Rabu, 15 Aug 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dua Seniman Terima Klaim Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 11 Aug 2018 15:18 | editor : I Putu Suyatra

Dua Seniman Terima Klaim Santunan BPJS Ketenagakerjaan

SERAHKAN SANTUNAN : Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan bersama Kadisbud dan Listibia Gianyar menyerahkan klaim santuan kematian kepada ahli waris seniman. (HUMAS PEMKAB GIANYAR FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Dua orang seniman dari Kabupaten Gianyar  yang telah berpulang, Menerima pencairan klaim santunan kematian  dari BPJS. Kedua seniman tersebut yakni almarhum I Wayan Kumpul dari Banjar Pinda, Desa Saba. Dan almarhum Ni Gusti Nyoman Latri asal Banjar Tengah, Desa Bedulu.

Penyerahan santunan kematian itu diserahkan langsung Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bali-Gianyar A.A Karma Krisnadi. Turut hadir Kadis Kebudayaan Gianyar, IGN Wijana, Ketua Listibia Gianyar AA Rai, Prof I Wayan Dibia, serta ahli waris di Museum Subak Gianyar.

Dipaparkan Krisnadi, pemberian klaim santunan kematian itu masing-masing diserahkan kepada ahli waris. Seperti untuk almarhum I Wayan Kumpul diserahkan kepada I Nyoman Kariasa. Sedangkan untuk santunan kematian almarhum Ni Gusti Nyoman Latri diterima ahli warisnya yakni I Gusti Ngurah Widiana.

Untuk nilainya sendiri seperti paparan Krisnadi, masing-masing sebesar Rp 24 juta. Angka itu sesuai rincian, yakni santunan berkala sebesar Rp 4,8 juta, lalu biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta, serta santunan kematian sebesar Rp 16,2 juta.

Dalam kesempatan kemarin Krisnadi mengakui, untuk perlindungan pada para seniman dari resiko saat bekerja baru dilakukan Pemkab Gianyar. Untuk itu dia berharap hal ini dapat menjadi contoh daerah atau kabupaten dan kota lain di Bali. Meski begitu, Krisnadi tak menampik untuk di Gianyar, memang belum semuanya terdaftar dan menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan, lantaran seniman yang terdaftar sampai saat ini baru sekitar 128 orang seniman. “Untuk itu saya berharap ke depan agar lebih banyak lagi para pelaku seni di Gianyar yang terlindungi dari resiko dalam hubungan kerja. Dan langkah ini bisa juga diikuti daerah lain di Bali, karena Gianyar menjadi yang pertama,” terangnya.

Di bagian lain, Kadisbud Wijana mengakui belum semua seniman di Gianyar terdata dan masuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, Wijana berharap para camat dan aparat desa mau proaktif memberikan data seniman yang ada diwilayahnya. Tapi sebelum memasukkan nama-nama seniman tersebut, dia juga berpesan supaya terlebih dulu diutamakan pada seniman yang mempunyai catatan prestasi di bidang seni, terutama yang telah meraih dan menerima penghargaan. “Seperti misalnya penghargaan Wija Kusuma, Parama satya Budaya, Parama Satya Citra Kara, Darma Kusuma maupun pengabdi Seni,” ungkapnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia