Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

DJ Baby Sharon; Demam Panggung yang Bikin Ketagihan

Minggu, 12 Aug 2018 09:11 | editor : I Putu Suyatra

DJ Baby Sharon; Demam Panggung yang Bikin Ketagihan

KETAGIHAN: Sosok DJ cantik satu ini menceritakan pengalamanya bahwa dirinya demam panggung, namun saat ini sudah ketagihan manggung. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Menggeluti profesi di dunia entertainment memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Terlebih khusus bagi mereka yang menamai diri sebagai seorang peramu musik atau yang dikenal dengan nama beken Disc Jockey (DJ).  Selain harus memiliki sklil dan kemampuan lebih dalam bermusik, seorang DJ juga harus memiliki mental yang kuat saat berhadapan langsung dengan para penikmat musik Electronic Dance Music (EDM).

Hal ini pula yang diungkapkan oleh salah satu dara cantik bertalenta asal Jakarta, yaitu Baby Sharon atau yang lebih di kenal dengan sebutan female DJ Baby Sharon. Menurtnya, mentalitas seorang DJ sangatlah menentukan siapa diri kita. Bahkan, Karakter serta kualitas kita pun akan ditentukan oleh seberapa hebatnya kita untuk menghibur ratusan party people dengan rasa percaya diri. “Mental itu salah satu hal yang wajib dimiliki oleh seorang DJ. Bisa dikatakan sebagi pelengkap peforma kita saat tampil,” tuturnya saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu siang kemarin (8/8).

Baby yang akrab disapa ini meneritakan, jika pernyataan tersebut ia dapatkan dari pengalaman pribadinya. Sebelum terjerumun melakoni profesi sebagai seorang female DJ sejak tahun 2013 silam, Baby mengaku tidak punya keberanian untuk tampil diatas stage atau ‘demam’ panggung.


Namun, lama-kelamaan Baby sudah mulai terbiasa dan akhirnya keasyikan nge-DJ dengan aksi yang sangat atraktif dan lebih percaya diri. Terlebih lagi, perempuan bertubuh seksi kelahiran Jakarta, 22 Februari 1989 ini sudah hidup dalam lingkup dunia seni baik itu yang meliputi seni musik, tari, ataupun teater sejak kecil. “Jadi sebenarnya gini, aku dari kecil aku belajar banyak tentang dunia seni, baik seni tari, seni teater, hingga seni musik. Dan tahun 2007 saya sudah mempelajari DJ tapi aku lebih fokus ke teater dan modeling. Hingga di tahun 2012, aku mulai main alat musik gitar, piano dan Alat DJ. Jadi aku menganggap semuanya itu adalah hobi aku dan agar bisa dijalani, ya dengan memiliki mental dan rasa percaya diri,” jelasnya. Lebih lanjut, Baby mengatakan, jika dirinya juga memiliki keseriusan serta ketekunan untuk terus belajar di bidang musik.


Terkait dunia musik, Baby pernah belajar DJ di Dopspiners DJ School dan Maestro DJ School selama 2 bulan di Jakarta. Suka tak suka, ia pun dituntut untuk harus tampil diatas stage. “Meski masih ‘demam’ pangung awalnya, tapi  lama kelamaan asik juga bergelut di dunia DJ ini, karena aku bisa menyalurkan hobi aku. Ya ada kepuasaan tersendiri juga, dan ketagihan,” imbuh Baby.

Berkat peengalamam, talenta serta segala kemampuan yang dimilikinya itu, wanita yang juga memiliki hobi travelling ini kian dikenal dan moncer menggeluti industri skena musik EDM. Sosok sekaligus namanya pun kian kondang di telinga ratusan party lovers tanah air. Di beberapa pusat hiburan malam ternama di Bali pun sudah sering ia sambangi. “Mungkin kota-kota besar sudah aku sambangi ya. Banyak banget pokoknya, hampir semua tempat hiburan di Bali, Jakarta, Kalimantan Timur, Samarinda, Ambon, Menado, Bengkulu, Papua, hingga Kuala Lumpur, Singapura, Tailand, Bankok dan paling jauh di Australia sudah pernah aku sambangi. Semuanya itu aku bisa rasakan dari profesi aku sebagai femalr DJ,” imbuh Baby.


Selain memiliki mental dan kepercayaan diri, Baby yang juga tengah sibuk dengan jadwal shoting sebagai aktris dalam sinetron FTV ini mengaku jika ingin menjadi seorang DJ juga harus punya ketekunan untuk terus belajar, menjaga atitude yang baik, dan profesional. Dalam berpenampilan, Baby lebih suka mencari fashion yang memang benar-benar nyaman dan pas untuk dikenakan. Selain itu, untuk menanggapi tantangan, seperti dirayu kaum adam pun Baby masih tetap menunjukan sikap yang ramah dan menolak secara halus.

“Sebenarnya nge-DJ itu susah-susah gampang ya. Asal dengan latihan yang tekun dan fokus saja. Nah, untuk menanggapi persoalan dan tantangan yang kian dihadapi banyak female DJ, seperti dirayu kaum lelaki, ya aku biasanya selalu menjaga attitude yang baik dan profesional aja. Dengan sendirinya, mereka aka menghidar juga,” ungkapnya dengan sedikit tersenyum. Bagi Baby, melakoni profesi DJ punya keunikan tersendiri ketika sudah nyaman untuk dijalani.

“Karena jujur saja, saya seperti menjadi pemimpin atau ‘captain’ di atas kapal. saya yang memimpin di atas pangung, bisa membuat orang Happy, tersenyum dan bergoyang. Hal itu sangat menarik buat aku,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia