Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Nego Sudikerta dan Rai Mantra Buntu, Paket Kerta Pasek Muncul Lagi

22 Desember 2017, 08: 00: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nego Sudikerta dan Rai Mantra Buntu, Paket Kerta Pasek Muncul Lagi

Gde Pasek Suardika (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Siapa penantang pasangan  calon yang diusung PDIP dalam Pilgub Bali, KBS-Ace (Wayan Koster – Cok Ace) belum juga lahir. Sebab koalisi beberapa partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) belum juga melahirkan pasangan calon. Ini akibat paket IB Rai D Mantra – Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta) atau sebaliknya Kerta-Mantra dikabarkan menemui “jalan buntu”. Akibatnya, kini kembali muncul paket Kerta  - Pasek (Sudikerta - Gde Pasek Suardika) dalam koalisi Bali Dwipa Jaya.

Buntunya komunikasi antara Rai Mantra (Walikota Denpasar) dan Sudikerta (Wagub Bali) akibat keduanya sama-sama ingin menjadi calon gubernur.

Dengan situasi ini, kembali muncul kabar teranyar. Bahwa Sudikerta tetap ngotot di DPP Golkar untuk maju menjadi Calon Gubernur. Bahkan Sudikerta disebut - sebut saat Munaslub sudah bergeriliya sampai, bertemu dengan Ketum Golkar terpilih Airlangga Hartarto. Dia menemui Airlangga tujuannya jelas, untuk memastikan tidak akan mau menjadi calon Wakil Gubernur Bali.

“Pak Ketua (Sudikerta) tetap ngotot menjadi Calon Gubernur, bahkan sudah sampai menemui Pak Ketua Umum (Airlangga),” kata sumber Koran ini di internal Golkar.

Bahkan menurutnya, walaupun masih masih pro dan kontra di jajaran Golkar, banyak juga yang bersimpati kepada Sudikerta, untuk tetap menjadi Cagub. Bukan malah dijadikan Cawagub. Dengan berbagai pertimbangan, yaitu Ketua Partai, loyalitas terhadap partai dan memang layak untuk jadi Cagub. Apalagi Golkar mampu mengusung calon secara sendiri.

“Respons sementara masih bagus, namun akan dibahas nantinya oleh Ketua Umum terpilih bapak Airlangga dengan Pak Sudikerta,” sambungnya.

Yang menarik adalah setelah, Sudikerta ngotot ingin maju sebagai Calon Gubernur, sudah melakukan pendekatan dengan Rai Mantra agar mau menjadi Wakil. Namun Walikota Denpasar itu enggan jika diberikan kursi wakil. Sehingga Sudikerta menentukan pilihan pada Calon Wakil lainnya, yaitu Gde Pasek Suardika (GPS).

Komunikasi dengan GPS memang sudah terbentuk jauh sebelumnya. Jika sebelumnya KRB (Koalisi Rakyat Bali) ingin mengusung Mantra - Kerta atau Kerta - Mantra. Ada arah koalisi Golkar dan Hanura, yaitu Kerta - Pasek (Sudikerta Gde Pasek Suardika). Yang akan diusung dengan nama Koalisi Bali Dwipa Jaya (KBDJ). Dengan situasi saat ini, Sudikerta disebut - sebut sudah berketetapan hati untuk bertandem dengan Pasek Suardika.

“Arah dan peluang terakhir kembali ke Kerta – Pasek, yang akan diusung Golkar bersama Hanura untuk sementara,” jelasnya.

Pasek sendiri bukan politisi sembarangan. Pasek pernah menjadi anggota DPR RI. Bahkan memecahkan rekor pertama sebagai putra Bali menjadi Ketua Komisi III. Kemudian lolos di DPD RI dan bergabung ke Hanura, Pasek juga adalah putra Bali satu - satunya yang bisa menjadi Wakil Ketua Umum di struktur Partai.

Nama Pasek juga sangat moncer di Bali, dengan gerakan - gerakannya yang selalu terdepan bersuara keras urusan Bali. Dikonfirmasikan ke Gde Pasek Suardika malah mengaku belum ada komunikasi pasti. Dia mengatakan jika jauh sebelumnya, memang sudah ada kesepakatan dan sudah memproses rekomendasi di DPP Hanura. Namun untuk saat ini memang belum ada lagi kepastian terkait Kerta – Pasek. “Sampai saat ini kami belum ada kepastikan dan komunikasi untuk itu, (Kerta - Pasek),” jelas Pasek.

“Jika dulu memang ada, bahkan sudah membahas rekomendasi di DPP. Kalau sekarang belum,” jelasnya.

GPS mengatakan, bahwa saat ini dirinya tetap fokus dalam tugas tugasnya. Namun dirinya mengaku, jika ada rencana untuk mengusung calon dengan Hanura, bahkan muncul lagi Kerta - Pasek dia berharap agar ada langkah cepat. Langkah serius untuk dibahas lagi dari awal. “Kami ingin dengan orang serius, mengambil langkah cepat dan jika memang adalah seperti itu bahas lagi dari awal,” tandas mantan politisi Demokrat ini.

Sedangkan Sudikerta sampai kemarin belum bisa dikonfirmasi. Namun sebelumnya sudah memastikan untuk tetap maju sebagai Calon Gubernur. Sedangkan Sugawa Korry selaku Sekretaris DPD I Golkar Bali juga sebelumnya mengatatakan bahwa usai Munaslub akan ada pembahasan khusus antara Ketua DPD I Golkar dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto. 

(bx/art/gus /yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia