Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali

Pasar Seni Sukawati; Sebagian Besar Produk Handmade

17 Agustus 2017, 09: 35: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

HANDMADE: Barang-barang di Pasar Seni Sukawati, sebagian besar buatan tangan.

HANDMADE: Barang-barang di Pasar Seni Sukawati, sebagian besar buatan tangan. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SUKAWATI - Toko pusat oleh-oleh khas Bali sangat mudah ditemui. Namun, jika ingin berbelanja dengan cara yang lebih “nyeni” datanglah ke pasar tradisional. Anda akan mendapatkan sesuatu yang tidak bisa ditemui di toko.

Pasar Sukawati, sejak lama dikenal sebagai salah satu pasar seni terbesar di Bali. Ikonnya pusat oleh-oleh khas Bali. Dulu, sebelum toko pusat oleh-oleh menjamur, Pasar Sukawati sangat tersohor. Bahkan, di kalangan wisatawan, seperti menjadi sebuah keharusan berbelanja di Pasar Sukawati jika datang ke Bali.

Pasar Seni Sukawati pada masanya pernah menjadi ikon wisata belanja di Bali. Anda ingin membeli oleh-oleh jenis apapun ada di sini. Mulai dari sarung pantai, pernak pernik, lukisan hingga produk kerajinan perak. Bahkan, suvenir pernikahan juga bisa dipesan di sini.

Baca juga: Perda Provinsi Bali dan RTRW Karangasem Tak Sejalan

Untuk menuju pasar seni yang terletak di Desa Sukawati, Gianyar ini, wisatawan bisa mengaksesnya dari Kota Denpasar degan mengendarai sepeda motor ataupun kendaraan roda empat l. Selain menawarkan beragam jenis produk kerajinan, pasar seni ini juga memiliki fasilitas parkir yang luas. Sehingga wisatawan bisa cukup nyaman dengan jadwal buka pasar dari pukul 07.00 wita sampai pukul 18.00 wita.

Saat  ini meskipun toko oleh-oleh sudah banyak sekali di Denpasar dan sekitarnya, Pasar Sukawati masih tetap eksis sebagai pasar oleh-oleh di Bali. Ini dapat dilihat dari kunjungan wisatawan asing maupun lokal ke pasar ini tidak pernah sepi. Bahkan bagi beberapa kalangan wisatawan backpacker alias tidak diantar guide, berbelanja ke Pasar Sukawati adalah ritual wajib.

Jika wisatawan ingin berkunjung ke pasar seni ini, selain menyiapkan uang, wisatawan juga harus menyiapkan tenaga yang full. Pasalnya pasar ini memiliki area yang cukup luas, karena membentang dari sisi Jalan Raya Sukawati sampai ke bagian belakang yang yang terdapat satu bangunan gedung pasar yang dipenuhi dengan ratusan kios.

Ketika memasuki areal pasar, wisatawan akan segera disambut oleh puluhan pedagang yang sudah siap menjajakan dagangannya. Berupa produk kerajinan hingga baju khas Bali. Karena sebagian besar pedagang menerapkan sistem jemput bola untuk menarik pelangganya.

Nyoman Suciani, salah seorang pedagang di Pasar Sukawati,mengakui jika kunjungan wisatawan masih cukup ramai. “Bahkan banyak wisatawan yang datang adalah langganan lama kami, karena mereka lebih suka berbelanja di pasar jika dibandingkan di toko oleh-oleh,” jelas pedagang asal Desa Kutri, Gianyar ini.

Untuk jenis produk yang dijual di Pasar Seni Sukawati ini dikatakan Suci memang sama dengan pasar seni lainnya, seperti Pasar Seni Ubud atau Pasar Seni Guwang. Namun yang menjadi ciri khas dari produk yang dijual di pasar Seni Sukawati ini dikatakannya adalah hampir sebagian besar produk yang dijual di pasar seni ini adalah produk handmade, bukan produk produksi massal.

Selain itu di Pasar Sukawati ini, wisatawan juga bisa menemukan beragam jenis produk pakaian khas Bali, salah satunya adalah baju batik khas Bali. “Untuk batik Bali ini memang menjadi salah satu jenis produk yang diminati oleh wisatawan, khususnya tamu domestik,” ungkapnya.

Selain itu, di Pasar Sukawati ini dikatakan Suci juga menyediakan berbagai karya seni, patung dan lukisan. Jenis lukisan yang dijual ini adalah hasil karya para seniman lokal dengan tema yang beragam, mulai dari abstrak, hingga naturalis.

Jika wisatawan ingin membeli lukisan, Suci menyarankan wisatawan tidak membeli lukisan dengan bingkai, karena hal itu dikatakannya akan merepotkan wisatawan dalam perjalanan kembali ke daerah asalnya, apalagi yang memakai pesawat terbang. “Jika ada tamu yang beli lukisan, biasanya saya sarankan untuk tidak pakai bingkai, supaya gampang dibawa dan memudahkan proses check in di bandara,” tandasnya. 

(bx/gek/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news