Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Berburu Produk Hand Made di Love Anchor Canggu

26 Oktober 2017, 19: 05: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Berburu Produk Hand Made di Love Anchor Canggu

PASAR KAGET : Love Anchor, bukan pasar kaget biasa. Selain dibuka setiap hari, beragam jenis kebutuhan untuk wisatawan, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk penunjang gaya hidup tersedia. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, CANGGU - Desa Canggu saat ini tidak saja menjadi kawasan pemukiman bagi masyarakat lokal, namun perlahan berubah menjadi salah satu kawasan pemukiman bagi kaum ekspatriat yang menetap di Bali.

Banyak alasan kenapa kaum ekspatriat memilih tinggal di kawasan ini. Salah satunya adalah suasana pedesaan yang nyaman, sehingga membuat wisatawan asing lebih memilih Canggu  tinimbang  Kuta ataupun Nusa Dua.

Banyaknya wisatawan ataupun kaum ekspatriat yang menetap di Canggu, secara langsung membuat aktivitas di kawasan ini tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat modern. Salah satunya adalah adanya pasar kaget yang menjual beragam jenis kebutuhan untuk wisatawan, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk penunjang gaya hidup.


Salah satunya adalah Love Anchor yang berlokasi di Jalan Pantai Batu Bolong No.56, Canggu. Love Anchor ini menjadi salah satu tempat bagi wisatawan asing yang tinggal di Canggu atau sekitarnya untuk berbelanja, khususnya untuk produk hand made khas Bali.


Anjani, salah seorang pedagang produk kerajinan perak di Love Anchor, mengatakan,  Love Anchor ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata belanja yang wajib didatangi oleh wisatawan asing yang sedang berlibur ataupun memang sudah menetap di Bali. “ Karena di tempat ini terdapat beragam jenis produk,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (25/10), kemarin di Canggu.


Love Anchor , lanjut Anjani, mengambil konsep seperti pasar kaget, namun tidak sama dengan pasar kaget lainnya yang ada di Canggu yang hanya buka pada hari-hari tertentu saja. Love Anchor buka setiap hari, menjual beragam jenis produk kerajinan khas Bali. Sehingga, kawasan Love Anchor ini diakuinya sering menjadi tujuan bagi wisatawan asing untuk membeli oleh-oleh sebelum pulang ke negaranya. “Untuk produk yang dijual cukup beragam, mulai dari produk fashion hingga produk kerajinan perak dan produk beragam jenis pernak-pernik lainnya,” paparnya.


Dari seluruh jenis produk, Anjani mengaku jika hamper 90 persen produk yang dijual di Love Anchor adalah produk kerajinan jenis hand made, bukan yang dibuat secara massal. Jadi,  produk yang ada di Love Anchor ini memiliki nilai lebih, jika dibandingkan dengan produk lainnya.


Selain itu, ada juga produk fashion daur ulang yang didesain oleh desainer lokal.  Dikatakan Ali , pedagang lainnya,  produk daur ulang ini  terbuat dari beragam jenis produk pakaian bekas yang masih layak pakai. Untuk membuat produk ini menarik, biasanya produk pakaian akan didesain kembali dan diberikan beberapa material tambahan,  sehingga menjadi produk yang cantik dan menarik.


Produk daur ulang ini diakui Ali menjadi salah satu jenis produk yang banyak diburu oleh wisatawan asing yang berbelanja ke Love Anchor . Pasalnya,  karena jenis produk daur ulang ini biasanya menjadi produk yang limited.


Produk daur ulang ini , lanjut Ali,  menjadi produk yang paling laris dan diminati oleh wisatawan asing, khususnya bagi wisatawan yang sedang mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang ke negaranya. Selain produk daur ulang, produk lain yang menjadi buruan wisatawan adalah beragam jenis produk pernak-pernik, seperti gelang anyaman dari serat kayu hingga perhiasan berbahan baku kulit sapi.
Di pasar ini juga disediakan lukisan khas Bali yang dibuat oleh pengrajin lokal. “Biasanya untuk produk lukisan, selain bisa membeli produk yang sudah ada, wisatawan juga bisa memesan jenis lukisan yang dinginkan, karena pengrajinnya juga menerima pesanan,” tambahnya. Love Anchor mematok harga yang sudah disesuaikan dengan standar harga bagi wisatawan. Dari pengamatan Bali Express, harga produk di Love Anchor mulai dari Rp 65 ribu sampai dengan Rp 1 juta per item.

Mau Nongkrong, Ada Coffee Shop 


Selain dikenal sebagai pasar oleh-oleh, Love Anchor juga menjadi salah satu tempat asyik untuk sekadar nongkrong karena sekaligus  coffee shop nyaman untuk bersantai.


Alit Astika, salah seorang staf di Love Anchor mengatakan,  coffee shop tidak saja menyediakan beragam jenis menu kopi dan makanan, tetapi jadi  tempat   asyik untuk bersantai. "  Konsep tempatnya adalah garden cafe, sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai,” jelasnya.


Sebagai coffee shop, Love Ancor memiliki beragam jenis olahan kopi, mulai dari kopi hitam hingga latte. Kopi yang digunakan di Love Anchor adalah kopi lokal yang dibeli dari petani lokal yang ada di Kitamani.
Sementara itu, untuk jenis menu makanan, Love Anchor hampir sama dengan kafe lainnya yang ada di kawasan Canggu , yakni menyediakan beragam jenis menu makanan yang diminati oleh wisatawan, mulai dari smothies bowl, yogurt hingga healty pizza.


Soal harga? Harga makanan dan minuman di Love Anchor dipatok mulai dari Rp 25 ribu sampai dengan Rp 85 ribu per prosi. “Rp 85 ribu ini adalah jenis menu pizza dan  jenis menu makanan berat lainnya,” tambahnya. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia