Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Peternakan Babi diharapkan Jadi Lokomotif Ekonomi

02 November 2017, 09: 09: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Peternakan Babi diharapkan Jadi Lokomotif Ekonomi

BABI: Peternakan babi diharapkan jadi lokomotif ekonomi di Buleleng. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Peternakan Babi di Dusun Kawanan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan yang diresmikan pekan lalu diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi. Peternakan seluas dua hektar ini bisa menyerap tenaga kerja lokal di desa tersebut.

Peternakan babi yang dimiliki oleh PT. Anugrah Bersama Sukses (ABS) dibangun selam dua tahun sejak 31 Agustus 2015 hingga Oktober 2017. PT. ABS memiliki dua lahan yang masing-masing seluas 1 hektar lebih.

Rencananya, peternakan babi ini nantinya akan bergerak pada bidang pembibitan dan penggemukan babi. Lahan seluas dua hektar ini bisa menampung 500 ekor induk babi dan 1500 ekor untuk penggemukan babi. Nantinya, sesuai kesepakatan antara PT.ABS dan warga, sebanyak 60 persen pekerja akan diambil dari warga setempat. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak terkait, terutama kepada warga setempat karena sudah mendukung pembangunan peternakan babi ini. Kami berharap bisa terus bekerjasama dengan warga setempat untuk membantu menyukseskan program pemerintah, utamanya menyerap tenaga kerja lokal” ujar Direktur Utama PT. ABS, Made Widiada belum lama ini.

Perbekel Desa Bila, Ketut Citarja Yudiarta mengatakan, sangat bersyukur dengan adanya usaha peternakan babi ini. Menurutnya, berbagai efek positif bisa dirasakan oleh Desa Bila, terutama untuk masyarakat Dusun Kawanan Desa Bila. Citarja berharap, pihak pengusaha bisa memenuhi semua kesepakatan yang telah dibuat bersama warga. “Kami berharap peternakan ini bisa memberikan dampak positif  bagi Desa Bila untuk kesejahteraan kita bersama. Sehingga kita bisa saling mendukung satu sama lain,” ujar Citarja.

Sementara itu, Wabup Sutjidra mengatakan, keberadaan peternakan bisa memberikan multiplier effect kepada Desa Bila. Menurutnya, dengan keberadaan peternakan babi ini bisa menyerap tenaga kerja, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, akan terus memantau komitmen yang dibuat oleh pengusaha peternakan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pihaknya pun meminta agar pihak perusahaan konsisten mematuhi aturan-aturan dan kesepakatan yang telah dibuat bersama. “Kami berharap pengusaha peternakan ini betul-betul bisa menyejahterakan masyarakat Desa Bila, misalkan memberikan Corporate social responsibility (CSR) yang dikhususkan untuk Desa Bila. Kami akan terus memantau komitmen tersebut. Jika mereka konsisten, kami yakin warga akan mendapatkan dampak positifnya, seperti meningkatnya kesejahteraan karena tenaga kerja lokal diserap,” tegas Sutjidra. 

(bx/dik/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia