Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Siswi SMP Tewas Usai Bercinta, Ariasa: Ini Tamparan Bagi Pendidikan

22 Januari 2018, 21: 34: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Siswi SMP Tewas Usai Bercinta, Ariasa: Ini Tambaran Bagi Pendidikan

I Kadek Ariasa (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Tewasnya LGDS, 14, siswi salah satu SMP di Tabanan setelah melakukan percintaan banyak tiga ronde dalam tiga jam mengundang komentar Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali. Salah satu Komisioner KPPAD Bali, I Kadek Ariasa mengatakan bahwa peristiwa itu menjadi tamparan kedua dalam dunia Pendidikan di Tabanan dan yang kesekian kalinya bagi dunia Pendidikan Bali. Selaku Komisioner Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Ariasa mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama semua komponen masyarakat mulai dari pendidikan di keluarga, pendidikan formal di sekolah, serta pendidikan dalam lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan keluarga dan pendidikan formal harus bekerja lebih keras agar mampu membentuk output generasi yang berkarakter mandiri, cerdas, berbudi pekerti luhur, dan bukan hanya pintar dalam bidang akademis saja. “Selain pintar dalam bidang akademis juga harus memiliki mental dan prinsif yang kuat sehingga lebih tidak mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan pendidikan yang kurang kondusif dan konstruktif,” imbuhnya.

Ia menambahkan, peristiwa ini juga menjadi tugas berat pemerintah sebagai pemegang kebijakan dari tingkat Kabupaten, Kota, sampai dengan Provinsi. Dimana Pemerintah harus betul-betul dituntut bekerja keras dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan program-program menyangkut keberpihakan terhadap anak. “Selayaknya pejabat Bupati atau Walikota sebagai pejabat politik dan publik tidah hanya sibuk mengurusi kepentingan politik jabatan dan kekuasaan tetapi sangat penting meningkatkan kepedulian dan keberpihakan terhadap kepentingan anak sebagai generasi penerus kita semua,” sambungnya.

Terlebih tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik, sehingga pihaknya sangat berharap agar hak suara masyarakat pemilih betul-betul diberikan kepada calon pemimpin dan wakil rakyat yang lebih peduli dan keberpihakan pada pendidikan dan perlindungan anak.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa mengejutkan ini terjadi di Tabanan. Seorang siswi SMP meninggal usai ‘indehoi’ dengan pacarnya, Minggu (21/1). Jenazah siswi asal Selemadeg berinisial LGDS, 14, ini pun dibawa ke RS Sanglah untuk diotopsi. Sedangkan pacar korban, GW, 25, asal Seririt, Buleleng, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pada hari Minggu (21/1) sejoli yang tengah dimabuk cinta ini bertemu di Air Terjun Singsing Angin yang berlokasi di Desa Apit Yeh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, sekitar pukul 13.00. GW selanjutnya mengajak korban pergi ke kos salah seorang saudaranya yang berinisial KG di Jalan Debes Gang IV Nomor C7, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

Sebelumnya dua sejoli ini kenal melalui BBM sejak 29 Desember 2017 lalu, dan menjalin hubungan pacaran. Keduanya pun beberapa kali ketemuan dan melakukan hubungan badan.

Sesampainya di kos, mereka mengobrol dan menonton TV kemudian berlanjut dengan berhubungan badan sebanyak tiga kali. Ketika berhubungan badan untuk kedua kalinya, GW mengakui kelamin korban mengeluarkan darah. Setelah selesai bercinta, GW pun pergi ke kamar mandi.

Namun sekembalinya dari kamar mandi, GW menyaksikan sang kekasih sudah tak sadarkan diri. Menurut saksi yang merupakan tetangga kos GW, sebelum GW memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit, ia sempat meminta minyak telon kepada tetangga kosnya untuk membangunkan korban. Namun karena tak mempan, korban pun dilarikan ke UGD BRSU Tabanan sekitar pukul 15.30.

Sayang, saat tiba di UGD BRSU Tabanan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia