Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Aya dan Laras Ciptakan Lagu Baru untuk Pengungsi Gunung Agung

30 Oktober 2017, 19: 23: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Aya dan Laras Ciptakan Lagu Baru untuk Pengungsi Gunung Agung

BERI SEMANGAT: Aya dan Laras melahirkan karya khusus, untuk memberikan motivasi pada pengungsi Gunung Agung. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sejak kemunculannya di jagat hiburan musik, duo penyanyi muda, Aya dan Laras BTMDG semakin ‘moncer’ dengan konsistensinya untuk mengeksplor kemampuan di dunia panggung hiburan. Duo remaja ini pun berkarya dengan begitu hebat menciptakan lagu-lagu khas mereka, seperti mengangkat tema kritik-kritik sosial maupun kepedulian mereka terhadap sesama. Tidak tanggung - tanggung, kedua perempuan muda ini coba mengungkapkan pesan dari sudut pandang mereka sebagai anak remaja yang peduli terhadap lingkungan dan sesama. 


Kali ini pun mereka tak tinggal diam. Yang terbaru, kakak-beradik ini baru saja merilis sebuah lagu baru lengkap dengan video klipnya. Karya terbaru yang mereka ciptakn ini berjudul ‘Hanya Sementara’. Lagu teranyar yang mereka ciptakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap para pengungsi erupsi Gunung Agung, Bali. Tujuan ataupun pesan dari lagu tersebut, pasalnya sebagai salah satu bentuk motivasi mereka terhadap para pengungsi yang berada di posko-posko pengungsian.


Hal ini pun diakui pula oleh Heny Janawati, Ibu dari Aya dan laras ini. Menurut sang ibu, lagu ini kedua putri cantiknya ini ingin mengajak semeton pengungsi Gunung Agung Karangasem untuk tetap sabar menghadapi situasi yang sedang terjadi sekarang ini.  "Tujuan dari lagu bertajuk ‘Hanya Sementara’ ini tentunya untuk memberi semangat kepada pengungsi Gunung Agung, agar tidak larut dalam kesedihan," tuturnya sang ibu yang juga bertindak sebagai manager dari Aya dan Laras, Jumat lalu (27/10). Ide pembuatan lagu baru tersebut, bermula saat keduanya berkunjung ke lokasi pengungsian.


Kala berkunjung, kakak beradik ini sangat prihatin dengan melihat wajah beberapa pengungsi yang tampak putus asa dan sedih. Hal itu ternyata mampu menggugah hati mereka. Dan sebagai seniman yang memiliki kepekaan atas problem yang terjadi, keduanya coba menciptakan sebuah karya yang khusus didedikasikan untuk para pengungsi tersebut. Dalam proses karya ini, Aya dan Laras pun membagi perannya masing-masing. Untuk penulisan lirik dilakukan oleh Laras, sedangkan untuk aransement musiknya digarap oleh Aya.

“Sepulang dari lokasi pengungsian tersebutlah, Laras mulai menulis konsep lirik, kemudian selanjutnya Aya dan Laras bersama-sama membuat aransement-nya,” tutur Heny Janawati. 

Ia melanjutkan, proses penggarapan lagu baru ini tidak membutuhlan waktu lama, hanya memakan waktu 3 jam saja. Setelah itu Aya sendiri yang mengeksekusi aransement lagu sampai selesai. "Proses aransement hanya sampai tengah malam oleh Aya,” tututnya. Kemudian, lanjutnya, proses rekaman vocal di studio 49, selama 3 jam.

Karya mereka pun tidak hanya berdua, namun melibatkan pihak lain untuk menyempurnakan musik yang dikemas menarik ini. Mereka pun meminta  bantuan kepada teman-teman seumurannya untuk coba membantu menjadi backing vocal atau choir. Setelah lagunya rampung, mereka langsung megerjakan sesi syuting pembuatan video. “Ya itu pun hanya memakan waktu satu hari saja,” pungkas ibu dari Ayu dan Laras ini.  Lokasi yang di pilih untuk dijadikan latar video klip merak pun memilih tempat pengungsian. Sementara pengambilan video lainnya  berada di daerah karangasem.


Dengan terciptanya lagu tersebut, Aya dan Laras pun turun bicara. Duo Dara asal Nusa Penida ini sangat  berharap agar, semeton pengungsian lebih bersemangat dalam menatap masa depan yang lebih cerah setelah bencana ini berlalu. “Karena bencana ini Hanya Sementara dan kesempatan untuk menata masa depan yang lebih cerah masih punya waktu panjang. Terutama untuk anak-anak di pengungsian,” tutupnya.

(bx/vir/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia