Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Pak Oles: Berjuang untuk Menjaga Karakter dan Kebudayaan

30 Juli 2018, 12: 16: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Berjuang untuk Menjaga Karakter dan Kebudayaan

I Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bali mampu seperti saat ini, tak lain karena budaya. Kebudayaan Bali mampu memberikan karunia Bali sampai saat ini. Menurut Caleg DPR RI ini, Kebudayaan mesti dijaga dan dirawat. Bahkan dirinya akan berjuang serius ketika nanti terpilih duduk di DPR RI, berjuang menjaga karakter dan kebudayaan Bali.

Menurut I Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, Bali mampu bertahan bahkan Berjaya dari kebudayaan. Kebudayaan Bali membuat wisatawan mengalir ke Bali, ini yang membuat Bali bisa hidup dari Pariwisata. “Namun situasi saat ini, sumber dari pariwisata Bali yang menjadi sumber hidup Bali, mulai rapuh. Kebudayaan Bali mulai bergeser dan mulai mengkawatirkan,” jelas Mantan Calon Wakil Gubernur Bali ini.

Pak Oles mengatakan, orang Bali yang santun mulai bergeser. Jika zaman dulu, ada satu wisatawan masuk kampung, semua menyapa dengan ramah. Saat ini sudah mulai tidak. Kemudian Bahasa Bali, Sastra Bali dan rasa kekeluargaan orang Bali mulai pudar. “Kondisi ini yang harus dijaga, jangan sampai lupa Bahasa Bali, tulisan Bali dan lainnya,” kata Pak Oles.

Baca juga: Ratusan Lansia Diajak Wisata Religi ke Pura Tirta Empul

Politisi Demokrat asal Bengkel Buleleng ini mengatakan, dirinya dengan semangat dan keyakinan kuat akan berjuang untuk lolos ke DPR RI. Yang akan diperjuangkan di Senayan kelak salah satunya adalah masalah kebudayaan Bali. “Saya ingin berjuang, kebudayaan Bali mesti dikuatkan bukan dilemahkan. Karena dengan kuatnya kebudayaan, Kebhinekaan Negeri ini masih terjaga,” jelas Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali ini.

Bahkan salah satu pengusaha sukses Bali ini mengatakan, ketika bicara kebudayaan tentu SDM dan karakter manusia Bali yang harus dijaga. Pak Oles mengatakan untuk di Bali mesti ada program yang harus dibantu secara khusus oleh pemerintah pusat. Misalnya Pasraman Hindu sejak TK, kemudian naik ke SD, SMP dan SMA. “Mesti ada waktu untuk pasraman hindu, dengan waktu yang lebih banyak lagi sejak TK, SD hingga SMP dan SMA,” jelas Mantan Ketua DPD Hanura ini.

Kemudian Pasraman ini yang menguatkan materi tentang adat, budaya, dan agama Hindu. Bagaimana anak – anak itu bisa mendapatkan pendidikan dengan Bahasa Bali dan menulis Bali lebih kuat dan lebih banyak. “Semakin banyak manusia Bali tidak bisa bahasa Bali dan menulis Bali, semakin pudar budaya Bali. Karena sastra tentang kebudayaan Bali masih dengan tulisan Bali,” kata Pak Oles.

Baginya karakter yang harus di bangun lebih awal untuk mampu mewujudkan kebudayaan Bali yang kuat. Ketika karakter SDM Bali sudah mulai tidak berbudaya, secara otomatis kekuatan Bali akan pudar juga. “Karakter SDM Bali mesti berkarakter, paham atas adat, budaya dan Agama Hindu. Kemudian mampu mempertahankan kebudayaan, baru akan bisa ada dampak kebudayaan terjaga juga akan mengautkan Bali secara ekonomi,” pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini. 

(bx/art/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news