Senin, 21 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ini Foto-foto Para Cewek Kafe yang Beroperasi Dekat Pura di Denpasar

04 Mei 2018, 19: 43: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Foto-foto Para Cewek Kafe yang Beroperasi Dekat Pura di Denpasar

SIDAK: Pelaksanaan sidak oleh Satpol PP Kota Denpasar di kafe remang-remang Jalan Tangkuban Perahu, Gang Padang Gleria, Banjar Padang Sumbu Kaja, Padang Sambian Kelod, Denpasar Kamis malam (3/5). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sebuah tempat hiburan malam didatangai petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar. Kafe YPC yang terletak di Gang Padang Gleria, Banjar Padang Sumbu Kaja, itu sebelumnya memang sempat dilaporkan ke pihak desa. Bahkan pihak banjar setempat telah melakukan rapat agar ditutupnya kafe tersebut. Lantaran tempatnya berdampingan dengan sebuah pura dan belum mengantongi izin. Dalam sidak itu tujuh pekerja wanita penghibur diamankan petugas, dan dibawa ke kantor Pol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di sela-sela sidak berlangsung mengaku hal itu dilakukan karena sesuai pengaduan dari masyarakat. Terlebih mereka sendiri merasa terganggu dengan keberadaan kafe tersebut.

Ini Foto-foto Para Cewek Kafe yang Beroperasi Dekat Pura di Denpasar

“Ternyata setelah kita periksa sama sekali belum memiliki izin. Bahkan pihak desa dengan banjar adat di sini juga mengambil langkah duluan agar tidak beroperasinya hiburan malam di tengah pemukiman ini. Sebenarnya itu juga sebagai dasar kita bertindak,” jelasnya di Banjar Padang Sumbu Kaja, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Kamis malam (3/5).

Lanjutnya, secara hukum hiburan malam yang mepet pura itu termasuk melanggar ketertiban umum dan ketertiban usaha. Selain itu para pekerja yang kedapatan di sana terdapat tujuh wanita juga belum dilengkapi kartu identitas. Baik KTP ataupun surat keterangan berdomisili dari desa setempat.  Sedangkan yang bisa menunjukkan foto kopian identitasnya hanya satu orang pekerja saja, dan emam lainnya mengaku identitasnya hilang, bahkan ada juga mengaku lupa membawa dari kampung halamannya.

Ini Foto-foto Para Cewek Kafe yang Beroperasi Dekat Pura di Denpasar

“Maka ini kita akan proses secara hukum, sedangkan tempat hiburan ini ditutup atau tidak kita menunggu putusan dari sidang tipiring nanti. Kalau belum bisa menunjukkan izin sampai batas waktu ditentukan kita juga akan lakukan proses penyegelan, tapi sesuai prosedur yang berlaku. Terlebih ini di sebelah terdapat pura yang akan ada upacara keagamaan,” tegasnya.

Pada tempat yang sama, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra bersama Klian Adat Banjar Padangsumbu Kaja, IB Gede Sidiarta dan Kepala Dusun Banjar Padangsumbu Kaja, I Wayan Merta menjelaskan keberadaan kafe tersebut telah dikeluhkan warga sejak lama. Lantaran dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat setempat.

Ini Foto-foto Para Cewek Kafe yang Beroperasi Dekat Pura di Denpasar

“Keberadaan kafenya terlalu dekat dengan banjar bahkan pura yang merupakan kawasan tempat suci. Masyarakat di sini telah mengelukan hal ini sejak tahun 2012, ketika kafe tersebut masih bernama Kafe TC, sempat tutup namun dibuka kembali dengan nama berbeda yaitu Kafe YPC dan masih tetap dikeluhkan masyarakat. Karena lokasinya itu tetap sama dan dianggap mengganggu kenyamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

Pemilik kafe, IB Made Suta mengungkapkan usahanya itu merupakan usaha kecil-kecilan yang semulanya adalah sebuah warung biasa. Tujuh cewek yang bekerja sebagai wanita penghibur tersebut diakuinya juga baru datang dua hari yang lalu. “Dulu namanya Lia Rosa sempat tutup dan membuka warung biasa, tapi tidak ada pengunjung yang datang. Sedangkan sampai sekarang dikembangkanlah menjadi kafe kecil,” terangnya.

Salah seorang waitress, Lina Kristina mengaku bekerja di kafe tersebut karena diajak oleh temanya. Bahkan, orang tuanya sendiri telah mengetahui pekerjaanya sebagai waitress di kafe remang-remang tersebut.  “Kita kerjanya di sini hanya nuang-nuangin minuman dan memandu lagu saja, tidak lebih. Memang kalau bekerja di kafe kan tidak harus meladeni sampai yang lebih. Saya bisa kok jaga diri,” jelas perempuan asli Malang tersebut sambil memalingkan wajahnya. 

(bx/bay/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news