Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali

Melihat Potensi Anis Merah di Banjar Kebonjero, Desa Munduktemu

09 April 2018, 15: 13: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Melihat Potensi Anis Merah di Banjar Kebonjero, Desa Munduktemu

TERNAK : Peternakan burung, warga Banjar Kebonjero, Desa Munduktemu, I Ketut Agus Saputra, yang akan dilibatkan untuk turut melengkapi destinasi Desa Wisata Munduktemu. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Melancong ke Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan, tak akan lengkap jika tak mengunjungi ‘Istana Burung’ yang ada di Banjar Kebonjero, Desa Munduktemu. Seperti apa Istananya?

Disebut ‘Istana Burung’ karena memang di rumah salah seorang warga Banjar Kebonjero, Desa Munduktemu, I Ketut Agus Saputra, terdapat banyak rumah-rumah burung mulai dari Jalak Bali, Jalak Putih, hingga burung khas Pupuan, yaitu Anis Merah yang nama lokalnya adalah .'Punglor'. Agus Saputra sendiri merupakan penghobi sekaligus peternak burung yang sudah belasan tahun bergelut dengan urusan burung. Ia menjelaskan, bahwa awal mulanya hanya menangkar burung Jalak Bali dan Jalak Putih untuk melestarikan burung khas Bali tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, ia juga mencoba beternak burung Anis Merah.

 “Awalnya hanya hobi saja, terutama dengan burung Anis Merah yang kebetulan endemik burung di Banjar Kebonjero. Sehingga lima tahun belakangan ini saya mulai beternak Anis Merah,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin di Munduktemu.

Baca juga: Kelurahan Pemecutan Bulatkan Tekad Menangkan Koster-Ace

Ia menegaskan, sejauh ini belum bisa menangkar burung Anis Merah. Namun, bisa mendapatkan anakan burung Anis Merah dari para petani di kebun. Anak burung Anis Merah inilah yang kemudian dirawat hingga besar kemudian dijual. “Saya beli anakan burung Anis Merah dari para petani, karena burung ini banyak bersarang di kebun-kebun warga, kemudian saya rawat sampai dewasa, dan apabila ada yang berminat baru akan dijual,” paparnya. Hal itu dilakukannya guna menjaga populasi burung Anis Merah agar tidak punah. Aktivitas Saputra ini  mendapatkan dukungan dari Perbekel Desa Munduktemu I Nyoman Wintara. “Anakan burungnya saya beli saat umur 4 sampai 9 hari, kemudian saya rawat sampai umurnya 2 hingga 4 bulan, baru bisa dijual,” sambungnya.


Menurutnya, burung Anis Merah mulai bertelur sekitar bulan Desember hingga Mei setiap tahunnya atau pada saat musim hujan. Dalam satu periode tersebut, burung Anis Merah bisa bertelur hingga tiga kali. “Telurnya bisa dua butir, tiga butir, atau empat butir dalam sekali bertelur,” lanjutnya.


Selanjutnya, anakan Anis Merah yang sudah menetas dan ditemukan oleh petani akan dibeli oleh Saputra untuk diternakkan hingga berumur 3 sampai 4 bulan. Umumnya Anis Merah suka membuat sarang pada pohon salak, maupun kopi, namun tidak pada posisi yang tinggi. Anakan Anis Merah ini kemudian diberikan makanan 5-11. “Perlu ketekunan ekstra merawat Anis Merah ini, seperti halnya kita merawat bayi. Bedanya, kalau bayi sakit masih bisa menangis, kalau burung ini tidak bisa menangis,” ungkapnya, sembari mengatakan jika  merawat burung-burung tersebut, ia juga dibantu istrinya.


Dikatakannya, dari segi ekonomi,  ternak Anis Merah yang digeluti memang menguntungkan karena banyaknya penggemar Anis Merah. Namun tak jarang, ia juga merugi karena saat membeli anakan dari petani, belum tau persis modelnya, juga soal  betina dan jantan. Sedangkan Anis Merah akan dihargai mahal apabila memiliki ciri khas, yaitu memiliki teller dan gayanya tidak sama. “Peminatnya datang dari seluruh Indonesia, karena saya juga pasarkan lewat online,” sambungnya.


Ia menyebutkan untuk harga anakan Anis Merah berkisar dari Rp 700.000 dan Rp 800.000, sedangkan untuk Anis Merah yang sudah berumur 3-4 bulan dijual Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Sejauh ini, diakuinya yang menjadi kendala adalah permodalan. Bahkan, pada awal mulai beternak, banyak anakan Anis Merah yang mati karena kurang teliti. Namun, seiring berjalannya waktu, kini ia sudah mampu menernakkan sekitar 70 ekor Anis Merah.

“Untuk perawatan yang paling penting adalah menyemprotkan desinfektan pada kandang agar terjaga kebersihannya,” imbuhnya.


Saat ini Pemerintah Desa pun tengah menyusun Perdes tentang Pelestarian Alam untuk melestarikan habitat burung Anis Merah di wilayah Desa Munduktemu, agar tak punah. Anis Merah ini, lanjutnya,  ada dua jenis, yakni Merah dan Kembang. Ia  berharap kedepannya burung Anis Merah bisa tetap lestari di wilayahnya.


Perbekel Desa Munduktemu, I Nyoman Wintara mengatakan,  adanya masyarakat yang beternak burung Anis Merah akan dijadikan salah satu spot wisata di Desa Munduktemu yang kini tengah mempersiapkan sebagai Desa Wisata. Selain menikmati alam yang indah, dan wisata agro kebun kopi dan salak yang menawan, lanjut Nyoman Wintara, pelancong juga bisa belajar cara beternak atau mengenal lebih dekat satwa endemik Desa Munduktemu. “Sehingga semuanya akan menjadi satu paket yang komplet, apabila nantinya datang mengunjungi Desa Munduktemu,” tegasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news