Sabtu, 20 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Gek Rempongs; Awalnya Mau Menolong Teman, Kini malah Keterusan

Minggu, 14 Jan 2018 13:06 | editor : I Putu Suyatra

Gek Rempongs; Awalnya Mau Menolong Teman, Kini malah Keterusan

NGAYAH: Jusna saat memerankan lakon Liku. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Seni Bondres memang tidak bisa terlepas dari lawakan yang siap mengocok perut siapa saja yang menontonnya. Biasanya Bondres tampil diberbagai acara Yadnya yang digelar umat Hindu yang bersifat Seni Balih-balihan. Dalam suatu grup Bondres, salah satu sosok yang paling menonjol adalah Liku. Dan salah seorang pemuda di Tabanan sukses adalah Gek Rempongs. Siapa dia? 

 

Tokoh Liku di sejumlah kelompok Bondres di Bali selama ini memang banyak dibawakan oleh laki-laki. Namun mereka sukses membawakan tokoh Liku tersebut menjadi sosok seorang putri yang cerewet dan lucu. Seperti halnya I Komang Muliadi Jusnaedi, 25, pemuda asal Banjar Penarukan Kelod, Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan yang satu tahun belakangan ini berhasil menarik hati masyarakat Bali dengan perannya sebagai Liku dalam Sekaa Bondres Canging Mas.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), dirinya menceritakan jika tidak pernah menyangka bahwa akan bergabung dalam Sekaa Bondres Canging Mas apalagi sampai membawakan tokoh Liku meskipun sejak kelas VI SD dirinya memang sudah sering mementaskan tarian Bali dan sejak kelas IV SD memang suka menari modern dance. Sampai akhirnya di akhir tahun 2015 lalu ia mendapat tawaran untuk ngayah di salah satu Banjar di Desa Penarukan dengan membawakan tokoh Liku. “Saat itu saya ditawari untuk membawakan tokoh Liku oleh teman saya yang namanya Ari Marantika ‘Kapuk’. Teman saya ini sudah lebih dulu mengenal dunia Bondres,” ujarnya.

Tawaran tersebut tidak serta merta diterima oleh pemuda yang akrab disapa Jusna tersebut. Selain tidak percaya diri, ia pun awalnya enggan bertingkah layaknya wanita di atas panggung. Namun karena terus dirayu, akhirnya Jusna menyanggupi tawaran tersebut demi membantu temannya. “Setelah di panggung ternyata teman saya merasa cocok dengan saya sehingga saya diajak untuk membuat grup untuk sekadar ngayah di Banjar atau di Pura-Pura,” imbuhnya.

Keseriusan Jusna berlatih untuk bisa membawakan peran Liku semakin diasah ketika ia berkenalan dengan I Putu Purnawan yang biasa memerankan tokoh Made Rai pada Sekaa Bondres Akah Canging yang namanya juga banyak dikenal masyarakat. Dari sanalah pemuda lulusan Jurusan Sendratasik di IKIP PGRI Bali tersebut kemudian diajak untuk bergabung ke Sekaa Bondres Canging Mas yang ada di Tabanan.

“Beliau lah yang kemudian mengajarkan saya bagaimana pakem Liku yang benar, karena menari Liku itu tidak gampang, harus bisa Mekidungnya juga dan bisa melawak. Lalu saya diajak ngayah di beberapa lokasi, sampai akhirnya saya dinilai cukup sukses saat menari di Art Center barulah kemudian saya bergabung di Sekaa Canging Mas,” papar pemuda kelahiran 16 Maret 1992 tersebut.

Meskipun terbilang baru di dunia Bondres, nama Liku ‘Gek Rempongs’ kini sudah banyak dikenal masyarakat di Bali. Bahkan dalam satu bulannya ia bisa ngayah sebanyak 10 kali. Nama Gek Rempongs sendiri sesuai dengan tingkah Liku yang selalu Rempongs dalam penampilannya di atas panggung alias repot sendiri.

Namun perjalanan Jusna dalam menjadi Liku tidak mudah. Karirnya bahkan sempat ditentang almarhum ayahnya I Ketut Sibia. “Dulu almarhum Ayah saya tidak mengizinkan saya menjadi Liku, karena Beliau takut jika peran saya menjadi wanita bisa terbawa sampai di kehidupan sehari-hari. Karena saya sendiri juga memang anak laki-laki satu-satunya,” tutur anak ketiga dari empat bersaudara tersebut.

Akan tetapi kecintaannya pada seni tari begitu besar, terlebih ketika itu sang ayah dalam kondisi sakit sehingga tidak bisa menjadi tulang punggung keluarga, dan sang adik juga masih berkuliah sehingga membutuhkan biaya yang cukup banyak. “Saat itu saya menentang ayah saya, karena saya tetap pentas itu demi keluarga melihat kondisi keluarga saat itu sangat sulit. Sampai akhirnya sebelum ayah meninggal Beliau berpesan untuk boleh meneruskan karir di Bondres,” lanjut putra dari Ni Wayan Setri tersebut.

Kini berkat keseriusannya dalam menekuni seni Bondres, nama Gek Rempongs semakin bersinar. Tidak hanya menari Liku dalam Bondres, tokoh Gek Rempongs juga banyak diundang untuk menjadi MC dan Joged Bumbung dalam berbagai acara di Bali. Meskipun tak sedikit kendala yang ia hadapi ketika pentas, mulai dari dianggap ‘garing’ sehingga tidak ada penonton yang tertawa hingga diteriaki ‘bencong’, namun semua dijalani Jusna dengan santai dan sabar.

Dan sebagai wujud pengabdiannya untuk seni dan budaya Bali, Jusna bersama adiknya Ni Luh Gek Ninik Tuti Nuryanti juga membuka sanggar tari di rumahnya untuk berbagi ilmu tari kepada generasi muda di sekitar rumahnya.

“Selain menyalurkan hobi, menjadi Liku juga adalah bentuk pengabdian saya sebagai generasi muda untuk melestarikan seni dan budaya yang kita miliki,” pungkasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia