Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali

Jelajah Potensi dan Indahnya Pesona Pemuteran

06 Desember 2017, 14: 44: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jelajah Potensi dan  Indahnya Pesona Pemuteran

INDAH : Pemandangan indah alam Pantai Pemuteran tak hanya di daratan, tapi keindahan alam dalam lautnya tak kalah memesonanya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, PEMUTERAN - Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng di akhir tahun 2017 ini,  tepatnya mulai 13-16 Desember gelar festival berbasiskan masyarakat, seni dan  budaya bertajuk Pemuteran Bay Festival 2017.  Inilah momen bagus yang layak dikunjungi wisatawan untuk menjajal menawannya objek wisata kawasan Bali Barat ini.

Di tengah keluarnya travel warning dari sejumlah negara akibat efek erupsi Gunung Agung, yang mengakibatkan menurunnya kunjungan wisata ke Bali,  membuat cemas, bahkan pesimis pelaku pariwisata bisa membalikkan keadaan dengan cepat. Namun dalam situasi yang tak menentu ini, justru sikap optimisme tumbuh dan muncul dari kawasan Bali Barat, Desa Pemuteran. 

I Gusti Agung Bagus Mantra, salah seorang pelaku pariwisata di kawasan Pemuteran yang  terlibat dalam event Pemuteran Bay Festival, mengatakan,  event ini  sejatinya telah diagendakan dalam agenda event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan telah  dipromosikan jauh jauh hari sebelumnya, melalui kegiatan roadshow serta pameran pariwisata di luar negeri. Festival ini, lanjutnya, dipersembahkan dengan semangat kebersamaan dan konservasi lingkungan.

Baca juga: KIA Tak Ada Kaitan dengan Urusan Sekolah, Denpasar Kehabisan Blangko

"Semoga dapat memberi manfaat kepada masyarakat, serta menjadi daya tarik wisawatan domestik maupun mancanegara sebagai  bonus liburan mereka di Bali di akhir tahun ini," beber pria  yang menjadi penggagas juga festival founder  Pemuteran yang mengelola sejumlah villa di kawasan Bali Barat ini, kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (5/12) kemarin di Pemuteran, Singaraja.

Dalam festival ini, lanjut owner Pregina Art & Showbiz Bali ini, akan diselenggarakan doa bersama dan pergerakan kebersamaan kemanusiaan untuk membantu para pengungsi Gunung Agung. 
Terkait travel warning, diakuinya memang sangat berdampak terhadap kedatangan wisatawan. Namun, sejauh ini jika mereka mengetahui keadaan sebenarnya, lanjutnya, mereka tetap datang justru memberi support terhadap Bali yang sementara ini masih dalam status yang belum bisa diprediksi kedepannya.

"Setiap langkah tentunya perlu pertimbangan yang matang dalam penyelenggaraan event festival khususnya, karena persiapan sudah dilaksanakan jauh jauh hari sebelumnya, jadi kita mesti positif thingking tetap berupaya," ujarnya.

Ditambahkannya, dari sisi festival kegiatan ini menjadi portfolio konten promosi yang berdampak panjang, dapat digunakan berkesinambungan sebagai bahan promosi pengenalan potensi wilayah.
Dikatakannya,  masyarakat Desa Pemuteran melalui Ikatan Pelaku Pariwisata Pemuteran (IP3), Yayasan Karang Lestari Pemuteran, serta dukungan pemerintah Kabupaten Buleleng dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, bekerja secara bersama dan telah melakukan persiapan jauh jauh hari sebelumnya untuk dapat mewujudkan Festival Pemuteran di tahun 2017 ini.

Tak ditampiknya bahwa potensi Desa Pemuteran sangat luar biasa. Berbagai penghargaan nasional dan internasional  diraih oleh Desa Pemuteran, menjadikan masyarakat Desa Pemuteran dengan semangat kebersamaan untuk tetap dapat berbagi dan menggemakan  semangat konservasi lingkungan, terutama terumbu karang melalui penyelenggaraan festival ini. 

Penghargaan yang diraih Desa Pemuteran, seperti  PATA Gold Award, Equator Prize Award UNDP, UNWTO Gold Award, dan berbagai penghargaan international lainnya. " Penghargaan  teranyar  yang diraih adalah ISTA Gold Award. Penghargaan ini diperoleh  berkat kerjasama semua lapisan, yaitu masyarakat, industri pariwisata, pegiat konservasi serta dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng," urainya.

Penyelenggaraan festival di tahun  ini diharapkan menjadi momentum oleh masyarakat Desa Pemuteran, untuk tetap menjaga dan mengembangkan dengan baik dan benar potensi desa, serta terus memperkenalkan dan mempromosikan ke dunia international.

Teluk Pemuteran dengan keindahan dan vibrasi harmoni alamnya,  menjadi salah satu tempat  damai untuk aktivitas spiritual. Jadi, dalam festival tahun ini juga fokus  memperkenalkan potensi wilayah melalui kegiatan spiritual olah jasmani dan rohani dengan yoga yang diselengarakan setiap hari pagi dan sore, mulai  14 -16 Desember .

Sejumlah  instruktur dan pegiat yoga  terlibat, di antaranya Anjasmara, Prisciliia, Bunda Dian Kania, Guru Made Sumantra, Instruktur Yoga Markandeya, Made Sulendra, dan Joni Agung. "Kegiatan Yoga ini terbuka untuk umum ,gratis selama kegiatan festival," terangnya.

Soal kuliner dan pertunjukan seni, juga dihelat setiap harinya selama 4 hari di lokasi Tanjung Budaya Pemuteran. Diisi dengan pameran seni kreatif serta industri pariwisata bahari, dan bazaar kuliner yang akan dibalut dengan pertunjukan seni budaya tradisi kontemporer dan musik.

Seniman Buleleng serta artis kenamaan Bali seperti Gus Teja World Musik, Joni Agung Double T, The Bodhi, Small Axe, Bintang, Relung Kaca, Gde Bagus X Factor, Rastafara Cetamol, Benih Kasih, akan turut memeriahkan acara.  

"Pada parade pembukaan akan dipersembahkan potensi seni budaya Pemuteran melalui parade busana kreasi kontemporer, marching band, jawara baleganjur dan tari kolosal Mutering Jagat," terang pria yang akrab disapa Gus Mantra ini.

Persembahan kuliner dan pertunjukan seni ini, lanjutnya,  selalu menjadi daya Tarik wisatawan serta masyarakat pada umumnya, karena mereka dapat menikmati beragam kemasan yang menyatu dalam kemeriahan.

Kemeriahan tak akan berhenti sampai di situ, karena ada lari yang dikemas dengan kemeriahan permainan tabur warna sebagai penutup festival. "Peserta akan dilepas di Pantai Bukit Ser, kemudian  berlari bergembira menyusuri Teluk Pemuteran hingga finish di Tanjung Budaya Dalem Pemuteran , yang berjarak kurang lebih 3 km " ujar Gus Mantra.

Lomba mancing, menggambar dan fotografi juga menjadi kemeriahan lainnya di ajang ini.
Ajang menarik lainnya, ada Plasticology Workshop yang  dipersembahkan oleh pegiat seni olah sampah plastik Made Bayak, yang  akan mengajak anak anak serta generasi muda untuk dapat berkreasi melalui media sampah plastik.

Para fotografer juga akan terlibat dalam sesi foto hunt yang akan dilombakan dengan metode fun foto hunt, dengan berbagai objek foto dari tradisi hingga keindahan alam, di mana sebelumnya akan diberikan workshop secara gratis oleh Dewandra Djelantik tentang Hospitality Commercial Fotografi.  

Maskot Garuda Konservasi Terumbu Karang

Pemuteran Bay Festival  2017 ini,  merupakan tahun pertama festival yang diselenggarakan di Pemuteran dengan mengangkat nama Pemuteran. Di mana dua tahun berturut  sebelumnya, festival diadakan dengan nama BBDF ( Buleleng Bali Dive Festival). 

Dikatakan Gus Mantra, setiap penyelenggaraan festival,  Pemuteran selalu menampilkan maskot seni sebagai akar konservasi. "Tahun ini Garuda adalah maskot dari festival, yang akan ditampilkan dalam bentuk dua karya patung Garuda dengan kombinasi ulatan besi  yang akan ditenggelamkan sebagai maskot konservasi struktur terumbu karang dengan teknologi biorock, " urainya.

Dipilihnya maskot Garuda, lanjut Gus Mantra,  karena Garuda bagi kepercayaan masyarakat Hindu Bali adalah kendaraan suci Dewa Wisnu sebagai dewanya  laut ( Baruna), serta Garuda sebagai lambang Negara.
Sampai saat ini lebih dari 77 struktur terumbu karang yang ada di bawah laut Pemuteran.

"Patung Garuda sebagai maskot konservasi ini akan diresmikan 13 Desember 2017,  ditenggelamkan 14 Desember pukul 14.00 Wita.  Proses instalasi Garuda ini akan melibatkan lebih dari 50 penyelam dan masyarakat," ulasnya.

Terkait dengan konservasi terumbu karang dengan metode biorock,  lanjutnya, pada tahun ini kembali diadakan workshop pengenalan dan pendalaman metode konservasi terumbu karang dengan teknologi biorock di Biorock Centrekarang Lestari Pemuteran.

Desa Pemuteran yang berada di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, tahun 2016 masuk dalam daftar rekomendasi tujuan wisata di Asia 2016 versi Lonely Planet. Pemuteran mengalahkan Kepulauan Trang di Thailand, Meghalaya di India, dan Taitung di Taiwan. Situs Lonely Planet mengakui pemandangan alam bawah laut yang menakjubkan merupakan alasan utama untuk menyambangi Pemuteran.

Di Pemuteran, wisatawan bisa menikmati aneka aktivitas wisata bahari, seperti snorkeling, jet ski, diving, atau melihat terumbu karang melalui kapal beralas kaca. Selain kawasan terumbu karang, Desa Pemuteran juga menawarkan kegiatan ekowisata penangkaran penyu.Berbeda dengan pantai-pantai di kawasan Bali Selatan, Pantai Pemuteran cenderung lebih tenang. Kebanyakan wisatawan mancanegara datang ke Pemuteran  untuk mencari ketenangan dan menjadikan tempat ini  sebagai tempat bermeditasi. 

(bx/rin/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news