Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Nisyananda Merajah Tubuh Sejak SMP, Abadikan Kenangan Lewat Tato

13 Oktober 2017, 15: 00: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nisyananda Merajah Tubuh Sejak SMP, Abadikan Kenangan Lewat Tato

PILIH-PILIH: Walaupun sebagai model top, tetap saja Nisyananda pilih pilih job. Dia tidak mau foto bikini. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sosok perempuan cantik yang lebih moncer dan di kenal oleh kalangan para fotografer dengan nama Nisyananda ini, adalah salah satu talent model yang kini berdomisili di Bali. Ya, dara muda yang banyak menghabiskan masa kecilnya di daerah Lumajang, Jawa Timur ini memang sudah terlahir sempurna, dengan paras cantik nan ayu.

Sosok Nisyananda ini terlihat menawan khas dengan kedua gigi takarnya tatkala melemparkan senyum dan tawa kesetiap bidikan arah kamera. Yang pasti, keistimewaan itupun menghantarkan perempuan kelahiran Surabaya, 26 Februari 2000 ini makin mantab dan mendapatkan tempat untuk merambah dunia modeling sebagai seorang freelance foto model sejak 3 tahun silam.

Namun secara visual, keunikan yang dimiliki oleh Nisyananda adalah kalau dirinya juga sangat mencintai dunia seni merajah tubuh. Bahkan di usianya yang masih sangat muda ini, 17 tahun, Nisyananda sudah mengoleksi tato yang beragam di sekujur tubuh hingga di bagian wajahnya. “Nah, kalau jumlah tatto saya ada berapa, ya ada banyak dab beragam. Yang terlihat sih satu gambar di leher, 4 gambar di wajah saya, dan yang lainnya di tangan. Eh iya satu lagi saya lupa, alis saya juga bertato. Biar praktis, nggak perlu pakai pensil alis. Permanent pula,” tuturnya sedkit tertawa saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) sore kemarin (12/10). 

Soal style, Nisyananda memang sangat totalitas dan lebih ‘berani’. Bagaimana tidak, sejak SMP dirinya sudah jatuh hati dengan seni merajah tubuh ini. “Yang membuat saya suka dengan seni tatto apa ya. Sebenarnya nggak ada sih, suka aja gitu. Ketertarikan saya awalnya suka ngeliat orang yang bertatto, terus ya udah deh, bikin tato. Kalau ditanya sejak kapan, saya lupa. Dulu banget sih, saya masih SMP kelas 1,” jelasnya.

Sebagai model, perjalanan panjang serta pengalaman sudah dirasakannya. Nisyananda juga pernah menjadi model tato sekaligus mengikuti audisi tato. Di antaranya tatto expo Bali tahun 2016 dan Sosloskinart Exhibition 3 di tahun 2017. “Dan kesibukan saya sekarang hanya Freelance modelling aja. Seandainya ada event yang memang membutuhkan model bertato, saya juga terima. Selain itu endorsement gitu juga bisa, lewat akun instagram saya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Nisyananda juga kerap tampil sebagai foto model berkonsep Pin Up Girl, seperti gadis dengan style tahun 50-an. Jadi dari make up, kostum, hingga segala macamnya, mirip gadis era 50-an. “Kalau untuk ditawarin foto bikini sih pernah, cuman saya nggak suka aja untuk foto seperti itu. Dan saya juga nggak akan pernah bisa untuk terima tawaran foto bikini. Karena emang nggak suka,” tegasnya.

Menyoal pilihan gaya hidup, Nisyananda yang hanya menamatkan sekolah SMP ini mengaku, kalau masing-masing orang punya pilihan, selagi tidak merugikan banyak orang. Rasa tanggung jawab pun menjadi fondasi pemikiran, tentang bagaimana dia bisa memilih ataupun memutuskan jalan hidupnya. Dan tentang dirinya sebagai seorang foto model, ia mengku, kalau keluarga sangat mendukungnya. “Selagi saya nggak mengarah yang negatif,” pungkasnya. 
Ia juga tidak memunggukiri, ada banyak tanggapan serta stigma buruk dari banyak orang tentang dirinya yang bisa di bilang style-nya tidak seperti biasa layaknya wanita lain.

 “Bahkan pernah waktu itu, saya jalan dengan mama saya. Karena mama saya berhijab, terus banyak orang yang tiba-tiba liat saya dengan pandangan yang tidak mengenakkan sekali. Bahkan ada yg bilang, eh liat tuh, ibu nya gitu, anak nya kayak gini," ceritanya lucu. Namun, ia tidak ingin banyak memperdulikan hal tersebut. Ya, karena Nisyananda juga punya pemahaman yang berbeda soal seni merajah tubuh ini. “Arti tato bagi saya, itu seni. Segi seni nya dibagian mana? Seperti halnya kisah hidup, kadang kita mengekspresikan itu dengan tato. Terus, hal-hal yang menurut kita pantas untuk dikenang, ya saya akan abadikannya dengan tato. Jadi bukan sekedar seni yang biasa,” tutupnya. 

(bx/vir/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia