Sabtu, 20 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Geng Motor Bau Kencur Pembunuh Darius Semuanya Broken Home dan Miskin

Senin, 15 Jan 2018 08:00 | editor : I Putu Suyatra

Geng Motor Bau Kencur Pembunuh Darius Semuanya Broken Home dan Miskin

SAKSI: IKKF yang juga merupakan rekan begal cilik usai dimintai keterangan di Mapolsek Denpasar Barat, Minggu (14/1). (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Para anggota geng motor bau kencur yang melakukan pembunuhan terhadap Darius Taba Kababa, 32 di Kwanji, Dalung, Rabu lalu (10/1), rata-rata adalah anak broken home dan tidak mampu. Bahkan, salah satunya adalah yatim piatu.

Nasib mujur dialami IKKF, 15, karena statusnya sebagai saksi dalam pembunuhan Darius Taba Kababa, 32, warga NTT. Setidaknya lebih mujur tinimbang ketujuh rekannya. Pihaknya tidak ditahan dan juga diplontos kepalanya.

Ditemui usai menjalani sejumlah pemeriksaan oleh Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Minggu (14/1), remaja yatim tersebut tak banyak bicara. Nampak raut mukanya setengah tidak yakin bahwa nasibnya bisa diselamatkan.

Kesaksian penusukan yang dilakukan rekannya pada Rabu (10/1) dini hari sekitar pukul 04.00 wita di depan Sekolah Dasar Imanuel Dalung, Jalan Raya Dalung, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara hingga berujung penahanan para pelaku. Andaikan pihaknya turut turun tangan saat itu, pastilah tak beda jauh nasibnya dengan ketujuh rekannya.

IKKF kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengaku diajak rekannya tersebut. Hanya ikut - ikutan keluar malam bersama rekannya. Namun IKKF mengaku tidak tahu menahu terkait kegiatan malam itu. Karena ini baru pertama kalinya juga keluar larut malam. Sampai di TKP kejadian IKKF menjadi saksi tewasnya Darius. Saat itu ketujuh orang rekannya melakukan pemukulan hingga dua di antaranya menusuk korban.

"Ndak ikut mukul. Saya hanya lihat saja," terangnya.

Malam itu sebelum keluar, sebenarnya sang ibu telah mengingatkan agar tidak keluar rumah. Kareana bisa masuk penjara. Entah firasat apa saat mendapati nasihat sang ibu tersebut.

"Sebelum keluar rumah ibu sempat kasih tahu agar jangan pergi malam - malam nanti bisa masuk penjara," ujarnya.

Saat itu IKKF dijemput beberapa rekannya di rumahnya di Jalan Cokroaminoto gang rampai Denpasar dan langsung keluar malam. Hingga akhirnya terjadi kejadian tersebut.

Di usianya yang masih muda dia harus putus sekolah lantaran hanya ibunya yang diandalkan untuk semua pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Sebagai tulang punggung, kerjaannya yang tidak mapan sebagai serabutan, tak mampu untuk membayar biaya sekolahnya. Sehingga harus putus sekolah.

"Belum tamat SMP sudah keluar. Ndak ada biaya untuk bayar," terangnya.

Pihaknya mengaku ini pengalaman pertamamya sebagai saksi di Kepolisian atas kasus yang menyeret rekan - rekannya. Melihat ketujuh rekannya dicukur gundul, IKKF sempat khawatir jika dirinya juga bakal kehilangan rambut kesayangannya. Namun setelah statusnya sebagai saksi, akhirnya IKKF bisa sedikit bernafas lega.

"Ndak kebayang jika digundul, saya ndak ikut - ikutan hanya melihat saja," ujarnya sambil pegang - pegang rambut sambit tersenyum kecil.

Ditahannya rekan - rekannya serta pihaknya yang dimintai keterangan oleh polisi pun tidak diketahui oleh orang tua masing - masing pelaku. Hingga akhirnya pihak kepolisian melayangkan surat kepada orang tua masing - masing.

Disinggung perasaan ibunya jika mengetahui hal tersebut IKKF hanya diam saja.

"Ibu sama sekali gak tahu kalau sekarang saya di kantor polisi sebagai saksi," terangnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Denpasar Barat Iptu Aan Saputra R.A menyampaikan bahwa sebagian dari begal cilik tersebut telah menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut mereka didampingi orang tuanya masing - masing.

"Iya dalam pemeriksaan harus ditemanin. Semalam sudah dan sisanya besok pagi (hari ini) sekitar pukul 09.00 wita," terangnya Minggu (14/1).

Dari hasil pemeriksaan pelaku mereka mengakui bahwa melakukan pembegalan tersebut sejak Oktober tahun lalu. Sedangkan hasil pengembangan kasus yang dilakukan di Jalan Gatot Subroto Barat di Depan Masjid Al-Furqon di antara telah diamankan semua motor yang dilakukan untuk pembegalan. Untuk motor Vario hitam kini sudah ditahan di Mapolsek Denpasar Barat, begitu juga motor Vario putih yang dipinjamkan di penitipan Sarif Ubung juga sudah diamankan.

"Yang motor Karisma menurut keterangan pelaku hilang 3 hari setelah melakukan di TKP Gatsu barat," terangnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, para begal cilik tersebut adalah korban broken home. Hampir semua orang tua semua pelaku adalah buruh bangunan. Bahkan, pelaku yang berinisial MR, 16, merupakan anak yatim piatu. "Satu orang diantara pelaku MR nihil identitas. Dia yatim piatu," imbuhnya.

Sementara, setelah dikorek - korek lebih lanjut para tersangka mengakui beberap TKP yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Bahkan untuk memproses barang curiannya. TKP lain adalah di SMP 5 Ubung dengan hasil curian handphone Samsung J2 hitam yang akhirnya dijual di Monang - Maning serta mengambil 4 bungkus rokok Dunhill hitam.

"Kalau TKP perusakan motor Vario Putih di Jalan Buluh Indah. Dan di Warung Bung Tomo mengambil rokok dan minuman ringan susu Bearbrand, teh pucuk, kratindaeng dan tabung gas kecil yang kosong," jelasnya.

Tak cukup di situ. Begal cilik ini juga mencuri di salah satu warung di Sesetan dengan hasil 2 buah handphone Iphone 5 yang diperbaiki di konter Ubung. Namun salah satu konter yang ditunjuk pelaku dalam kondisi tutup. Sementara handphone Xiaomi sudah berhasil diamankan.

Untuk dikertahui, polisi akhirnya menangkap anggota geng motor melakukan perampokan dan pembunuhan di depan SD Immanuel Dalung, Jalan Raya Dalung, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Rabu (10/1). Para pelaku diangkap di beberapa tempat di kawasan Ubung, Jumat malam (12/1) sekitar pukul 21.00. Dari delapan pelaku, polisi baru berhasil menangkap tujuh orang yang usianya antara 13-17 tahun. Mereka juga geng motor yang sudah beraksi di banyak tempat.

Ketujuh orang tersebut adalah AN, 15, tinggal di Jalan Pidada 13; Ar, 15 (Jalan Ken Umang, Benoh); MR, 16 (kios terminal Ubung); FAP, 17 (Jalan Pidada 13), Yd, 13 (Jalan Ken Umang, Benoh); DR, 17 (Jalan Pidada 9 Ubung); dan SGIR, 15, alias Codet yang tinggal di Banjar Tandek, Kuta Utara. Sementara seorang rekannya berstatus saksi adalah IKKF, 15. 

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia