Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dewan Karangasem Minta Percepat Normalisasi Sungai

05 Desember 2017, 13: 34: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Karangasem Minta Percepat Normalisasi Sungai

CEK NORMALISASI SUNGAI: Ketua DPRD Karangasem. I Nengah Sumardi kemarin memimpin pengecekan normalisasi sungai di sejumlah lokasi. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA- DPRD Karangasem meninjau aliran sungai di Karangasem, Senin (4/12) kemarin. Yakni Tukad Yeh Sah di Desa Muncan, Kecamatan Selat dan Tukad Panti di Pegubugan, Desa Duda. Kedua aliran sungai ini termasuk rawan dialiri lahar hujan, ketika terjadi letusan Gunung Agung. Rombongan dewan dipimpin Ketua DPRD, Nengah Sumardi. Hadir juga Ketua Komisi II Kadek Sujanayasa, Ketua Komisi III, I Gusti Agung Dwi Putra, dan beberapa anggota lainnya, seperti Wayan Sudira, I Gusti Lanan Sidemen Hendrawata, Made Juwita, Wayan Swastika, dan Nyoman Rena.

Sumardi minta pemerintah mempercepat normalisasi semua aliran sungai di Karangasem yang dinilai rawan kena dampak erupsi Gunung Agung. Katanya, pemerintah sudah menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp 1 miliar. Selain itu ada juga dana mitigasi Rp 8,5 miliar pada APBD Perubahan 2017. “Dana mitigasi itu ada di beberapa OPD. Salah satunya Dinas Perkerjaan Umum. Itu bisa digunakan untuk normalisasi sungai,”  terang Sumardi.

“Jangan sampai Gunung Agung sudah meletus, baru kelabakan. Sebenarnya sekarang sudah telat, seharusnya normalisasi sudah dari dulu. Makanya harus dikejar sekarang,” kata anggota dewan, Made Juwita.

Saat meninjau Tukad Yeh Sah, terlihat sudah dilakukan normalisasi. namun hanya ada satu escavator bekerja di sana. “Seharusnya minimal ada empat, biar cepat selesai. Ini kejar-kejaran sama bencana alam,” ujar Sumardi di Yeh Sah.

“Kalau nanti tidak cepat dilaksanakan, keburu erupsi lagi, bahaya jembatan ini,” imbuh Sumardi.

Seperti diketahui, pascaerupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu, lahar hujan sempat mengalir di sana. Bahkan tiang jembatan mulai terkikis. Setelah meninjau Yeh Sah, rombongan dewan meninjau aliran sungai di Tukad Panti,  di Banjar Pegubugan, Desa Duda. Di sana, terlihat aliran sungai yang dulu lebarnya lebih dari enam meter, mengecil menjadi sekitar tiga meter. Normalisasi dilakukan swadaya oleh masyarakat setempat.

Saat berada di sana, anggota dewan juga mendapat informasi bahwa pemerintah mengalami kesulitan normalisasi aliran sungai di Banjar Bambang Biaung, Desa Duda. Karena lahan yang dulunya aliran sungai, sekarang sudah dibangun rumah. Sungai menjadi sempit. “Informasinya terjadi jual-beli di lahan yang dulunya sungai itu. Sungai jadi sangat sempit,”  tutur Camat Selat Nengah Danu.  Melihat hal itu, Danu terus melakukan pendekatan agar rumah warga sebanyak 6 KK mau dibongkar sehingga sungai bisa lebar. “Warga malah mengatakan, ‘Jangan dibongkar rumahnya. Kalau gunung meletus, biarkan dibawa lahar’ begitu warganya,” terang Danu.

Sebelumnya, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Bernadus Wisnu Widjaja menyebutkan ada sebanyak 80 jembatan di Karangasem rawah roboh diterjang lahar dingin. Untuk itu, pihaknya berharap ada langkah cepat dari pemerintah menanggulangi persoalan itu. Salah satu caranya, dengan melakukan normalisasi sungai atau memperkokoh jembatan. 

(bx/wan/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia