Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Pura Ratu Gede Sambangan

Tirukan Suara Rintihan Kijang, Langsung Gila Lalu Meninggal

02 Oktober 2017, 10: 44: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tirukan Suara Rintihan Kijang, Langsung Gila Lalu Meninggal

MALAM : Suasana malam hari di Pura Ratu Gede Sambangan yang berada di lereng bukit, terkesan angker. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TEJAKULA - Jika ingin “main-main” di Pura Ratu Gede Sambangan, Tejakula, Buleleng, akibatnya bisa fatal. Menurut salah seorang tokoh adat Tejakula I Made Mudana, pernah ada orang yang nakal, menirukan suara kijang dengan maksud agar warga cemas. Warga hampir terpedaya oleh ulah orang usil yang sengaja naik ke puncak bukit yang  menirukan suara kijang tersebut.

“Orang bersangkutan  akhirnya gila dan meninggal beberapa lama berselang,” ujar Mudana. Sebagai langkah antisipasi, setiap ada suara gaib itu, desa adat mengadakan paruman (pertemuan) yang sebelumnya ditandai dengan memukul kentongan. Seperti biasa, dalam pertemuan itu dibahas bagaimana langkah yang ditempuh agar tidak terjadi petaka. “Sembahyang bersama yang diistilahkan dengan maayu-ayu atau memohon keselamatan dilaksanakan,” beber Mudana. Sejak langkah itu ditempuh, bencana besar seperti tanah longsor dan bencana lainnya tidak terjadi. Kalaupun terjadi tidak sedahsyat puluhan tahun silam, dan anehnya pura yang berada di punggung bukit itu tak pernah tergerus longsor. Hanya di kiri dan kanannya kerap tergerus. Sebuah bukti bahwa keagungan Ida Sanghyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa di atas segalanya.  Dan, upaya untuk memohon keselamatan warga Bali, terus dilakukan  Jro Mangku Taman di Pura Ratu Gede Sambangan dengan cara makemit dan maayu-ayu.  Namun, diakuinya hingga kini sipta (tanda gaib) akan ada bencana, seperti suara rinttihan kijang di malam hari  belum ada.  "Semuanya misteri Ida Sanghyang  Widhi, kita sebagai umat hanya bisa memohon agar tidak terjadi bencana  besar di Bali. Kalaupun akhirnya Gunung Agung meletus, bencana yang ditimbulkan tidak besar," pungkasnya. 

Baca juga: Penanganan Kasus SK Mutasi Palsu di Badung Mulai Kendor

(bx/rin/yes/yes/JPR)

 TOP