Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bisnis

Badung Rancang Agrobisnis Ayam Ras Petelur dan Green House

23 November 2017, 19: 03: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Badung Rancang Agrobisnis Ayam Ras Petelur dan Green House

AGROBISNIS: Wabup Suiasa menghadiri pembahasan laporan akhir studi kelayakan pengembangan agrobisnis komoditi ayam ras petelur di Kecamatan Petang dan pengembangan green house di Kabupaten Badung, Kamis (23/11). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Guna mewujudkan pertanian kontemporer, Pemerintah Kabupaten Badung melakukan studi kelayakan pengembangan agrobisnis dengan komoditi ayam ras petelur di Kecamatan Petang dan green house di Kabupaten Badung, Kamis (23/11). Studi kelayakan dilaksanakan Badan Peneliti dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Kemarin dilakukan pembahasan laporan akhir study kelayakan tersebut.

Acara itu dihadiri Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, pihak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Udayana, serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, bertempat di ruang Kriya Gosana Puspem Badung.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, kemarin dilakukan pembahasan final studi kelayakan terhadap obsesi pihaknya untuk mewujudkan suatu pembangunan sektor pertanian yang kontemporer, dalam hal ini ayam ras petelur. Program tersebut nantinya dalam rangka mewujudkan suatu kemandirian dalam kebutuhan berbagai sektor.

“Dalam hal ini masyarakat sangat berminat dan sangat layak serta pantas dari hasil studinya untuk dijadikan semacam industri peternak ras ayam petelur di Badung.  Skalanya besar, dalam rangka memenuhi kebutuhan di Badung, baik pariwisata maupun keseharian masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan studi kelayakan tersebut, lanjut Wabup Suiasa, akan dibuatkan pola anggaran untuk membangun dua kelompok ternak yang ada di Petang. Anggaran yang diperlukan untuk bangunan kurang lebih Rp16 hingga 17 milyar. Sambil berjalan, kata pejabat asal Pecatu tersebut, juga akan disiapkan kelanjutan dari studi berikutnya, meliputi strategi bisnis, pola bisnis, dan bisnis plan. “Dalam rangka untuk menjaga dan  mengawal konsistensi dan eksistensi, peternak ayam ras petelur tidak akan dilepas, akan tetapi akan dilakukan pendampingan empat hingga lima tahun, " katanya.

Lebih lanjut Suiasa menyampaikan, karena pihkanya menginginkan pertanian kontemporer di Kecamatan Petang, yang sifat agrobisnis, akan dibuat juga green house dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif untuk perkebunan tahun 2018 di wilayah setempat. Tidak menutup kemungkinan juga, kata dia, akan dikembangkan di Badung Selatan dengan memanfaatkan lahan-lahan kering, terutama bagi tata ruang yang diperuntukan holtikultura. "Untuk mewujudkannya Pemerintah akan memfasilitasi dan memediasi terhadap kebutuhan-kebutuhannya, baik dari mulai pembangunan gedung, alat, bibit, obat termasuk dana oprasionalnya. Masyarakat benar-benar disiapkan semuanya, sehingga mereka running untuk melaksanakannya dan juga dilakukan pendampingan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara melaporkan, pada periode tahun 2017 ini Balitbang melaksanakan sejumlah kegiatan di antaranya adalah studi kelayakan pengembangan agrobisnis komodi ayam ras petelur di Kecamatan Petang sesuai keinginan pimpinan. Diarahkan, di wilayah Kecamatan Petang agar memanfaatkan kelompok yang kecakapan di bidang ini. Pun akan dibuat dalam skala besar yang mungkin suatu saat akan bisa menjadi obyek kunjungan.

“Patut dibanggakan, di Badung, yaitu di kecamatan Petang ada objek yang dapat dilihat di sana ada sekian ribu ayam dan telur yang diproduksi setiap harinya,” ujarnya.

Suambara melanjutkan, kegiatan ini mengandung makna, jeli melihat kebutuhan-kebutuhan yang utama, yang diserap kalangan pariwisata maupun konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan, semaksimal mungkin dapat ditangkap peluang pasar tersebut. Di samping itu, kegiatan tersebut merupakan salah satu pola untuk mengedukasi masyarakat, dengan potensi yang dimiliki, dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. “Oleh karena itu Litbang melakukan pengkajian dan bekerjasama dengan Universitas Udayana,” jelasnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia