Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Silpa Rp 122 M, DPRD Karangasem Soroti Sinkronisasi Perencanaan

03 April 2018, 19: 55: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Silpa Rp 122 M, DPRD Karangasem Soroti Sinkronisasi Perencanaan

SERAHKAN LKPJ 2017: Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri (kiri) menyerahkan LKPJ 2017 kepada Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karangasem 2017,  Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2017 mencapai Rp 122,5 miliar. Hal itu disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat rapat paripurna penyampaian LKPJ 2017 di gedung DPRD Karangasem, Selasa (3/4). Selain membeber SILPA, Bupati Mas Sumatri dalam rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi itu juga merinci besaran pendapatan Rp 1,525 triliun, belanja Rp 1,506 triliun, pembiayaan Rp 102  miliar.

Jumlah SILPA itu pun menjadi sorotan DPRD Karangasem. Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi menilai SILPA itu termasuk tinggi. Hal tersebut terjadi diperkirakan karena tidak ada sinkronisasi antara perencanaan dengan pelaksanaan.

“Kalau namanya SILPA, tinggi itu tidak bagus. Serapannya kurang,” ujar Sumardi usai memimpin paripurna.

Sumardi pun menegaskan bahwa kalangan dewan bakal mencermati LKPJ saat pembahasan nanti. “Nanti setelah pembahasan baru muncul catatan dan rekomendasi. Seperti apa rekomendasinya karena itu termasuk tinggi,”  tegas Sumardi.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Karangasem I Made Sujana Erawan ditemui usai paripurna mengatakan, salah satu penyebab tingginya SILPA tahun lalu lantaran Karangasem dilanda bencana erupsi Gunung Agung sejak September 2017. Sejumlah kegiatan tak bisa dilaksanakan, khususnya yang berada di wilayah kawasan rawan bencana (KRB).

“Akibat bencana Gunung Agung jadi tidak maksimal, kegiatan tidak bisa dikerjakan, jadinya SILPA,” dalih Sujana Erawan.

Pernyataan Sujana Erawan tersebut dimentahkan anggota DPRD Karangasem I Gede Dana. Ditemui terpisah, anggota Komisi IV itu  menyebut bencana hanya dalih eksekutif.

“Erupsi kan September. Sebelum bencana sudah bisa dipakai uangnya. Bisa saja sih karena  bencana Gunung Agung, tapi saya kira tidak sampai ratusan miliar,” jelas Gede Dana.

Melihat tingginya SILPA itu, politikus PDIP ini mengaku bakal mencermati betul LKPJ tersebut. Ia pun mengingatkan, tingginya SILPA tidak bagus bagi pemerintahan, karena itu bukti pemerintah tidak bisa menyerap anggaran secara maksimal.

“Jangan bangga SILPA tinggi. Jangan merasa itu karena irit,” tegas Gede Dana.

“Jangan sampai SILPA tinggi, kemiskinan meningkat, pembangunan tidak jalan. Ini yang bahaya,” pungkas Gede Dana. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia