Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Caleg Dapil Buleleng Dicoret, Nasdem Baru Konsultasi ke Bawaslu

Minggu, 12 Aug 2018 20:46 | editor : I Putu Suyatra

Caleg Dapil Buleleng Dicoret, Nasdem Baru Konsultasi ke Bawaslu

Dewa Wiarsa Raka Sandi (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tamparan berat terhadap Partai Nasdem. Terkesan tidak profesional dalam mengawal calegnya, akhirnya KPU Bali memutuskan untuk menyatakan seluruh caleg Nasdem Dapil Buleleng untuk DPRD Bali TMS (Tidak Memenuhi Syarat) alias dicoret dari DCS (Daftar Calon Tetap). Atas kondisi ini Nasdem akan melakukan sengketa proses ke Bawaslu Bali. Saat dikonfirmasi pihak Bawaslu mengatakan pihak Nasdem baru sebatas konsultasi.

Anggota Bawaslu Bali Dewa Wiarsa Raka Sandi mengatakan belum ada Nasdem mengajukan sengketa proses. “Istilah dengan kasus seperti ini adalah sengketa proses, dan Nasdem sampai saat ini belum ada mengajukan sengketa proses,” jelas Raka Sandi kemarin.

Mantan Ketua KPU Bali, ini mengatakan bahwa pihak Nasdem baru sekadar konsultasi ke Bawaslu Bali. Dia mengatakan ada satu orang yang datang ke Bawaslu untuk menanyakan mekanisme sengketa proses. Dia adalah Denny Varindra. “Ada bernama Denny Varendra yang bertanya ke Bawaslu, baru sebatas konsultasi,” sambung pria asal Jembrana ini.

Dewa Raka Sandi mengatakan mekanisme Sengketa proses ada batas waktu tiga hari kerja. Artinya jika DCS terbit pada Sabtu (11/8), bisa sampai Rabu (15/8) waktu untuk mengajukan permohonan sengketa proses. “Karena Minggu tidak terhitung hari kerja. Kami masih menunggu sampai Rabu,” jelasnya.

Jika memang ada sengketa proses, ada tahapan disebut mediasi. Mediasi oleh Bawaslu dengan KPU Bali dan Nasdem. Jika tidak ada kata mufakat, dilanjutkan dengan persidangan dengan jajaran majelis dari Bawaslu yang disebut ajudikasi.

“Putusannya ada yang bersifat rekomendasi, ada yang bersifat putusan yang langsung bisa diterapkan oleh KPU,” kata dia.

Namun jika dalam kondisi tidak puas, bisa juga mengajukan gugatan ke proses peradilan. Dengan kondisi saat ini Bawaslu masih menunggu sengketa proses dari Nasdem Bali.

Apa sikap dari Nasdem? Sayangnya Ketua DPW Nasdem Bali IB Oka Gunastawa tidak mengangkat telepon. Beberapa kali ditelpon tidak mengangkat telepon. Sedangkan Bendahara DPW Nasdem Gusti Eka juga tidak mau mengangkat telepon.

Seperti halnya berita sebelumnya, jagat politik Bali geger. Gara – gara KPU Bali sudah memutuskan dalam pleno, bahwa seluruh caleg Nasdem dapil Buleleng (Dapil 5 Bali) untuk DPRD Bali dinyatakan rontok, dicoret alias TMS (tidak memenuhi syarat). Sehingga Nasdem dipastikan tidak punya calon dari dapil Buleleng untuk DPRD Bali.

Menurut Komisioner KPU Bali Ni Putu Ayu Winariati membenarkan memang hasil pleno KPUD Bali sudah memutuskan bahwa pencalegan Nasdem dari Dapil Buleleng untuk DPRD Bali TMS. Dia menegaskan bahwa ini berawal dari satu Caleg perempuan. Nasdem memasang nama I Made Suparjo, Ni Putu Nomor Seri Jaya, I Made Teja, Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, Putu Dian Fitri Pratiwi, I Gusti Ngurah Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, Erni Indraswari, Somvir, Baiq Candra Hermigawati dan I Made Westra.

Dalam perjalanannya, ada masalah pada bakal caleg nomor 9 yaitu Erna Indraswari. Sehingga dilakukan penggantian, dengan nama Bakal Caleg adalah Ni Komang Nilawati. Dalam situasi ini, akhirnya dilakukan verifikasi lagi. Ternyata Nilawati sudah sempat didaftarkan di Caleg Dapil 5 Kecamatan Busungbiu – Sawan untuk DPRD Buleleng. Dengan kondisi ini, berdasarkan PKPU (Peraturan KPU) nomor 20 tahun 2018 tidak diperbolehkan didaftarkan dua kali. Sehingga dilakukan proses verifikasi, dinyatakan Nilawati ini TMS alias Tidak memenuhi syarat alias gugur.

Lanjutannya adalah, ketika Nilawati dinyatakan TMS. Akhirnya membuat komposisi Bakal Caleg Nasdem tidak memenuhi syarat yaitu kuota 30 persen perempuan. “Tidak lolos satu, membuat tidak memenuhi syarat kuota 30 persen perempuan. Ini yang membuat ada imbas seluruh bakal caleg Nasdem Dapil Buleleng TMS,” tegasnya. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia