Senin, 16 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Usung Tema Biota Laut, BRC Pukau Penonton

12 Juni 2018, 11: 38: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Usung Tema Biota Laut, BRC Pukau Penonton

KREASI : Sejumlah peserta BRC menunjukkan hasil kreasi busana dari sampah berbentuk biota laut. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA- Suasana semarak terlihat di Taman Kota Singaraja, Senin (11/6) sore. Puluhan siswa jenjang TK, SD, SMP hingga SMA adu kreasi mengenakan busana berbahan daur ulang sampah di ajang Buleleng Recycle Carnaval (BRC), serangkaian Buleleng Education Expo (BEE) III tahun 2018.

Dengan mengusung tema “Biota Laut” para siswa kreatif ini mengolah sampah dari botol minuman, plastik pembungkus makanan, tutup botol dan sampah lainnya menjadi busana menyerupai biota laut yang sangat indah. Busana tersebut dibuat semirip mungkin dengan biota laut seperti penyu, kepiting, gurita, ikan, hingga terumbu karang. Tak pelak, pengunjung pun dibuat terpukau dengan kreasi pelajar ini.

Tercatat jumlah peserta yang ikut di ajang BRC ini sebanyak 85 peserta. Mereka berasal dari siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Kepesertaan kegiatan ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu Peserta Eksibisi sebanyak 42 orang yang berasal dari TK Rare Bali School sebanyak 22 orang, TK Dwi Bahasa Aura Sukma Insani sebanyak 29 orang dan SD Katolik Karya sebanyak 1 orang. Sedangkan peserta kompetisi diikuti oleh 43 pasang masing-masing berasal dari SD sebanyak 14 Pasang, SMP sebanyak 23 pasang dan SMA/SMK sebanyak 6 pasang.

Komang Devita Permata Apsari, siswi kelas VII SMPN 3 Sawan menuturkan busana biota laut berjenis terumbu karang ia buat selama 2 minggu bersama guru pembimbingnya. Busana itu dibuat dari botol minuman, plastik minuman, kain spanduk dan koran.

“Susahnya merancang di bagian roknya. Karena agak rumit. Semua bahannya diambil dari kantin sekolah yang dikumpulkan” ujar Devita kepada Bali Express (Jawa Pos Group) saat ditemui seusai carnaval.

Kepala Disdikpora Buleleng, Gede Suyasa mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah Mendukung Program Buleleng Bebas Sampah Plastik,, Buleleng Smile dari Pemerintah Kabupaten Buleleng serta Program Clean and Green Province dari Pemerintah Provinsi Bali. Suyasa menegaskan, tahun ini peserta murni menggunakan bahan dasar sampah. Ini dikarenakan tahun lalu banyak peserta membeli bahan plastik untuk desain busana.

“Semua bahan benar-benar dari sampah plastik. Dan didokumentasikan dengan bentuk video mulai dari mencari bahan, bagaiamana memprosesnya menjadi desain busana sehingga melahirkan hasil karya dalam bentuk fashion,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Buleleng Putu  Agus Suradnyana, berharap agar Buleleng Recycle Carnaval ini bukan semata untuk meraih juara. Namun terpenting dijadikan media untuk menyalurkan potensi, pengetahuan, dan daya kreatifitas seni generasi muda di Bali dan Buleleng pada khususnya.

Diharapkan kegiatan inipun dapat menanamkan kecintaan terhadap lingkungan. Sehingga  tidak sembarangan lagi membuang sampah, melainkan berinisiatif mendaur ulang limbah yang tidak terpakai.

“Semoga bisa memberikan vibrasi positif kepada generasi muda untuk bersatu padu dalam menghadapi persoalan/masalah lingkungan” harapnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia