Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Unud Gelar Semnas Terkait Kebhinnekaan dan Multikulturalisme

29 Agustus 2017, 09: 15: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

SEMINAR: Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali yang kembali menggelar Seminar Nasional soal kebhinekaan, Senin (28/8).

SEMINAR: Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali yang kembali menggelar Seminar Nasional soal kebhinekaan, Senin (28/8). (VIRGILIUS GHERYL NGALONG/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Situasi Bali di era globalisasi sekarang ini akan dihadapkan dengan tantangan yang tidak mudah. Masyarakat Bali memiliki keunggulan pariwisata dan kayaa akan budaya, sudah seharusnya menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Arus globalisasi yang kian berkembang pun kian memacu manusia Bali untuk mampu melawan derasnya hegemoni atau pengaruh kapitalis dari dalam maupun luar Bali.

Persolan itu menjadi topik pembicaraan antar akademisi Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali yang kembali menggelar Seminar Nasional (Semnas) bertajuk Memaknai Kebhinnekaan dan Merajut Persaudaraan Memperkokoh Jati Diri Bangsa, Senin kemarin (28/8) di Auditorium Wisya Sabha Mandala FIB Unud. 
Semnas yang berlangsung sejuk ini pun dirangkai bertepatan dengan HUT ke- 60 Antropologi di Indonesia, HUT Antropologi Bali ke-55 dan pembentukan Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) pengurus daerah Bali. Dalam acara Semnas tersebut dipandu moderator Prof. Dr. A.A. Ngurah Anom Kumbara, M.A., dengan menghadirkan tiga narasumber ternama yakni, pembicara tokoh Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla, Dosen Antropologi FIB Unud Dr. Ida Bagus Pujaastawa, M.A., dan Pembicara dari BPNB Bali, I Putu Putra Kusuma Yudha., S.Sos., M.Si.

Ketua Panitia Seminar nasional (Semnas) I Gusti Putu Sudiarna mengatakan, Semnas diselenggarakan mengangkat isu menarik mengenai kebhinnekaan, yang mana sempat terjadi persoalan di tingkat nasional menyangkut eksistensi persatuan dan kesatuan. Namun demikian, kebhinnekaan di tanah air masih tetap kokoh terjaga.

Masyarakat Bali, lanjutnya, diharapkan lebih peka atas beragam persoalan dan dampak yang ditimbulkan dari pengaruh globalisasi. Di sisi lain, perubahan dalam konteks multikulturalisme menjadi motivasi untuk dapat lebih mempertahankan kekhasan warisan budaya masyarakat Bali agar tidak kehilangan jati diri dan kebhinnekaan yang dimiliki.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Unud Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, MS., mengatakan bahwa, Semnas tersebut diharapkan memberi ilmu pengetahuan luas kepada mahasiswa-mahasiswi dan alumni Antropologi yang hadir. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia