Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Akhirnya, KPUD Bali Hanya Dianggarkan Rp 155 M untuk Pilgub

10 November 2017, 15: 30: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Akhirnya, KPUD Bali Hanya Dianggarkan Rp 155 M untuk Pilgub

AKHIRNYA: Ketua Fraksi Panca Bayu Nyoman Tirtawan mengatakan anggaran Pilgub Bali diputuskan Rp 155 miliar. (ARI TEJA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - KPUD Bali harus memutar otak lagi terkait dengan anggaran. Sebelumnya meminta dianggarkan Rp 229 miliar, kemudian mulai berpolemik, dimotori oleh Ketua Fraksi Panca Bayu Nyoman Tirtawan melakukan protes terhadap anggaran tersebut. Akhirnya DPRD Bali serius melakukan rapat – rapat. Sampai akhirnya DPRD Bali, memutuskan Rp 155 miliar untuk Pilgub Bali yang dikelola KPUD Bali.

Dengan angka ini, KPUD Bali masih terus berjuang. Kemudian menawarkan anggaran Rp 213 miliar. Dan kemarin akhirnya dalam Rapat Gabungan antara pihak eksekutif  dipimpin oleh Gubernur Bali dan DPRD Bali, akhirnya diputuskan Anggaran Pilgub Bali dikoreksi dari Rp 229 miliar menjadi Rp 155 miliar. “Berhasil anggaran bisa diselamatkan Rp 74 miliar, dan rapat tadi sudah memutuskan untuk Pilgub Bali tahun 2018 dianggarkan Rp 155 miliar,” jelas Tirtawan usai rapat kemarin.

Dia mengatakan, sudah jelas parameter yang digunakan untuk anggaran Pilgub Bali. Jika mengacu ke Pilkada Buleleng hanya butuh Rp 51 ribu per pemilih. Bahkan jika di Jatim hanya Rp 35 ribu per pemilih. “Sebelumnya saya punya hitung – hitungan Bali hanya butuh Rp 107 miliar. Namun jika mengacu ke Buleleng hanya Rp 155 miliar,” tegas politisi asal Buleleng ini.

Tirtawan mengatakan, sedangkan untuk Bawaslu akhirnya dianggarkan Rp 39 miliar dari sebelumnya dianggarkan Rp 60 miliar. “Dengan mampu mengkoreksi anggaran hamper Rp 100 miliar ini, bisa nanti dianggarkan untuk program yang lebih pro rakyat,” kata Tirtawan.

Selain itu Tirtawan juga mengatakan, dirinya sudah melakukan konsultasi dengan beberapa kuasa hukum untuk membuat laporan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) terkait dengan ungkapan Anggota KPUD Bali Wayan Jondra yang menyebut Calon Gubernur hanya bermodal kont** (alat kelamin laki - laki). “Saya akan mengadukan ke DKPP secara pribadi. Selain juga kami persilakan lembaga DPRD Bali ini juga mengadukan secara resmi, biar lebih kuat,” tegas Tirtawan. 

Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan, dengan kondisi ini sudah pasti anggaran Pilgub Bali dikoreksi.  Sugawa juga menjelaskan terkait dengan sikap Jondra yang berkata – kata jorok dalam pembahasan anggaran sebelumnya, dirinya mengatakan nanti aka nada rapim untuk membahas hal tersebut untuk nanti membahas terkait dengan pengaduan ke DKPP.

Terkait dengan dikoreksinya anggaran Pilgub Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi keputusan DPRD Bali untuk mengurangi anggaran Pemilihan Umum Gubernur yang akan diadakan tahun depan. Anggaran yang diajukan oleh KPUD Bali awalnya Rp 229 miliar menjadi Rp 155 miliar “Kita bisa menghemat di beberapa kesempatan, misalnya sosialisasi bisa gunakan gedung kita seperti Wiswa Sabha Utama, atau Wantilan DPRD, kantor KPU, kan bisa diundang peserta pemilu, terus makanan rapat juga bisa minta di kita, jadi tidak perlu sosialisasi di hotel. Mari kita pelajari kembali satu demi satu mana yang bisa dikurangi,” ujar Mangku Pastika. 

(bx/art/gus /yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia