Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tunggakan BPJS dan JKBM ke BRSU Tabanan Capai Rp 23 M

18 November 2017, 08: 30: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tunggakan BPJS dan JKBM ke BRSU Tabanan Capai Rp 23 M

JELASKAN TUNGGAKKAN: Direktur BRSU Tabanan, dr. I Nyoman Susila (kanan) bersama Kepala Bidang Perencanaan dan Keuangan BRSU Tabanan, Nengah Juliasa. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan terancam bangkrut apabila piutang atau tagihan yang belum terbayarkan yang dimiliki pada BPJS dan JKBM mencapai Rp 23 miliar tidak dibayarkan segera. Namun pihak BRSU Tabanan memastikan jika hingga akhir tahun 2017 nanti pelayanan tidak akan terganggu alias masih aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Direktur BRSU Tabanan, dr. I Nyoman Susila, Jumat kemarin (17/11) menuturkan bahwa memang ada dua tunggakan yang belum terbayarkan kepada BRSU Tabanan yakni tunggakan BPJS dan JKBM. Tunggakan BPJS kepada BRSU Tabanan hingga bulan September 2017 mencapai Rp 17.230.995.255 sedangkan untuk tunggakan JKBM kepada BRSU Tabanan mencapai Rp 6.060.648.781.

Namun untuk tunggakan BPJS yang menurutnya baru pertama kali mengalami keterlambatan pembayaran ini, pihaknya sudah bersurat bahkan sudah melakukan pertemuan langsung. Dan beberapa waktu lalu sudah ada progress pembayaran sebesar Rp 8.707.527.773, sehingga sisa piutang mencapai Rp 8.523.467.582. Padahal biasanya pembayaran dilakukan oleh BPJS ke BRSU Tabanan setiap bulan berikutnya. Misalnya untuk bulan September biasanya akan dibayarkan pada bulan Oktober. “Sedangkan bulan Oktober belum diverifikasi, tetapi estimasi hutang BPJS ke kita masih di angka Rp 17.350.467.582 karena estimasi pembayaran khusus bulan Oktober saja sekitar RP 8,5 Miliar. Ditambah tunggakan JKBM sebesar RP 6.060.648.781 sehingga total piutang kita mencapai Rp 23 Miliar,” papar didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Keuangan BRSU Tabanan, Nengah Juliasa.

Padahal keterlambatan pembayaran dari BPJS maupun dari JKBM dapat mengganggu pelayanan di BRSU Tabanan terutama untuk mengamprah obat. Maka dari itu pihaknya telah bersurat dan melakukan pertemuan dengan pihak BPJS dan pihak BPJS berjanji akan melunasi tunggakan itu segera di bulan Desember 2017. Hal terjadi diduga lantaran BPJS tengah mengalami kesulitan lukuidasi keuangan.

Namun dr. Susila menegaskan jika hingga saat ini pelayanan di BRSU Tabanan masih berjalan dengan normal meskipun piutangnya belum dibayarkan. Karena pihaknya masih memiliki SILPA tahun lalu sebesar Rp 14 Miliar yang belum diserahkan ke kas daerah. “Untuk menjamin likuiditas kita sampai Januari tahun depan, kita manfaatkan SILPA tersebut,” imbuhnya.

Kendatipun SILPA tersebut sejatinya sudah harus diserahkan ke kas daerah dalam waktu dekat ini, namun pihaknya sudah bersurat untuk menyampaikan kondisi yang dialami BRSU Tabanan saat ini. Maka dari itu pihaknya menjamin jika pelayanan tidak akan terganggu sampai akhir tahun 2017 ini, kewajiban BRSU Tabanan untuk membayarkan gaji pegawai, listrik dan lainnya juga sudah aman untuk dua bulan kedepan. “Kita sudah punya rancangan keuangan dengan juga menggunakan kas kita dibantu setoran tunai harian, dan sampai akhir tahun kami jamin pelayanan tidak akan terganggu dan aman,” tegas pejabat asal Selemadeg Timur tersebut.

Namun apabila hingga akhir tahun nanti tunggakan tersebut belum juga dibayarkan, dirinya mengaku belum berfikir ke arah sana meskipun ia memprediksi pelayanan bisa saja terganggu. Yang pastinya pihaknya berharap piutang yang dimilik BRSU Tabanan bisa terbayarkan segera sesuai dengan komitmen BPJS. “SILPA kita dua bulan saja habis, ya semoga akhir tahun ini piutang kita sudah dibayar,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur BPJS Tabanan, Wayan Gunawan mengatakan mengenai hal tersebut untuk dikonfirmasikan ke Kepala Cabang BPJS Denpasar karena informasinya satu pintu. “Soal ini satu pintu di Cabang Denpasar,” ujarnya singkat. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia