Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Pantai Sanur masih Jadi Pilihan Utama Banyu Pinaruh

21 Agustus 2017, 09: 30: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

BANYU PINARUH: Sejumlah umat Hindu melakukan Banyu Pinaruh di Pantai Sanur, Minggu (20/8).

BANYU PINARUH: Sejumlah umat Hindu melakukan Banyu Pinaruh di Pantai Sanur, Minggu (20/8). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Perayaan Hari Suci Banyu Pinaruh dalam benak umat Hindu sangat identik dengan penyucian diri. Penyucian diri tersebut biasanya dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melukat. Ada yang menuju pancoran untuk melukat. Ada yang melaksanakannya dipandu oleh orang suci. Yang paling praktis hingga saat ini yakni melaksanakan pengelukatan di laut atau pantai. Hal inilah yang tampak pada perayaan Banyu Pinaruh di Pantai Sanur Minggu (20/8) kemarin. Masyrakat sangat antusias melaksanakan penyucian diri di Pantai Sanur.

Salah seoarang masyarakat asal Desa Dauh Puri Denpasar, Putu Emi Panca Mulia mengatakan, dalam setiap perayaan hari Suci Banyu Pinaruh yang mana dilaksanakan sehari setelahh perayaan Hari Suci Saraswati sebagai hari turunya ilmu pengetahuan, pihaknya tergolong sering memanfaatkan pantai sanur sebagai media penyucian diri.

Dipilihnya Pantai Sanur kata Emi tak lepas dari jarak pantai dari rumahnya yang tidak tergolong jauh. “Selain  itu, kapasitas Pantai Sanur sangat memungkinkan menampung banyak orang. Kalau tempat khusus melukat kan dibatasi kapasitasnya, sehingga harus mengantre, sedangkan di Pantai Sanur simple tidak isi ngantre,” kata Emi.

Hal senada diungkapkan salah seoarang pengunjung lainya bernama Putu Aztri Sugiantari asal Desa Sumerta. Dia menilai, lautan secara filosofis memiliki makna tersendiri terkait pembersihan diri. “Hal ini mengacu kepada pengertian laut sebagai sarana untuk prelina atau menetralisir aura negatif, untuk itulah banyak masyarakat yang memanfaatkan Pantai Sanur untuk melukat pada Hari Banyu Pinaruh,” paparnya. 

Selain itu, jarak yang relative dekat, biaya yang murah dan tempat yang luas menjadi alasan Aztri untuk memilih Pantai Sanur.

Sementara, Petugas Penjagaan Parkir Daerah Sanur, Made Nerta membenarkan kondisi ini. Khusus untuk perayaan hari suci Banyu Pinaruh, tingkat kunjungan masyaralat lokal yakni Umat Hindu meningkat dari hari biasanya. Jumlah ini terlihat dari membludaknya parkir yang tertata rapi di pinggiran Jalan Pantai Segara Ayu.

Kepadatan kunjungan masyarakat untuk merayakan Banyu Pinaruh biasanya mulai tampak sejak pukul enam pagi. Sedangkan untuk sore harinya biasanya mulai ramai sejak pukul 15.00 Wita. Kondisi ini tentu memberikan dampak positif bagi semua elemen yang bergerak dalam bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada disekitar Pantai Sanur Segara Ayu. 

(bx/gus /yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia