Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Pak Oles: Tertibkan Wisatawan Yang Cari Makan di Bali

23 April 2018, 08: 25: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Tertibkan Wisatawan Yang Cari Makan di Bali

Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bali memang memiliki daya tarik luar biasa, hingga saat ini wisatawan tetap mengalir datang ke Bali. Namun dibalik rejeki yang tak putus untuk Bali, ada beberapa fenomena yang sangat mengusik terhadap pariwisata Bali. Yang terjadi saat ini adalah, banyak wisatawan yang malah dengan visa turis tetapi mencari makan di Bali. Ini akan menjadi masalah besar bagi Bali dikemudian hari.

Menurut Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, fenomena nakal sangat benyak terjadi. Wisawatan datang ke Bali, sampai di Bali berulah dengan melanggar hukum. Dia datang dengan visa turis namun malah mencari makan di Bali. “Sudah bukan rahasia lagi, begitu banyak praktek nakal orang asing di Bali. Datang sebagai wisatawan, sampai Bali malah cari makan. Ini pelanggaran hukum,” jelas politisi asal Bengkel, Buleleng ini.

Dia mengatakan, situasi ini akan semakin parah kedepannya jika tidak ada langkah tegas dari pemerintah. Pemerintah mesti lebih tegas untuk mengusut kasus ini. Jangan biarkan terus menjamur, pura – pura tidak tahu dan malah akhirnya menjadi masalah besar. “Tertibkan, jika sudah bandel deportasi. Jangan terima lagi model – model orang asing seperti itu. Mestinya dia berwisata menghabiskan uang, malah bawa uang pulang,” kata Mantan Calon Wakil Gubernur Bali ini.

Baca juga: Lidik Biogas, Kejari Klungkung Bidik Lebih dari Satu Tersangka

Tak hanya itu, bagi Pak Oles situasi ini akan menjadi ancaman serius bagi tenaga kerja di Bali. Bisa dibayangkan, ketika malah wisatawan itu datang ke Bali malah di Bali menjadi pemandu wisata. “Gimana mereka, sopirnya orang mereka, guidenya orang mereka, travelnya orang mereka, makan di restoran tempat mereka bahkan bisa bisa tukang parkirnya orang mereka. ini bahaya, orang Bali malah menjadi penontonya,” sambung Mantan Ketua DPD Hanura Bali ini.

Fenomena ini terjadi bagi wisatawan Tiongkok. Bahkan ketika ada prewed ke Bali, dia membawa sendiri juru rias dan personel lainnya. Pemandu wisatwannya orang Tiongkok juga. “Harus ditertibkan, ini sangat tidak sehat bagi pariwisata Bali kedepannya,” pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini.

 

(bx/art/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news