Selasa, 25 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Koster: Kalau Bilang Jele Melah Nyama Gelah, Artinya (Pastika) ke Kita

08 Januari 2018, 20: 10: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Koster: Kalau Bilang Jele Melah Nyama Gelah, Artinya (Pastika) ke Kita

MENDAFTAR: Pasangan KBS-Ace saat mendaftar ke KPUD Bali, Senin (8/1). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Mendapat “kode” dukungan dari Pastika, langsung diapresiasi oleh Wayan Koster yang akan maju dalam Pilgub Bali berpasangan dengan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace).

Koster yang diusung oleh koalisi PDIP, juga mengapresiasi langkah Gubernur, yang melakukan pemantauan ke KPUD Bali.

Namun dengan adanya ungkapan “Jele melah, nyama gelah” itu menunjukkan bahwa memang Mangku Pastika dukung KBS – Ace. “Kalau memang bilang seperti, itu artinya memang sudah ke kita. KBS – Ace, sing ade len buin (ndak ada yang lain lagi, Red),” seloroh Koster sambil tersenyum.

Sedangkan terkait komunikasi dengan Mangku Pastika, Koster menyebut belum ada secara khusus. “Ndak ada, kami tidak ada komunikasi khusus,” jelasnya.

Uniknya lagi, jika mengacu ke tahun Pilgub sebelumnya, tahun 2008, Mangku Pastika dan Puspayoga bertandem namanya Pasti - Yoga. Kemudian tahun 2013 bertarung, Pasti - Kerta (Pastika – Puspayoga) dan PASS (Puspayoga Dewa Sukrawan). Saat itu Bali begitu tegang, hingga akhir Pasti - Kerta menang. Namun belakangan sangat jarang bertegur sapa.

Dan kemarin, dalam acara pendaftaran pasangan Calon KBS - Ace, Gubernur Mangku Pastika dan Puspayoga sempat bertemu di ruang transit KPUD Bali.

Mereka bertemu sekitar 15 di dalam. Selain Mangku Pastika dan Puspayoga, ada pasangan calon dan tokoh lain, sepeti Adi Wiryatama, Agus Suradnyana, ketua KPUD Bali Raka Sandi dan lainnya.

Saat Mangku Pastika dan Puspayoga di ruang transit, di luar banyak orangg ngobrol, "Bih Pak Mangku ketemu Puspayoga di dalam," celetuk beberapa orang. 

Dan ternyata memang sempat bertegur sapa dan bersalaman dengan lawa lepas.

Sebelumnya, saat pendaftaran ke KPUD Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika datang mengecek kesiapan panitia Pilgub tersebut. “Jadi saya ini Pembina politik dalam negeri. Saya ingin memastikan bahwa, Pilgub ini aman, damai dan bermartabat. Tidak ada politik uang,” jelasnya.

Namun ketika ditanya arah dukungan politik, Mangku Pastika mengatakan bahwa jangan ditanya. "Jangan ditanya, kalo ada orang bawa ember dan handuk. Itu apa artinya, artinya mau mandi," jelasnya sambil tertawa.

Kemudian, tokoh PDIP asal Buleleng Ketut Kariyasa Andyana nyeletuk. "Nyame Buleleng Pak Gub?" tanyanya. Mendapat pertanyaan seperti itu, Mangku Pastika langsuung berteriak. "Jele melah?" teriak Mangku Pastika. Dijawab kerumunan massa. "Nyame Gelah!" jawab masa. "Ha ha ha, jele melah nyame gelah," kata Mangku Pastika.

Slogan itu adalah slogan orang buleleng dalam dukungannya terhadap KBS - Ace.

Selain itu, ketika ditanya terkait istilah bawa handuk mau mandi, Mangku Pastika malah melemparkan jawaban kepada Kariyasa. "Kalau arti lain mau mandi itu, tanya Kariyasa saja," selorohnya.

Kemudian Kariyasa Andyana menyambar dengan pernyataan dukungan ke KBS-Ace. "Karena saya dukung KBS - Ace, berarti Pak Gub ke KBS – Ace juga," kata politisis yang duduk di DPRD Bali ini.

“Saya pastikan, Pak Gubernur pasti bergabung ke kami untuk memenangkan KBS – Ace, kapasitas pribadi sebagai tokoh Bali,” jawab Kariyasa.

(bx/art/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia