Selasa, 25 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Debat di Rapat, Kabid di Disbud Tabanan Bawa Klewang ke Kantor

18 November 2017, 08: 50: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Debat di Rapat, Kabid di Disbud Tabanan Bawa Klewang ke Kantor

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan mendadak tegang Rabu lalu (15/11) karena sempat terjadi insiden mengejutkan. Lantaran salah seorang PNS membawa senjata tajam jenis klewang ke Kantor Dinas Kebudayaan Tabanan diduga akibat salah paham dengan rekan sesama PNS.

Berdasarkan informasi di lapangan, PNS yang membawa klewang merupakan Kabid Persubakan Dinas Kebudayaan Tabanan berinisial I Nyoman PA yang terlibat konflik dengan Kabid Peradatan Dinas Kebudayan berinisial I Wayan SU. Sontak kejadian sekitar pukul 08.00 itu membuat tegang seisi Kantor Dinas Kebudayaan.

Sumber koran ini menyebutkan, insiden tersebut berawal dari salah paham kedua belah pihak pada Selasa (14/11) dimana saat itu tengah berlangsung rapat di Kantor Dinas Kebudayaan. Dua Kabid tersebut ikut dalam rapat itu. Saat adanya tanya jawab antara kedua PNS ini, tiba-tiba Kabid Persubakan Nyoman PA marah-marah hingga mukul meja.

“Kemungkinan ada kata-kata menyingung perasaan sehingga Nyoman PA marah," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Hanya saja hari itu juga permasalahan bisa diselesaikan dengan baik dan kedua Kabid saling minta maaf. Namun tak disangka pada Rabu (15/11) Nyoman PA tiba-tiba membawa klewang ke Kantor Dinas Kebudayaan Tabanan ingin mencari Wayan SU yang sedang rapat ke Denpasar. 

Seluruh pegawai yang sudah tiba di Kantor saat itu panik. Namun Nyoman PA masih bisa diajak berbicara dengan kepala dingin hingga akhirnya persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Karena yang dicari tidak ada sehingga sudah diselesaikan secara kekeluargaan supaya peristiwa tidak makin parah,” lanjut sumber.

Padahal menurut sumber, Nyoman PA merupakan orang yang kalem dan baik sehingga pegawai di Kantor tersebut cukup kaget akan insiden tersebut. Sumber menduga saat rapat berlangsung terjadi salah paham yang dimasukkan ke hati sehingga yang bersangkutan tidak bisa mengendalikan amarah dan datang ke kantor membawa klewang.

"Permasalahanya sudah selesai dan sekarang kedua belah pihak sudah baikan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Gusti Ngurah Supanji mengaku tidak melihat langsung peristiwa tersebut karena sedang rapat di Denpasar sehingga ia tidak berani memastikan apakah peristiwa itu benar terjadi atau tidak. “Maaf belum bisa saya memastikan apakah membawa gitu (Klewang,Red) karena saya tidak melihat,” ungkapnya Jumat kemarin (17/11).

Dirinya menambahkan, pasca kabar itu berhembus ia sudah mengumpulkan para pegawai hanya saja saat itu tidak ada yang melihat membawa Klewang. "Namanya juga kantor ibarat keluarga pasti ada sedikit selisih paham. Sudah baik, sudah baik kok,” dalih Supanji. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia