Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mantan ODGJ di Tabanan Diberikan Pelatihan Mengemas Dupa

18 November 2017, 08: 54: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mantan ODGJ di Tabanan Diberikan Pelatihan Mengemas Dupa

PELATIHAN: Suasana pelatihan ex ODGJ mengemas dupa di RPS Dinas Sosial, Tabanan, Jumat kemarin (17/11). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sebanyak 15 orang ex Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) alias mantan ODGJ yang kini kejiwaannya sudah stabil mendapatkan pelatihan mengemas dupa di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Tabanan, Jumat kemarin (17/11). Pelatihan ini diberikan agar ex ODGJ dapat menjalani hidup mandiri baik dalam beraktifitas maupun membuka usaha.

Kegiatan pelatihan pemberdayaan ex ODGJ yang merupakan program Komunitas Peduli Kesehatan Mental (Kopi Kental) Dinas Sosial Tabanan ini berlangsung selama dua hari yakni mulai Kamis (16/11) hingga Jumat (17/11). Seluruh peserta pun nampak antusias mengikuti pelatihan tersebut dan dengan sungguh-sungguh mengikuti setiap instruksi dari instruktur yang di datangnya Dinas Sosial Tabanan. 

Untuk membuat suasana menyenangkan dan menghindarkan peserta dari rasa tegang, staf Dinas Sosial Tabanan pun mengajak peserta bernyanyi dan bercanda.

Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas sekaligus anggota Kopi Kental, Heny Rokhaeni menjelaskan bahwa ex ODGJ yang mengikuti pelatihan pemberdayaan ini merupakan ODGJ yang sudah berangsur sembuh meskipun masih tetap mengkonsumsi obat. "Jadi mereka menjalani rawat jalan, sudah mulai nyambung ketika kita ajak berkomunikasi tetapi masih tetap mengkonsumsi obat," paparnya saat ditemui di RPS Dinas Sosial Tabanan di Banjar Tuakilang, Desa Denbantas, Tabanan.

Dalam pelatihan tersebut pihaknya memilih untuk mendatangkan instruktur dari Kediri yang merupakan pemilik usaha pembuatan dupa. Para peserta kemudian diajarkan cara mengemas dupa sebelum siap di pasarkan. "Mereka diajarkan mengemas dupa sebanyak 35 batang per plastiknya, dari yang awalnya masih bingung menghitung sampai mereka sekarang sudah bisa," imbuh Heny.

Melalui pelatihan tersebut pihaknya berharap ex ODGJ ini mandiri baik dalam beraktifitas maupun bisa mandiri memulai usaha sendiri. "Yang terpenting mereka bisa beraktifitas mandiri dulu, tetapi apabila kedepannya mereka bisa memulai usaha sendiri tentu hal itu sangat baik sekali," sambungnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menambahkan ODGJ memang membutuhkan penanganan yang komprehensif. Lantaran membutuhkan pertolongan secara medis, pasien tersebut juga menghadapi tantangan sosial di masyarakat yang harus dihadapi. Pelatihan tersebut, sudah diawali sejak bulan Maret 2017 silam dengan pelatihan cara membuat dupa. Dan kali ini merupakan kelanjutan dari pelatihan tersebut. "Kita dapat anggaran lagi di perubahan, secara otomatis melanjutkan pelatihan yang sebelumnya sudah kita lakukan," paparnya.

Mengingat pentingnya program ini, kedepan pihaknya akan terus berlanjut untuk para eks ODGJ yang sudah menjalani perawatan di RSJ Bangli. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia