Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Santunan Kematian Pengungsi Gunung Agung Terganjal Ahli Waris

14 Oktober 2017, 08: 15: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Santunan Kematian Pengungsi Gunung Agung Terganjal Ahli Waris

ILUSTRASI KEMATIAN (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Pengungsi Gunung Agung, Karangasem yang meninggal di pengungsian bakal mendapat santunan kematian dari Kementerian Sosial. Namun sejauh ini belum ada yang cair. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, Ni Ketut Puspa Kumari mengakui, pengajuan santunan tersebut terganjal surat keterangan dari ahli waris. Pemerintah kesulitan mencari ahli warisnya untuk diajukan ke Kementerian Sosial.

“Begitu ada meninggal, kami sudah ajukan nama-namanya ke Kementerian Sosial. Supaya tercatat dulu, sambil melengkapi persyaratan,” ujar Puspa Kumari, Jumat (13/10).

Seperti diketahui, syarat yang harus dilengkapi adalah keterangan meninggal dunia dari rumah sakit. Ada juga surat keterangan dari perbekel, termasuk juga surat keterangan dari ahli waris.

“Kalau yang meninggalnya di luar Kabupaten Karangasem, perlu surat keterangan dari Dinas Sosial setempat,” terangnya.

Mengingat masih banyak yang belum melengkapi persyaratan keterangan ahli waris, mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem ini mengimbau pengungsi keluarganya meninggal dunia supaya melengkapi persyaratan itu.

“Lebih cepat, lebih bagus. Dari 20 pengungsi meninggal dunia, baru beberapa yang melengkapi. Sebagian besar belum,” sebutnya. Lebih lanjut, Puspa Kumari menegaskan bahwa semua warga yang meninggal dunia di pengungsian diajukan mendapatkan santunan kematian. Tak sebatas pengungsi berasal dari 28 desa yang ditetapkan sebagai daerah zona rawan.

“Kalau sudah pengungsi Gunung Agung, ya, kami ajukan,” ungkap Puspa Kumari. Sekadar mengingatkan, pengungsi yang meninggal dunia di pengusian bakal mendapat santuan masing-masing Rp 15 juta dari Kementerian Sosial. Tak ada batas waktu pengajuan tersebut. “Walaupun status Gunung Agung sudah normal, tidak masalah. Yang penting meninggal saat mengungsi,” tandas Puspa Kumari.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia