Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Sportainment

DPRD Bali Ancam Bekukan Anggaran terkait Polemik Taekwondo

19 September 2017, 09: 56: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

ADUKAN NASIB: Sejumlah atlet yang datang ke DPRD Bali, Senin (18/9).

ADUKAN NASIB: Sejumlah atlet yang datang ke DPRD Bali, Senin (18/9). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Polemik di tubuh Taekwondo Indonesia (TI) Bali tak kunjung usai. Kemarin kembali pengaduan ke DPRD Bali. Hingga akhirnya pihak DPRD Bali menebar ancaman, jika tidak diselesaikan dengan cepat akan ada pembekuan anggaran dari DPRD Bali untuk KONI Bali.

Kemarin kembali datang ke DPRD Bali atas nama Sorak (Solidaritas Masyarakat Lawan Kejahatan) yang dipimpin oleh I Made Somya Putra didampingi Siti Sapurah dan lainnya. Mereka diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Bali Ketut Suwandhi, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta dan jajaran Anggota DPRD Bali lainnya.

Sorak menyampakan menyayangkan sikap Ketua Pengprov TI Bali, Agung Lan Ananda yang tak menggubris rekomendasi DPRD Bali untuk mencabut skorsing tersebut. Padahal menurut Somya, rekomendasi DPRD Bali itu merupakan representasi dari keinginan rakyat Bali. "Jelas rekomendasi itu, mencabut skorsing. Namun tidak dijalankan sampai saat ini,” tandasnya.

Sehingga tidak dikirimkan anak-anak atlet Taekwondo  Kota Denpasar dalan ajang Porprov 2017. Bahkan mereka menuding ada pembangkangan atas rekomendasi DPRD Bali. Menanggapi harapan itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta menegaskan, pembekuan anggaran menjadi opsi terakhir. Parta menegaskan, dalam waktu dekat ini akan mengundang semua pihak, termasuk yang dari pusat, untuk membahas penyelesaian masalah tersebut. “Jadi dengan kondisi ini, kami bisa mengambil langkah untuk membekukan anggaran TI yang mengalir melalui KONI,” tegasnya.

Tak hanya itu Suwandhi juga mengatakan hal yang sama. Yaitu akan mengkaji ulang terkait dengan anggaran, jika memang tidak ada langkah penyelsaian yang tuntas atas polemik ini. “Kami akan kaji ulang anggarannya,” pungkasnya.

Diketahui, kisruh ini terjadi setelah Ketua Pengprov TI Bali menjatuhkan skorsing masal terhadap sejumlah pelajar yang menjadi atlet taekwondo dengan alasan yang disebutkan para atlet tersebut tidak masuk akal. Misalnya berfoto dengan salah seorang pengurus yang sebelumnya dijatuhi skorsing. Bahkan, orang tua atlet juga disebut kena skorsing. 

(bx/art/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia