Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Perangi Anti Pancasila, Pasek Suardika: Mari Ingat Sejarah Indonesia

27 Agustus 2017, 19: 34: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

TANGKAL ANTI PANCASILA: Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika (dua dari kanan) menerima piagam saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Peradah Indonesia di Medan, Sabtu (26/8).

TANGKAL ANTI PANCASILA: Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika (dua dari kanan) menerima piagam saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Peradah Indonesia di Medan, Sabtu (26/8). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, MEDAN - Semua Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berada di Indonesia berpotensi menjadi kelompokradikal. Dan juga menjadi kelompok yang baik. Hal itu disampaikan Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika saat berbicara dalam diskusi bertema Optimalisasi Peran Media dan Ormas dalam Menangkal Paham Anti Pancasila di Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam, Medan, Sabtu (26/8). Diskusi ini sendiri digelar oleh Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia bersama DPP Peradah Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

“Terhitung ada banyak jumlah Ormas di Indonesia. Semua Ormas itu dari yang nasional hingga keagamaan bisa jadi berpotensi radikal dan bisa jadi juga ke arah yang lebih baik. Untuk itu, mari kita sama-sama meningkatkan patriotisme, ideologi, dan mengingat sejarah Indonesia demi menangkal paham anti pancasila tadi,” kata Pasek Suardika yang juga mantan jurnalis tersebut.

Jika dilihat dari perspektif media, kata dia, pemahaman anti Pancasila ini dilihat dari banyaknya isu Sara dan ujaran kebencian yang ada di media sosial. Ada puluhan ribu kelompok Saracen yang memang mereka setting untuk melakukan ujaran kebencian.

“Kelompok Saracen ini membuat isu Sara untuk mengadu domba kita, melakukan ujaran kebencian, berita-berita hoax. Dia masuk ke kubu mana saja dengan konten menebar kebencian,” kata Domura Ambarita sebagai pembicara kedua.

Dia juga menekankan begitu kuatnya media sosial saat ini. Sehingga masyarakat harus lebih jeli dalam menanggapi sebuah berita. Dia juga memberikan cara untuk membedakan berita hoax antara lain mengandung provokasi, permusuhan dan ujaran kebencian.

“Jaman sekarang, kita sangat mudah mendapatkan uang dengan bermain di medsos. Inilah yang dilakukan para Saracen untuk mengadu domba kita. Jadi harapan saya, kita-kita ini lebih memahami mana berita hoax, mana yang bukan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP Peradah Indonesia Sumatera Utara, Dharma, mengatakan, dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya mengharapkan meningkatnya nilai Pancasila dan khususnya di kalangan Pemuda Hindu.

“Selanjutnya, kami akan lebih giat menggerakkan khususnya untuk umat Hindu di lingkungan pemuda dengan cara mendatangi tempat-tempat hibadah,” kata Dharma. 

(bx/yes/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia