Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Badung Gandeng Google untuk Promosi Wisata

16 Oktober 2017, 08: 10: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Badung Gandeng Google untuk Promosi Wisata

GOOGLE (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Guna memperluas promosi pariwisata, Pemerintah Kabupaten Badung, menjalin kerja sama dengan Perwakilan Google di Indonesia. Kerja sama tersebut dalam bentuk pembuatan aplikasi yang khusus menyampaikan informasi tempat wisata di 'Gumi Keris'.  Dengan demikian, para wisatawan yang berkunjung lebih mudah mengakses spot-spot wisata plus kuliner nantinya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra, Minggu (15/10) kemarin mengatakan, pihak dengan Google sedang merancang aplikasi semacam 'Google Map'. "Kami sudah bertemu dengan Perwakilan Google di Indonesia, untuk menindaklanjuti program ini untuk membuat aplikasi 'google map', sehingga wisatawan mengetahui lokasi-lokasi wisata yang ada di Badung dengan telepon seluler," ungkapnya.

Aplikasi tersebut dikatakan akan memudahkan wisatawan untuk mengakses infomasi lokasi wisata menarik yang ada di Badung saat melintasi jalan setempat. "Aplikasi ini juga bisa memberikan informasikan lokasi tempat penukaran valutas asing maupun kantor polisi terdekat," ungkapnya. Tak hanya itu, aplikasi tersebut diklaim bisa memberikan tambahan informasi lebih detail seputar atraksi yang ada di objek wisata itu, lokasi foto selfie yang bagus, serta wisata kuliner.

Dijelaskannya, belum lama ini pihaknya bersama tim dari Google sudah melakukan survei ke sejumlah objek wisata andalan yang ada di Badung. Survei tersebut juga dalam rangka pemasangan alat pendeteksi objek wisata, sehigga bisa terbaca aplikasi tersebut nantinya. Adapun objek wisata yang dijadika pilot projek, yakni objek Wisata Sangeh, Taman Mumbul Sangeh, Pura Uluwatu, Pantai Pandawa, Museum Yadnya di Desa Mengwi, Agrobagus, Objek Wisata Pangsan dan Air Terjun Nungnung di Kecamatan Petang.

Di samping itu, lanjut Badra, para pengelola objek wisata tersebut juga akan diberikan pelatihan dan pembinaan penggunaan aplikasi dimaksud pada Selasa (17/10). "Sebelum alat pengeoperasian aplikasi ini dipasang dimasing-masing objek wisata yang dijadikan pilot projek, kami akan melakukan pelatihan," ujarnya.

Badra berharap, aplikasi tersebut nantinya bisa mendatangkan dampak positif demi kemajuan Badung yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata. "Kami berharap aplikasi ini membawa dampat positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Badung, sehingga wisatawan juga lebih betah tinggal di Bali umumnya dan Badung khususnya," tandasnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia