Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

P2TP2A Tabanan Minta Usut Tuntas Kasus Pencabulan Siswi SMP

10 November 2017, 10: 27: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

P2TP2A Tabanan Minta Usut Tuntas Kasus Pencabulan Siswi SMP

PENDAMPINGAN : P2TP2A Tabanan saat berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Tabanan. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - P2TP2A Kabupaten Tabanan mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pencabulan yang diduga dilakukanh I Ketut Sukadana, 65 alias Pan Bagia alias Pekak Dalang, warga Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. Dengan korban siswi SMP, NPDFSS, 14, asal Kecamatan Penebel.

Hal itu disampaikan Ketua P2TP2A Tabanan, Ni Nengah Budawati yang dikonfirmasi Kamis (9/11) kemarin. Ditegaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas pihak kepolisian. Dan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan unit PPA Polres Tabanan. Terlebih korban merupakan anak dibawah umur yang harus mendapatkan perlindungan semua pihak.

“Apapun alasannya, kasus ini harus diusut tuntas. Tidak ada istilah suka sama suka, anak ini tetap hanyalah korban. Dan akan terus kami kawal,” janjinya.

Budawati menambahkan, pihaknya sudah sempat turun ke lapangan untuk melakukan pendekatan langsung dengan korban serta memberikan pendampingan. Pihaknya prihatin atas kondisi korban yang shock dan tidak mau sekolah karena malu.

“Korban juga sudah ke psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Dan kami cukup prihatin karena korban depresi hingga tidak mau bersekolah karena malu,” imbuhnya.

Atas kondisi tersebut, P2TP2A Tabanan juga akan melakukan pendekatan ke sekolah tempat korban bersekolah serta melakukan pendekatan langsung kepada teman sepermainan korban agar korban bisa menjalani aktifitas di sekolah seperti sedia kala. “Setelah hari raya Kuningan, kami akan lakukan pendekatan ke sekolah dan teman-teman korban agar tidak menstigma korban, karena anak ini hanyalah korban, tidak ada istilah anak ini nakal, jadi korban punya hak tetap meneruskan pendidikannya,” lanjut Budawati.

Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa mengatakan, saat ini proses penyidikan masih berjalan. Dimana pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk pelapor yang merupakan ayah korban serta korban sendiri. “Selain itu orang yang melihat korban dijemput pelaku juga sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini berdasarkan keterangan dari korban diketahui pelaku menggunakan tipu daya sehingga korban mau melayani nafsu bejat kakek tiga orang anak tersebut. Hanya saja untuk dugaan Kakek Dalang menggunakan ‘magic’ pihaknya belum bisa membuktikan.

 “Hanya saja saat kejadian pelaku mengaku bisa mengobati sakit kepala yang dialami korban. Sehingga korban mau diajak ke rumahnya dan dijemput di parkiran bawah Pura Batukaru,” imbuh AKP Suyasa. 

(bx/ras/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia