Senin, 15 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Air Terjun Leke-Leke, Surga Tersembunyi di Tabanan

Senin, 15 Jan 2018 10:11 | editor : I Putu Suyatra

Air Terjun Leke-Leke, Surga Tersembunyi di Tabanan

EROPA : Air Terjun Leke-Leke menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan asing, khususnya wisatawan asal Eropa. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Destinasi wisata alam di Tabanan tidak saja terbatas pada pesona Jatiluwih , namun masih  banyak 'surga tersembunyi' yang belum dikelola  maksimal, seperti  Air Terjun Leke-Leke yang lebih dikenal dengan nama Leke-Leke Waterfall.


Air Terjun Leke-Leke alias  Leke-Leke Waterfall di Banjar Mekar Sari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, kini menjadi salah satu tujuan wisatawan lokal maupun asing. Objek wisata yang  mulai diperkenalkan sejak  Maret 2017 ini, tidak saja menawarkan keindahan air terjun, namun juga menawarkan beragam fasilitas yang memanjakan para pengunjungnya.


Pendiri kawasan Wisata Leke-Leke Waterfall, Nyoman Sukania mengatakan,  aktivitas wisata di air terjun ini mengalami peningkatan yang signifikan. “Sebelum dikelola, masyarakat mengenal kawasan ini sebagai 'Kipuan Kebo' atau tempat permandian dan minum kerbau milik Ida Batara yang berstana di Pura Puncak Pegametan yang berlokasi di Desa Sulangai Petang,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group)  kemarin.


Karena merupakan kawasan yang sakral, lanjut Sukania,  maka pengelolaan air terjun ini tetap memperhatikan normal sosial dan kerifan lokal yang berlaku, sehingga aktivitas wisata  tidak menganggu aktivitas ritual yang dilakukan di kawasan Leke-Leke Waterfall ini.


Sukania mengatakan,  tidak perlu khawatir mengenai akses, karena dari Denpasar ataupun Kuta dan sekitarnya, wisatawan bisa dengan mudah menuju air terjun ini  menggunakan kendaraan roda dua taupun roda empat.

Air Terjun Leke-Leke, Surga Tersembunyi di Tabanan

(ISTIMEWA)

Jika dari Kota Denpasar, wisatawan bisa mencapai air terjun ini dari kawasan Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti. Sesampainya di Desa Mekarsari, di sebelah kanan jalan wisatawan akan menemukan petunjuk menuju air terjun ini .


Setelah mengikuti jalan setapak sekitar tiga kilometer menuju arah timur, wisatawan akan sampai di areal parkir air terjun Leke-Leke. “Setelah membeli karcis di loket yang dikelola oleh Leke-Leke adventure, pengunjung bisa mencapai air terjun dengan berjalan kaki sepanjang 500 meter,” lanjut Sukania.


Wisatawan tidak perlu ragu , lanjutnya,   karena akses jalan menuju air terjun sudah cukup bagus, bahkan di beberapa bagian jalan yang sulit, sudah disediakan pegangan  dari bambu, sehingga wisatawan bisa berjalan dengan aman.


Udara segar khas pegunungan akan menemani sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun. Pengunjung akan  dimanjakan dengan pemandangan yang hijau, karena kawasan ini merupakan kawasan perkebunan milik masyarakat.


Dikatakan Sukania,  perkebunan berisi beragam jenis buah-buah lokal yang saat ini mulai langka, seperti  buah sentul (kecapi), ciremai, badung, duku, majagawu, genitri, dan gunggung yang bentuk dan rasanya mirip stroberi. “Jika sedang musim berbuah, pengunjung bisa membeli langsung buah-buahan tersebut dari masyarakat, sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Setelah berjalan sekitar 30 menit, maka pengunjung akan sampai di areal air terjun, dan pemandangan air terjun setinggi 32 meter siap menjadi spot foto yang cantik bagi pengunjung. Selain mengabadikan momen di air terjun ini, wisatawan  juga dapat merasakan sensasi air yang dingin dengan cara mandi di bawah air terjun ini.


Sukania mengatakan, kawasan air terjun ini memang bisa digunakan sebagai areal permandian bagi wisatawan yang datang. Selain lokasi permandian yang sengaja dirancang bisa menampung pengunjung dalam jumlah yang besar,  kawasan ini juga dilengkapi dengan rest room yang bisa dimanfaatkan untuk berganti pakaian setelah berendam di sungai. 

Diminati Wisatawan Eropa

(ISTIMEWA)

Selain ramai dikunjungi  wisatawan lokal, baik dari Bali maupun dari Luar Bali, Air Terjun Leke-Leke juga menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan asing, khususnya wisatawan asal Eropa.
Seperti diakui Sukania, wisatawan Eropa yang datang ke air terjun ini, selain untuk menikmati keindahan air terjun,  juga datang untuk menikmati suasana alam yang masih asri. “Tren kunjungan tamu Eropa ke kawasan ini sangat tinggi, hal ini tidak terlepas dari minat wisatawan Eropa terhadap wisata alam yang sangat tinggi,” jelasnya.


Karena alam yang hijau menjadi daya tarik kawasan air terjun ini,  lanjutnya,  maka pihaknya terus berusaha mempertahankan keasrian alam dan keaslian cara hidup masyarakat .
Jika wisatawan Eropa  lebih tertarik untuk mengeksplorasi alam, berbeda dengan wisatawan lokal yang datang ke kawasan ini. Seperti yang dikatakan Sukania, selain ingin mengunjungi tempat ini sebagai tempat rekreasi, wisatawan lokal suka  melakukan aktvitas fotografi atau berswafoto.

Karena itu, Sukania  menyediakan beragam jenis fasilitas selfie, mulai dari tebing selfie yang cantik dengan latar belakang air terjun hingga angkul-angkul atau gapura khas Bali yang sengaja di pasang di depan air terjun. “Fasilitas ini kami sediakan karena minat selfie pengunjung lokal sangat tinggi, sehingga kami berusaha untuk menyediakan beragam sarana selfie yang menarik,” ungkapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia