Kamis, 20 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Politik

PP KMHDI Sebut Manuver Elit Politik Sudah Meresahkan, Ini Alasannya

Sabtu, 04 Aug 2018 16:47 | editor : I Putu Suyatra

PP KMHDI Sebut Manuver Elit Politik Sudah Meresahkan, Ini Alasannya

Putu Wiratnaya (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, JAKARTA - Presidium Pimpinan Pusat KMHDI (PP KMHDI) Putu Wiratnaya menilai tindakan manuver para elit politik telah menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat. Pasalnya, statemen yang disampaikan ke publik tidak lagi mengedukasi, melainkan cenderung memprovokasi dan berisiko menimbulkan perpecahan.

“Ini sudah berlebihan, kepentingan elit politik yang berkamuflase menjadi kepentingan rakyat. Bukan kepentingan rakyat lagi yang mereka perjuangkan,” ungkap Putu Wiratnaya di Jakarta, Jumat (3/8).

Wiratnaya juga mengungkapkan kekecewaanya atas ketidakprofesionalan para tokoh politik dalam beropini melalui data dan informasi ke publik. Menurutnya, menggunakan data atau informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan guna mencapai kepentingan elit tertentu hanya akan mencerminkan kemunduran proses demokrasi di Indonesia.

“Kita sudah punya lembaga yang dapat dipercaya independensinya, jika kepada lembaga-lembaga ini saja kita sudah tidak percaya karena fakta yang tidak sesuai ekspektasi mereka, lantas kepada siapa rakyat harus menaruh kepercayaanya?” Imbuh pria kelahiran Makassar ini.

Selain itu, SARA juga masih menjadi salah satu trend bagi para elit politik untuk menarik partisipasi publik. Menurutnya, partai politik harus sportif dan objektif bertarung dalam kontestasi politik, biarkan masyarakat fokus pada program,-program yang ditawarkan dan tidak digiring melalui politik SARA.

“Kita juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mempersepsikan sebuah opini, terlebih yang didapatkan melalui sosial media, karena kepentingan politik praktis tidak bisa digeneralisasi melalui pendekatan agama atau kepercayaan manapun,” tungkasnya.

PP KMHDI meyakini, saat ini para elit politik hanya butuh kedewasaan dan kebijaksanaan ketika memutuskan untuk terlibat secara langsung maupun tidka langsung dalam kontestasi politik di Indonesia. Baik kemenangan maupun kekalahan yang diperoleh, pada akhirnya keputusan tersebut adalah pilihan rakyat. Sehingga wajib untuk dihargai dan didukung sepenuhnya, siapapun kemudian yang memenangi kontestasi tersebut.

 “Masa kampanye belum dimulai tapi berbagai tagar sudah bermunculan, penggerakan masa untuk mengkampanyekan kepentingan tertentu juga sudah muncul. Para elit sebaiknya sedikit lebih bersabar dan menjalankan mekanisme sesuai dengan prosedurnya,” tutupnya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia