Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Puluhan PNS dan Anggota Polri di Gianyar Dijadikan Anggota Parpol

17 November 2017, 08: 00: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Puluhan PNS dan Anggota Polri di Gianyar Dijadikan Anggota Parpol

SERIUS: Suasana verifikasi terhadap parpol yang dilaksanakan KPUD Gianyar kemarin (16/11). (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Jika merujuk pada kasus sebelumnya yang pernah terjadi pada salah seorang PNS sekaligus pejabat di Gianyar yang dipecat gara-gara tercantum dalam kepengurusan salah satu parpol. Kini puluhan PNS di Gianyar juga terancam bakal mengalami nasib serupa. Sebab dari hasil rapat pleno yang dilaksanakan KPUD Gianyar dengan 14 partai politik yang di Gianyar, terungkap jika belasan parpol tersebut menyetorkan nama puluhan PNS, dan belasan anggota Polri yang dimasukkan sebagai anggotanya.

Beberapa di antara PNS dan Anggota Polri telah dibuatkan KTA (Kartu Tanda Anggota). Mirisnya, PNS dan polisi yang dimasukkan tersebut, semuanya mengaku tidak mengetahui jika nama-nama mereka tercantum dalam keanggotaan parpol tersebut.

Dari data yang diberikan KPUD Gianyar diketahui jika dari 14 parpol yang mendaftar, 13 parpol yang menyetorkan KTA partainya yang di dalamnya berisi PNS, dan empat parpol yang menyetorkan KTA dengan anggota dari personel polisi aktif. Kondisi ini pun diakui Ketua KPUD Gianyar AA Gde Putra sebagai suatu yang sangat disesalkan pihaknya. Sebab berdasarkan hasil verifikasi administrasi ke lapangan yang dilakukan jajarannya, puluhan PNS dan anggota Polri tersebut sama sekali tidak mengetahui jika nama mereka dimasukkan partai politik.

“Banyak jumlahnya, jika ditotal itu lebih dari 70an orang. Dan hampir semua parpol ada yang menyetor KTA dari PNS. Mirisnya lagi, PNS atau pun anggota Polri yang nama mereka masukkan itu, sesuai hasil verifikasi ke lapangan mengaku sama sekali mereka tidak tahu. Artinya mereka dimasukkan ke Parpol tanpa sepengetahuan mereka. Bahkan ada juga mereka sampai yang dibuatkan KTA, juga tanpa mereka ketahui,” ucapnya.

Nah selain adanya temuan anggota parpol yang PNS dan anggota Polri aktif, KPUD Gianyar juga menemukan adanya keanggotaan ganda, dan menjadi jumlah terbanyak dari hasil temuan KPUD Gianyar. “Paling banyak adanya keanggotaan ganda parpol. Misalnya satu orang tercantum di parpol A, tapi orang yang sama juga tercantum di parpol B. Lalu ada juga keanggotaan ganda hanya di satu parpol. Artinya namanya dibuat beda-beda, tapi fotonya sama,” sambungnya.

Dengan banyaknya temuan tersebut, kemarin hasil verifikasi itu pun disampaikan kepada setiap parpol. Sehingga semua parpol tersebut dapat segera melakukan perbaikan hingga batas waktu 1 Desember mendatang. Karena seperti kata Gung Putra, usai perbaikan pihaknya bakal kembali melakukan verifikasi untuk meneliti administrasi parpol tersebut.

“Supaya mereka memenuhi paling tidak persyaratan minimal, yakni persyaratan seperseribu jumlah penduduk yakni 492 KTA yang mereka miliki. Tapi untuk penentuan lolos dan tidaknya partai mereka bukan kami yang menentukan. Kami sebatas melakukan penelitian dan pengecekan administrasi keseluruhan yang membawa berkas yakni 14 parpol tersebut,” paparnya.

Disinggung mengenai informasi yang menyebutkan adanya beberapa parpol yang tidak memenuhi ketentuan, dijelaskan olehnya bahwa sepanjang pihaknya belum menerima surat resmi dari KPU pusat terkait informasi itu, maka KPUD Gianyar sebagai pelaksana tetap akan melakukan ferivikasi pada parpol tersebut.

“Walau pun di media ada yang nyebut partai A, partai B yang tak memenuhi ketentuan dan tak lolos, tapi sepanjang belum ada surat resmi dari KPU RI, kami sebagai pelaksana maka kami hanya ikut apa perintah KPU Pusat,” katanya.

Sementara itu Ketua DPC Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) Gianyar Kadek Agus Sastra Gedi mengakui jika partainya menjadi salah satu yang proses verifikasinya belum selesai. Dia menyebut, partainya masih mengalami kekurangan sebanyak 33 KTA. “Untuk target di Pemilu nanti kami tak mau muluk-muluk. Sekarang berusaha lolos dulu. Kalau nanti target kami saaat pemilu, sebagai awal setidaknya bisa merebut satu kursi di dewan (DPRD Gianyar),” katanya singkat. 

(bx/wid/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia