Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Sanur Beach Market; Tempat Belanja Oleh-Oleh di Pinggir Pantai

26 Agustus 2017, 12: 27: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

SANUR BEACH MARKET: Para pedagang di Sanur Beach Market menawarkan berbagai barang oleh-oleh untuk wisatwan.

SANUR BEACH MARKET: Para pedagang di Sanur Beach Market menawarkan berbagai barang oleh-oleh untuk wisatwan. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Selain Kuta dan Nusa Dua, sejak dulu, Sanur juga menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. Meskipun saat ini juga banyak destinasi-destinasi baru bermunculan, kawasan Sanur tetap sebagai kampung turis yang ramai wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom).

Sebagai salah satu kawasan wisata elite di Bali, Sanur tidak saja memiliki akomodasi kelas jetset saja. Namun kawasan ini juga memiliki fasilitas wisata yang murah meriah, khususnya bagi wisatawan yang senang berbelanja oleh-oleh khas Bali.

Untuk menemukan toko yang menjual beragam jenis oleh-oleh khas Bali di Sanur sangatlah mudah. Di sepanjang Jalan Danau Tamblingan sebagai pusat pariwisata di Sanur terdapat puluhan kios yang menjual beragam jenis oleh-oleh khas Bali.

Baca juga: Tari Api Warnai Hangatkan Santap Malam Para Turis Mancaneraga

Namun jika wisatawan ingin menikmati suasana pasar tradisional, Sanur memiliki beberapa pilihan. Selain Sindhu Art Market, Desa Sanur juga memiliki Sanur Beach Market yang terletak di Pantai Sanur. Sesuai dengan namanya, kawasan ini adalah pasar tradisional yang berlokasi di pinggir Pantai Sanur.

Untuk mencapai Sanur Beach Market ini, wisatawan yang sedang berwisata ke Pantai Sanur cukup menyusuri kawasan pedestrian yang di sisi barat Pantai Sanur. Sebelum ditata seperti saat ini, kawasan ini sejak dulu memang merupakan tempat berjualan produk kerajinan. Namun tempatnya tidak serapi saat ini.

Ketut Sriniti, salah seorang pedagang di Sanur Beach Market ini, mengungkapkan, dirinya sudah berjualan di kawasan ini sejak 15 tahun yang lalu. “Dulu posisinya memang tidak seperti ini, karena dulu tempat ini hanya pedestrian saja, hingga akhirnya tempat  ini ditata dan jadilah seperti ini, biasanya wisatawan menyebut tempat ini Sanur Beach Market,” jelasnya.

Karena di kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan baik itu wisatawan asing ataupun wisatawan domestic yang sedang berekreasi ke Pantai Sanur, maka produk yang dijual di kawasan ini dikatakan Sri sebagian besar adalah produk oleh-oleh khas Bali.

Mulai dari baju Bali, pernak-pernik seperti gantungan kunci, gelang, kalung dan beragam produk oleh-oleh lainnya. Selain itu, masing-masing kios di Sanur Beach market ini dikatakan Sri, pasti memiliki satu jenis produk yang sama, yakni sandal jepit dan sand beach set toy.

Kedua jenis produk ini dikatakannya memang wajib ada, mengingat kawasan ini berada di dekat pantai, sehingga jepit dan sand beach set toy diakuinya menjadi produk wajib bagi para pedagang. “Biasanya produk ini yang paling laris, setiap harinya ada saja yang membeli, entah itu sandal jepit atau Sand Beach Set Toy,” ungkapnya.

Selain produk tersebut, Sri mengatakan jika di kawasan ini juga dijual beragam jenis produk kerajinan berbahan kayu, seperti berbagai macam karakter patung. Untuk patung-patung kayu ini diakui Sri memang dijual dalam ukuran yang kecil-kecil karena lebih pada faktor kepraktisan membawanya.

Hal ini dikatakannya tidak terlepas dari trend wisata yang datang ke kawasan ini memang bukan untuk berbelanja, namun untuk berekreasi ke pantai. “Sehingga mereka sering tidak siap untuk membawa belanjaan yang bentuknya besar, karena itu kami sengaja menjual beragam jenis produk dengan ukuran yang mudah dibawa,” imbuhnya.

Untuk jam bukanya, Sanur Beach Market ini dikatakan Sri buka dari jam 10.00 pagi sampai dengan pukul 17.00. Kalaupun ada pedagang yang belum tutup pada pukul 17.00, para pedagang diakuinya tidak akan bertahan hingga malam hari, paling lambat mereka tutup pada pukul 18.00.

Karena setelah pukul 18.00 aktivitas wisatawan yang datang ke Pantai Sanur, bukan lagi untuk berkreasi, tetapi sebagian besar wisatawan datang untuk makan malam. “Sehingga pasar oleh-oleh tidak diminati ketika malam hari,” tambahnya. 

(bx/gek/aim/yes/JPR)

 TOP