Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ini Mantram Pasupati Kendaraan dan Alasan Pakai Pisang Tembaga

20 November 2017, 12: 32: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Mantram Pasupati Kendaraan dan Alasan Pakai Pisang Tembaga

PISANG TEMBAGA: Sarana banten Pasupati dianjurkan menggunakan biu tembaga, agar kendaraan kokoh sekuat tembaga. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Setiap membeli kendaraan maupun mesin, umat Hindu di Bali wajib membuatkan banten Masupati. Banten Masupati yang terdiri dari Sesayut Pasupati ditujukan kepada Dewa Pasupati (manifestasi Siwa) dengan maksud agar kendaraan saat dipergunakan bisa menemukan ‘chemistry’ dengan penggunanya.

Ketut Agus Nova, S.Fil. H, M.Ag yang akrab disebut Jro Anom, mengatakan, upacara Masupati kendaraan ditujukan kepada Dewa Pasupati atau Dewa Kehidupan yang bertujuan untuk ngurip atau menghidupkan jiwa dari kendaraan tersebut, sehingga senantiasa bisa bersinergi dengan manusia ketika dikendarai.

Dalam kepercayaan umat Hindu di Bali, lanjut Jro Anom,  upacara Pasupati merupakan bagian dan upacara Dewa Yadnya. Proses Pasupati bisa dengan hanya mengisi energi atau kekuatan Tuhan atau menstanakan sumber kekuatan tertentu di dalam benda tersebut. “Upacara Pasupati kendaraan atau mantenin motor bermakna pemujaan memohon berkah kepada Sang Hyang Pasupati untuk dapat menghidupkan dan memberikan kekuatan magis terhadap kendaraan yang akan dipergunakan. Tujuannya untuk mengisi energi atau kekuatan Tuhan,” ujar Jro Anom kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) di Singaraja, akhir pelan kemarin.

Ditambahkan dosen STAHN Mpu Kuturan ini,  prosesinya diawali ngastawa tirta, selanjutnya dilakukan ngaturang banten pareresik, mapiuning, dan natab banten Pasupati.

“Inti dari upacara mantenin motor ini adalah untuk banten sesayut Pasupati karena disana memuja Dewa Pasupati. Tapi, untuk banten mesin mesin besar, bisa menggunakan Peras Pajati, Pangulapan Pangambean, Sesayut Pasupati, dan Sesayut Prayascita” ujarnya.

Jro Anom menyebut upacara tersebut bertujuan untuk menyatukan jiwa si empunya kendaraan dengan motor tersebut. “Tujuannya agar ada kontak bathin antara pemilik dengan kendaraannya, biar menyatu. Bukan kita menyembah besi, bukan menyembah motor. Yang kita sembah itu adalah manifestasinya” imbuhnya.

Jro Anom menambahkan, upacara mantenin motor atau Masupati ini tak hanya dilakukan untuk kendaraan yang dibeli dalam kondisi baru. tetapi juga untuk kendaraan yang second atau bekas. “Pokoknya jika sudah membeli kendaraan, baik baru maupun bekas, wajib hukumnya dibuatkan banten Pasupati itu. Selain dipergunakan untuk kendaraan, juga wajib dibuatkan pada mesin-mesin, alat pertanian, perkakas yang terbuat dari besi. Setiap Tumpek Landep juga rutin dibuatkan banten serupa,” terang pria asal Desa Kekeran ini. Jro Anom mengungkapkan, jika tidak dibuatkan banten Pasupati pada kendaraan yang baru dibeli, kedepannya dikhawatirkan akan sering mengalami masalah ketika dipergunakan.“Misalnya rusak tak jelas, sering mengalami kecelakaan. Sehingga secara tidak langsung dengan menstanakan Dewa Pasupati dalam kendaraan tersebut, setidaknya kita akan selalu dilindungi ketika berkendara di jalanan dan diberikan keselamatan,” kata Jro Anom.

Tak hanya itu, lanjut Jro Anom, bila sudah jiwa si empunya sudah menyatu dengan kendaraan, maka sudah pasti sudah mendeteksi terlebih dahulu segala permasalahan yang dialami kendaraan itu.“Biasanya ada masalah terkait mesin misalnya  bisa dideteksi oleh si pemilik kendaraan lebih awal, karena chemistrynya sudah kuat. Sudah ada kontak bathin” pungkasnya.

Sarana banten Pasupati saat upacara mantenin kendaraan, lanjut  Jro Anom, sangat dianjurkan menggunakan biu tembaga (pisang berwarna merah tembaga). Maknanya agar kendaraan memiliki kekokohan sekuat tembaga. “Di Bali sangat dianjurkan menggunakan biu tembaga untuk sesayut Pasupati. Tapi, kalau tidak ada ya bisa diganti. Sebisanya sih biu tembaga, itu dianjurkan sekali” ucapnya.

Adapun sarana upakara yang dibutuhkan dalam Masupati kendaraan, yang paling sederhana adalah canang sari, dupa Pasupati dan tirtha Pasupati. Yang lebih besar dapat menggunakan upakara banten peras, daksina atau pejati. Dan, yang lebih besar biasanya dapat dilengkapi dengan jenis upakara yang tergolong sesayut, yaitu Sesayut Pasupati dengan kelengkapan banten prayascita, sorohan alit, banten durmanggala, dan pejati. Jro Anom menyebutkan ada mantram Masupati kendaraan yang biasa dikumandangkan ketika upacara masupati.  

Mantram Masupati

Berikut mantra Masupati yang bisa digunakan saat masupati, di mana tanda titik-titik diisi permohonan yang hendak dipasupati.

Mantranya :  Om Sanghyang Pasupati Ang-Ung Mang Ya Namah Svaha. Om Brahma Astra Pasupati, Visnu Astra Pasupati,Siva Astra Pasupati, Om Ya Namah Svaha.

Om Sanghyang Surya Chandra tumurun maring Sanghyang Aji Sarasvati,tumurun maring Sanghyang Gana, angawe Pasupati maha sakti, angawe Pasupati maha siddhi, angawe Pasupati mahasuci, angawe pangurip mahasakti, angawe pangurip mahasiddhi, angawe pangurip mahasuci, angurip sahananing raja karya teka urip, teka urip, teka urip.

Om Sanghyang Akasa Pertivi Pasupati, angurip……..Om Eka Vastu Avighnam Svaha, Om Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang Ang-Ung-Mang. Om Brahma Pasupati, Om Visnu Pasupati, Om Siva Sampurna Ya Namah Svaha.

(bx/dik/rin/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia