Sabtu, 20 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Dukung Paket Suwasta, Kader Hanura Diminta Mundur, Atau Dipecat

Senin, 15 Jan 2018 08:00 | editor : I Putu Suyatra

Dukung Paket Suwasta, Kader Hanura Diminta Mundur, Atau Dipecat

Ketua DPC Hanura Klungkung, I Wayan Suyasa (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Polemik DPC Hanura Klungkung terkait surat rekomendasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Klungkung mulai mereda. Ini setelah DPC Hanura  Klungkung mengaku mengantongi rekomendasi untuk Paket Tjokorda Bagus Oka - I Ketut Mandia (Bagia) yang diusung PDIP dan PKPI. DPC Hanura  pun sudah melakukan rapat konsolidasi, Sabtu (13/1) lalu.

Ketua DPC Hanura Klungkung, I Wayan Suyasa mengatakan, salah satu hasil rapat itu yakni mempersilakan kader Hanura mengarahkan dukungan kepada paket di luar Paket Bagia. Namun dengan catatan harus mengajukan surat pengunduran diri sebagai kader Hanura. Pihaknya tidak ingin ada duri dalam di tubuh Hanura.  

“Silahkan memilih dengan hati nurani, dibebaskan kok,” tegas Suyasa saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (14/1).

Tidak dipecat? Politikus asal Kemoning, Klungkung tersebut menegaskan pemecatan merupakan opsi berikutnya, ketika kader yang diketahui membelot tidak mengundurkan diri. “Jangan sampai melukai partai, kalau tetap mendukung Paket Suwasta (I Nyoman Suwirta- I Made Kasta), silahkan mundur. Kalau tidak mau mundur, lain lagi ceritanya,” terang Suyasa.

Pada rapat Sabtu lalu, tak ada kader yang secara terang-terangan bakal mengarahkan dukungan ke Paket Suwasta. Semua yang hadir, termasuk  Anggota Dewan Penasehat DPC Hanura, I Dewa Gede Alit Saputra yang ikut pendaftaran Paket Suwasta ke KPU Klungkung diklaim sepakat mendukung Paket Bagia.

“Semua sepakat mendukung Paket Bagia. Semua sudah aman, tidak ada kisruh lagi,”  cetus dia.

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Hanura Bali Made Sudartha, dan beberapa pengurus lainnya. Dari DPP hadir Korwil Bali, NTB dan NTT Hanura Kadek “Lolak” Arimbawa. Sedangkan dari DPC hadir pengurus lengkap. Pihak DPP sudah menjelaskan, rekomendasi telat turun yang berakibat Hanura tak bisa menjadi pengusung karena terlalu banyak rekomendasi harus diurus DPP. Sehingga membuat kader di bawah dikabarkan pecah kala itu.

“Setelah mendapat penjelasan, akhirnya DPP minta maaf, dan kader juga minta maaf. Semua permasalah sebelum ada rekomendasi sudah clear. Sekarang fokus pemenangan  Paket Bagia,” katanya. Penyerahan rekomendasi kepada Paket Bagia masih menunggu waktu yang tepat. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia