Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

KRB Pecah, Sudikerta TOlak Jadi Wakil, Pilih GPS, AWK atau CNP

14 November 2017, 06: 51: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

KRB Pecah, Sudikerta TOlak Jadi Wakil, Pilih GPS, AWK atau CNP

PERTEMUAN: Gede Pasek Suardika (kiri) saat bertemu dengan Ketut Sudikerta di rumah jabatan Wagub, Minggu malam (12/11). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta atau yang dikenal dengan Sudikerta Gubernur Bali (SGB), menolak posisi nomor dua dalam Pilgub 2018. Dengan kondisi tersebut, maka peluang paket Rai Mantra - Sudikerta yang dirancang KRB (Koalisi Rakyat Bali) pun hampir pasti buyar. Apalagi beberapa anggota KRB juga mulai diambil PDIP. Ditambah lagi, Rai Mantra yang dikabarkan akan fokus sebagai Walikota Denpasar.  

Sekretaris DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry memastikan bahwa DPP Golkar menyerahkan ke Sudikerta untuk menentukan wakil. “Kami di Golkar menyerahkan ke Bapak Ketut Sudikerta untuk menentukan wakil. Nanti siapa yang dipilih itu kami dukung,” jelas politisi asal Banyuatis ini.

Sedangkan Sudikerta dengan tegas mengatakan bahwa tidak mau jadi Cawagub. “Setelah kami renungkan, termasuk juga masukan - masukan semua pihak dan DPP, kami memastikan tetap akan maju menjadi Calon Gubernur,” tegas Sudikerta.

Dengan kondisi ini, Sudikerta membuka strategi baru. Kembali melakukan kajian dan survei, untuk menjadi Cawagub. Sudikerta mengatakan akan melakukan kajian cepat untuk nanti menentukan Calon Wakil Gubernur. “Kami segera akan sampaikan Calon Wakil Gubernur yang akan mendampingi saya,” jelasnya.

Dia mengakui komunikasi dengan Gede Pasek Suardika (GPS) sudah sangat intens. Bahkan terakhir sudah sempat bertemu dengan Pasek Suardika di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Bali. “Kemarin (dua hari lalu) bertemu, sempat ngobrol lama dengan Pak Pasek Suardika,” jelas Wakil Gubernur asal Pecatu ini.

Selain itu Sudikerta juga menegaskan bahwa, selain GPS kembali mesti dilakukan analisa - analisa. Tiga nama lainnya, yaitu Arya Weda Karna (AWK), Sekda Bali Cokorda Ngurah Pemayun (CNP) dan IB Rai Mantra. “Tetap kami kaji, melalui survei dengan cepat. Empat nama itu, Pasek Suardika, Arya Weda, Cok Pemayun dan Rai Mantra,” sambungnya.

Jika memang nantinya sudah bisa dipastikan, Sudikerta akan menggelar deklarasi untuk mengumumkan pasangan Calon Wakil Gubernur yang akan mendampinginya.

Dilain pihak ada rumor yang berkembang, jika Rai Mantra akan fokus untuk tetap menuntaskan Jabatan Walikota Denpasar sampai akhir masa jabatannya. Informasi yang dirangkum Koran ini, bahwa dalam obrolan Rai Mantra ketika dipinang oleh KRB belum memastikan siap maju. Rai Mantra kepada jajaran Partai KRB (Koalisi Rakyat Bali) memastikan, bahwa dirinya jelas tidak mau jadi calon Wakil Gubernur. “Alasannya jelas, bahwa DPP PDIP meminta dirinya jadi calon Wakil Gubernur mendampingi Wayan Koster. Namun Rai Mantra memastikan tidak, sehingga tidak mungkin malah menjadi Wakilnya Sudikerta,” jelas sumber tadi.

Kemudian, Rai Mantra juga menegaskan bahwa tidak mungkin menjadi Calon Gubernur di luar PDIP. Sehingga dirinya fokus mendaftar di PDIP.

“Alasannya karena Gus Rai, juga merasa bahwa dirinya duduk di Walikota Denpasar karena diusung oleh PDIP. Sehingga saat ini menyatakan, sikapnya lebih condong menyelesaikan tugas jadi Walikota alias tidak maju,” tandas sumber tadi.

Salah satu Anggota DPRD Bali dari PDIP, Oka Antara mengatakan bahwa mendengar juga kabar ini. “Saya kebetulan orang Karangasem, kemudian IB Rai Mantra juga orang Karangasem. Bagi saya orang Karangasem itu sidi ngucap, sidi laksana. Apa yang dikatakan itu yang dilaksanakan. Saya yakin IB Rai Mantra akan seperti itu juga,” ungkap Oka Antara.

Dia mengatakan, memang mendengar hal itu. Bagi politisi plontos ini, jelas memang yang beredar di publik menyatakan bahwa paket Sudikerta - Rai Mantra kemudian dibalik Rai Mantra – Sudikerta. Itu belum valid kebenarannya. “Yang saya tahu, jelas sikap IB Rai Mantra. Tidak mau jadi wakil karena malah PDIP menawarkan wakil, tidak mau jadi Calon Gubernur dari luar PDIP dan ingin fokus menyelesaikan tugas Walikota Denpasar,” jelas Oka Antara.

Tak hanya itu, KRB yang adalah koalisi yang partai non PDIP, juga mulai ancang-ancang beralih ke PDIP. PAN dan PKB ada komunikasi serius di DPP masing – masing untuk berkoalisi dengan PDIP. Jadi perlahan - lahan akan beralih arah koalisi di KRB. Kondisi ini dibenarkan oleh Ketua DPD PDIP yang adalah Cagub PDIP Wayan Koster, bahwa komunikasi tingkat DPP sedang intens. “Memang akan ada arah koalisi ke PDIP, yaitu PKB dan PAN. Namun sejauh apa masih ditingkat DPP yang membahas,” jelas Koster.

Sementara itu, Sekretaris Deperda (Dewan Pertimbangan Daerah) yang juga Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan siap menjadi Ketua Tim Pemenangan KBS – Cok Ace. “Jika memang partai yang menunjuk, untuk ditugaskan menjadi Ketua Tim Pemenangan, saya siap – siap saja,” tegas Mantan Bupati Tabanan dua perioda ini.

Namun bagi dia, sebenarnya banyak kader - kader muda yang mumpuni untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan. Tetapi jika tidak siap, dirinya siap untuk mengambil tangungjawab untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan. “Banyak kader potensial, kader kader muda. Yang muda itu lebih energik, namun jika yang tua seperti saya ditunjuk, siap juga. Saya siap menjalankan tugas, untuk bekerja habis habisan,” tandasnya. 

(bx/art/gus /yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia