Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Pasca Tahun Baru, Harga Telur Menurun

21 Januari 2018, 21: 35: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pasca Tahun Baru, Harga Telur Menurun

MENURUN: Peternak ayam petelur saat mengambil telur di peternakan milik I Made Remaja, Minggu (21/1). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Pasca perayaan tahun baru 2018, harga telur ayam di tingkat peternak menurun. Bahkan, peternak terpaksa memasarkan langsung telur ayamnya agar stok telur ayam tidak menumpuk yang dapat mempengaruhi kwalitas telur.

Seperti halnya yang disampaikan oleh peternak telur ayam di Banjar Mengesta, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, I Made Remaja, 58. Menurutnya sebelum pergantian tahun, harga telur ayam per butirnya mencapai Rp 1.300, namun pasca pergantian tahun harga telur ayam turun menjadi Rp 1.260 per butirnya. “Untuk penyebab turunnya saya kurang tahu, tetapi memang siklusnya seperti ini, sebelum hari raya atau perayaan besar harga telur cenderung naik, kemudian setelah hari raya atau perayaan berakhir harga telur mulai turun,” paparnya Minggu (21/1).

Dengan menurunnya harga telur, para langganannya pun mulai terlambat mencari stok telur ke kandangnya karena perputaran telur tidak begitu lancar di pasaran. Karena ketika harga telur mahal, para pedagang akan ramai berdatangan ke kandangnya untuk membeli telur, sedangkan disaat harga mulai turun permintaan pun menurun. Bahkan ia sendiri harus memasarkan telurnya dengan berkeliling. “Kalau tidak seperti ini, takutnya telur menumpuk di kandang dan kwalitasnya berkurang,” lanjut Remaja.

Pria yang memasarkan telur ke Badung, Denpasar hingga Jembrana ini mengatakan, meskipun harga telur ayam saat ini menurun, sejauh ini belum sampai membuat pihaknya merugi. Sebab menurutnya penurunan masih normal, lantaran penurunan harga telur bisa saja sampai pada angka Rp 1.000 per butirnya.

“Mungkin puncaknya pada bulan Februari atau Maret. Kalau saat ini masih untung lah meskipun sedikit,” imbuhnya.


Peternak yang memelihara 8.000 ekor ayam petelur ini setiap harinya menghasilkan 5.000 hingga 6.000 butir telur. Menurutnya saat ini harga pakan berupa jagung dan konsentrat pun masih normal sehingga keuntungan masih bisa ia raih. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia