Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ida Mangku Niang: Wajib Ngayah Bila Diberkati Anak Laki

16 Oktober 2017, 08: 15: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ida Mangku Niang: Wajib Ngayah Bila Diberkati Anak Laki

TOTAL : Ida Mangku Niang total ngayah untuk umat. Tak soal bila mau datang siang atau malam, pasti diladeni. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Pemangku Pura Dalem Tengaling, Guliang Kangin, Tamanbali, Bangli, Ida Mangku Niang mengaku mendapat pawisik ( petunjuk gaib) dari sasuhunan yang ada di Pura Dalam Tengaling, Bangli,  melalui pikiran, terkadang juga  lewat mimpi.  Termasuk, agar dia mau menjadi pangayah di pura tersebut.

Semuanya berawal dari keinginan Ida Niang Mangku mempunyai anak laki, setelah tiga orang anak yang dilahirkan  perempuan. Kala itu, ia mengaku mendapatkan pawisik dari mimpi, bahwa anaknya yang ke empat adalah laki-laki sesuai keinginannya. Tetapi dengan satu syarat, yaitu harus menjadi pangayah di Pura Dalem Tengaling. Rupanya, keinginannya diberkati, dan lahir seorang anak laki laki. “Jika saya tidak mengikuti pawisik tersebut, mungkin urip (hidup) anak laki-laki saya tidak lama. Walaupun lama mungkin mengalami kelainan mental,” terangnya.

Dikarenakan ia memohon diberkati  anak laki tersebut dengan sebuah janji akan melaksanakan pawisik yang diterimanya untuk menjadi pangayah di pura. “Saya tiak tahu apa-apa , dan tidak pernah mempelajari sastra. Saya yakin Ida Sasuhunan di sini yang menuntun saya, agar menjadi pengayah dan bisa membantu pamedek  yang memohon diberkati kesembuhan," ujarnya.

Ditanya terkait pantangan, dirinya mengaku tidak boleh kemana- mana  agar total ngayah. " Saya hanya diam dan beraktivitas di lingkungan pura saja," akunya. Pura Dalem Tengaling  diempon  dua banjar , yakni  Banjar Guliang dan Satria Taman Bali.  Pujawalinya jatuh pada Kuningan, yang diselenggarakan selama tiga hari. Dimulai dari penampahan Kuningan dan panyineban pada Paing Kuningan. "Kebanyakan penangkil berasal dari berbagai kabupaten di Bali," tuturnya.

Rutinitas yang dilakukan, pada pagi hari  Ida Niang Mangku mabanten terlebih dahulu di lingkungan pura. Dilanjutkan ke sebuah palinggih yang ada di Barat pura sampai ke Selatan pura. Sehingga akan tembus di pinggir setra (kuburan). Semua itu dilakukan untuk nunas panugerahan dan diberikan keselamatan selama ngayah. Sebab, ia percaya beliau yang menjaganya ketika tidur di pura selama ini. Setelah menghaturkan banten tersebut, kemudian ia kembali ke pura lagi. “Jika ada yang nunas tamba dan nunas baos agar Ida Sasuhunan di sini selalu memberikan jalan. Tentunya yang terbaik untuk kesembuhan mereka dan keselamatan saya sebagai pangayah,” terangnya.

Ditegaskannya,  setiap makhluk hidup yang menentukan hidup dan matinya adalah Ida Sanghyang Widhi Wasa. "Jika karmanya bagus, cukup sekali dua kali saja nunas tamba di sini, pasti akan sembuh. Tetapi ketika memang karmanya sudah harus  tidak tertolong,  meskipun sering nangkil pasti juga tidak dapat ditolong. "Kesembuhan dan hidup mati seseorang dari karmanya masing-masing," tutupnya.

BACA JUGA

7 Kisah Unik dan Mengerikan Seseorang sebelum Jadi Pemangku di Bali

(bx/rin/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia