Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Pasek Suardika: Sudikerta Itu Sudah Hattrick Kalahkan PDIP

23 November 2017, 19: 52: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pasek Suardika: Sudikerta Itu Sudah Hattrick Kalahkan PDIP

Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Gede Pasek Suardika (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Gede Pasek Suardika (GPS) yang baru datang dari Manila, Filipina dikejutkan dengan hasil rapat DPD I dan DPD II Golkar se-Bali terkait Pilgub Bali 2018. Sebab, dalam rapat itu diputuskan mendukung paket Ketut Sudikerta – IB Rai D Mantra (Kerta-Mantra). Padahal, sebelumnya, dirinya dan Sudikerta sudah bersepakat untuk maju bareng. Bahkan, dalam kesepakatan tersebut sudah sampai pada pembagian tugas.

Mendapat kabar itu, Pasek Suardika langsung membuat beberapa keputusan terkait Pilgub Bali. Pertama, dirinya memutuskan untuk tetap berkonsentrasi sebagai anggota DPD RI dan tidak akan ikut bertarung dalam Pilgub Bali. Kedua, menghentikan proses rekomendasi paket Sudikerta – Pasek Suardika ke DPP Hanura.

Keputusan itu diambil karena dirinya tak mau jadi pecadang kuang alias ban serep.

“Saya ndak mau menjadi pecadang kuang. Saya kok jadi ban serep, amen sing maan ajak Rai Mantra mare rage (Tidak dapat dengan Rai Mantra, baru saya) saya tidak bisa seperti itu,” jelas Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini kemarin.

Pasek mengatakan, dirinya adalah sosok petarung. Jiwa politiknya memang sosok petarung. Jadi tidak mau nantinya arah politik Sudikerta tidak jelas, malahan melenceng dari kesepakatan awal.

“Kalau saya jelas, saya petarung. Saya jelas harus bertarung, urusan kalah menang itu belakangan,” sambung mantan pentolan Partai Demokrat ini.

Dia mengatakan, jelas kesepakatan beberapa waktu lalu dengan Sudikerta, bahwa dirinya menyatakan siap jadi Cawagub dengan beberapa kesepakatan terkait pembagian tugas. “Saya memastikan ada pembagian tugas (antara Sudikerta dan dirinya, Red), dan sudah sama - sama oke. Bahkan kami di Hanura Bali sudah memproses rekomendasi ke DPP. Namun dengan fakta ini proses kami anulir. Saya berpolitik yang pasti - pasti,” sambung Pasek Suardika.

Dia juga mengatakan, dengan kondisi ini bukan berarti dirinya menarik dukungan ke SGB (Sudikerta). Pasek Suardika mengatakan Hanura mendukung SGB untuk tetap menjadi Calon Gubernur Bali. “Jika tidak jadi calon Gubernur Bali, mending saya tidak mendukung. Kalau tetap jadi Calon Gubernur kami mendukung Sudikerta untuk tetap maju, dengan Rai Mantra misalnya mau jadi Wakil kami akan tetap dukung. Kalau dibalik, saya pikir-pikir,” jelasnya.

Tak hanya itu. Pasek Suardika juga mengatakan mending dibangun koalisi dengan jumlah besar. Dia mengharapkan agar diubah nama koalisi, jangan menggunakan KRB karena bisa diplesetkan dari Koalisi Rakyat Bali menjadi Koalisi Rawan Bencana. “Kita mau menang kok jadi rawan bencana. Sehingga mending gunakan Koalisi Bali Dwipa Jaya, seperti lambang Pemprov Bali,” harapnya.

Bagaimana kalau Rai Mantra tidak mau jadi Cawagub, GPS siap maju? “Saya sudah tegaskan, saya bukan pecadang kuang. Saat saya memastikan menghargai keputusan rapat Golkar, mendukung Kerta - Mantra. Namun saya masih dukung. Saya sudah putuskan tidak maju, fokus di DPD RI dan tugas partai,” jawabnya.

Namun Bagi Pasek Suardika, Sudikerta bukan calon yang lemah. Baginya memang sangat kuat, bahkan surveinya sangat tinggi, beberapa kali malah memimpin. Tak hanya itu. Sudikerta juga punya sejarah unik, dalam melawan PDIP. Dua kali maju di Badung sebacai Calon Wakil Bupati malah menang dengan PDIP. Kemudian jadi Cawagub dengan Mangku Pastika menang juga lawan calon PDIP, Puspayoga - Sukrawan.

“Jadi jejak politiknya cemerlang lawan PDIP. Sudikerta sudah hattrick,” pungkasnya. 

(bx/art/gus /yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia