Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Cok Rat Sebut Mega Mintanya Rai Mantra, tapi Yang Lain Tidak Setuju

06 Februari 2018, 20: 18: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cok Rat Sebut Mega Mintanya Rai Mantra, tapi Yang Lain Tidak Setuju

BERKUNJUNG: Cok Rat (kanan) saat disambut I Wayan Sukaja di kediamannya di Banjar Bugbugan, Marga Dajan Puri, Selasa (6/2). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sesepuh PDIP, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat menyatakan dirinya tidak takut dipecat oleh partai atas dukungan yang ia berikan kepada Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Hal itu disampaikan saat Cok Rat saat berkunjung ke rumah mantan politisi PDIP, I Wayan Sukaja di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa (6/2) sekitar pukul 14.25. Apa alasannya?

“Nyeh suba hilang (takut sudah hilang,Red). Kenapa harus takut dipecat, revolusi harus begitu, saya yang membangun PDIP di Bali,” tegas anggota DPD RI yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDIP Bali tersebut.

Statemen tersebut jelas semakin menguatkan bahwa Cok Rat masih tetap memberikan dukungannya kepada Rai Mantra dalam Pilgub Bali 2018. Terlebih menurut Cok Rat, PDIP di Bali saat ini tidak warnanya Megawati (Ketua Umum DPP PDIP Bali, Megawati Soekarnoputri) lagi karena banyak ada kelompok-kelompok yang tidak karuan sekarang ini. Dan Cok Rat menilai, apa yang diputuskan untuk PDIP Bali tidak diwarnai juga oleh Megawati. Dengan kata lain, Megawati setengah hati saat memutuskan untuk merekomendasikan paket KBS-Ace (Wayan Koster – Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati).

Baca juga: Walaupun Cantik dan Seksi, DJ Rizka Tonjolkan Kemampuan Diri

“Bu Mega mintanya Gus Rai (Rai Mantra), tetapi yang lainnya tidak setuju. Maka itulah Megawati tidak mewarnai PDIP di Bali. Sekarang entah siapa yang mengatur PDIP,” imbuhnya.

Cok Rat pun menambahkan, jika dirinya hanya berusaha untuk menjaga PDIP dari hal-hal yang tidak baik agar pamor dan citra PDIP tidak hilang. Karena menurutnya, partai merupakan pengemban demokrasi.

Dirinya juga meyakini, Rai Mantra dapat memenangkan Pilgub Bali 2018 dengan perolehan suara 60 persen. Maka dari itu dirinya meminta, kondisi yang sudah baik saat ini harus dijaga, termasuk kondisi di Tabanan yang merupakan kandangnya banteng.

“Situasi bisa saja berbalik kalau kita bekerja keras, pakai dana yang benar, ditambah dukungan relawan,” sambungnya.

Terlebih berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim PDIP, bahwa sentiment positif publik terhadap pasangan Mantra-Kerta presentasenya lebih dari 50 persen, sedangkan untuk pasangan KBS-Ace didominasi sentiment netral mencapai 70 persen. Yang artinya publik masih belum mau bersikap, apakah belum mengetahui atau belum memahami program KBS-Ace. Hal itu dibuktikan dengan video yang sempat ditunjukkan oleh Cok Rat.

Maka dari itu ia meminta masyarakat untuk memilih dengan hati nurani, dimana apabila ingin ada perbaikan dan perubahan maka masyarakat harus memilih figur yang jujur. “Kalau sudah terindikasi (korupsi) saja itu jangan dipakai, toh nanti akan kena juga. Kalau mau perbaikan maka cari sosok yang jujur,” tandas Cok Rat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Bali, I Wayan Sukaja mengaku memiliki semangat yang lebih untuk memenangkan Mantra-Kerta atas kedatangan sesepuh PDIP itu ke rumahnya. Disamping itu juga, ia juga mendapatkan banyak ilmu dari Cok Rat soal politik.

“Tentu saya sangat senang atas kedatangan beliau, meskipun mendadak, saya merasa ada semangat yang lebih untuk memenangkan Mantra-Kerta,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan jika perolehan suara Mantra-Kerta di Tabanan diprediksi paling buruk berada pada angka 50 persen. Namun apabila pihaknya bisa mempertahankan situasi, maka perolehan suara 55 persen bisa diraih di Tabanan.

“Kalau dilihat dari suara legislatif kubu KBS-Ace dan Mantra-Kerta tidak jauh berbeda, sekarang kubu Mantra-Kerta didukung relawan, kemudian kekuatan dari Cok Rat, kami rasa 55 persen itu tidak muluk-muluk,” sambung Sukaja.

Sekarang tinggal memastikan kekuatan di Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Denpasar, karena dengan partai pendukung yang solid maka kemenangan bisa diraih Mantra-Kerta. Sukaja pun meyakini hal tersebut, kendatipun KBS-Ace mengatakan tidak mau lagi mengalami kekalahan di daerah-daerah tersebut. “Karena kami lihat PDIP belum solid antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Itu kan baru perkataan saja, tapi perbuatannya belum.  Kalau memang solid kenapa dibiarkan Pak Cok Rat lepas, lalu bisa dilihat dari hasil survei, dan banyak lagi. Bagaimana mau menang?” pungkas Sukaja. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news