihat, ternyata penuh dengan gambar-gambar tato, seperti di bagian punggung. 
Bahkan dengan tato yang hampir penuh ditubuhnya itu, dia rasa masih kurang, dan berkeinginan untuk menambah beberapa tato dibagian tubuhnya. “Rencana buat nambah tato, jelas ada. Saya inginnya nambah tato di tangan sebelah kanan full sama punggung,” katanya sambil sedikit tertawa. Namun dia mengaku, rentetan tato yang dibuatnya, bukan sekedar asal-asalan. Wanita yang juga pernah tampil mengikuti kontes tato tahun 2013 silam ini mengaku, tato miliknya memiliki makna dan arti penting. Emosi atau pergolakan hati kerap dia presentasikan lewat jenis tato yang dibuatnya. Dan namanya orang pecinta seni, memang harus memperlihatkan totalitasnya. 
Dia mengaku, jiwa seorang penikmat seni memperlihatkan hidup yang tidak munafik. “Tato kalau buat saya itu, bisa dibilang kayak seni ya atau kesukaan yang saya curahkan lewat tubuh saya sendiri. Pokoknya tato itu kalau menurut saya, nggak akan menghancurkan masa depan atau menghambat cita-cita. Justru sebagian besar orang bertato itu banyak yang sukses, bukan malah jadi penghancur dirinya sendiri,” jelas Nurul yang pernah moncer di kompetisi foto genik. Walau dibilang tato itu seni, namun tak sedikit orang yang mencibir. Tapi baginya, lebih memiliih cuek dan tidak perduli dengan pandangan negatif sebagian orang terhadap wanita bertato. “Kalau aku nggak peduli orang mau bilang apa tentang aku. Karena selama ini tato yang ada di tubuh saya tidak pernah merugikan orang atau mengganggu orang lain. Mungkin kalau orang yang punya pikiran kuno atau apalah, kalau cewe pakai tato itu jelek atau gimna. Tapi kalau aku sih tato itu seni di Bali. Karena di Bali itu tempat orang berkreasi dan penuh melahirkan seniman,” tutupnya. 

Baca juga: Memprihatinkan, Warga Bebein Desak Pemerintah Bangun Jembatan Permanen

(bx/vir/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news