Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Tekuni Ilmu Kanuragan, Mohon Berkah di Pura Dalem Prajurit

13 Juni 2018, 10: 04: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tekuni Ilmu Kanuragan, Mohon Berkah di Pura Dalem Prajurit

KHUSUS : Palinggih khusus dibuat sebagai pangayengan Ratu Gede Barong Landung di sebelah timur Pura Dalem Prajurit, karena masih ada kaitan dengan Kerajaan Bandingkan di masa lalu. (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pura Dalem Prajurit di Desa Medahan, Gianyar, konon erat kaitannya dengan Kerajaan Balingkang di masa lalu. Di kawasan  ini diyakini jadi tempat yang bagus untuk memohon tuntunan bagi penekun Ilmu Kanuragan atau Kawisesan.

Pura Dalem Prajurit  terletak di sebuah gang kecil di utara desa Medahan, Gianyar. Konon nama prajurit  diambil dari kisah perjalanan Gusti Agung Maruti di pesisir Utara Pantai Masceti. 

Menurut Pemangku Pura Dalem Prajurit,  Jero Mangku Wayan Suweda, Pura Dalem Prajurit dulunya berada di Desa Tegal Tugu, Gianyar. Karena masyarakat Tegal Tugu banyak yang pindah ke Desa Medahan, maka dibuatkanlah Pura Prajurit di Desa Medahan atas perintah Gusti Agung Maruti.
“Dahulu sebelum dibangun pura, disini ditemukan dua buah batu yang menyerupai lingga.  Gusti Agung Maruti kemudian mendapatkan pawisik untuk membangun sebuah pura di utara Desa Medahan, Gianyar, dan kemudian disebut Pura Prajurit,” ungkap Mangku Suweda.


Diberi nama Pura Prajurit karena  ada kaitannya dengan Kerajaan Dalem Balingkang yang ada di kaki Gunung Batur. “Ratu Niang dan Ratu Gede disini merupakan perwujudan dan Raja dan Ratu Dalem Balingkang. Beberapa patih serta prajurit setia beliau, juga berstana disini sebagai pelindung masyarakat Medahan. Lantaran itu pula, pura ini disebut Pura Prajurit,” ujarnya.


Salah satu abdi setia Ratu Gede Dalem Balingkang yang berstana di Pura Prajurit adalah Ratu Gede Pelopor.  Mangku Suweda memaparkan, Ratu Gede Pelopor adalah patih yang sangat cerdas dan piawai di medan pertempuran. Sebagai tanda kesetiaanya, Ratu Gede Pelopor diutus Raja Dalem Balingkang ketika itu, untuk membantu mengamankan masyarakat dari serangan musuh dan soal marabahaya lainnya. Atas pengabdiannya itu, ia diberi gelar Ratu Gede Pelopor dan berstana di Pura Prajurit hingga saat ini.


Ayah dua orang anak ini mengaku, rata – rata masyarakat  yang datang dan sembahyang ke Pura Prajurit memohon keselamatan serta kesuburan bagi hasil ladangnya. “Rata – rata profesi masyarakat Medahan adalah petani. Jadi, yang sering mereka mohonkan adalah keselamatan serta kesuksesan hasil pertaniannya,” ungkapnya.


Selain itu, Pura Prajurit  juga diyakini menjadi tempat favorit  bagi pedagang serta penekun ilmu kawisesaan.  “Beliau Ratu Gede dikenal sakti dan sangat royal. Makanya, rata – rata yang datang sebagian besar adalah para pedagang dan penekun spiritual,” ujarnya.

Menurut pengakuan mereka yang datang, lanjutnya, kebanyakan mengaku mendapat pawisik (petunjuk niskala) untuk datang. Bahkan, tak jarang ada pamedek dari luar daerah Gianyar yang datang berulang kali. Setelah ditanyakan tujuannya, ternyata erat kaitannya dengan upaya untuk melancarkan sekaligus diberkati soal keilmuan yang ditekuni, sekaligus mohon.kawisesan. Mangku Suweda mengatakan, ada beberapa pamedek mengaku mendapat paica (benda bertuah).

" Ada pamedek mengaku mendapatkan sebuah benda pusaka dari Ratu Gede Dalem Balingkang. Namun, saya tak pernah melihat secara langsung,” ungkap Mangku Suweda.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia