Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Penghapusan Hibah Sebaiknya Tidak Dilakukan

Senin, 13 Aug 2018 12:11 | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Penghapusan Hibah Sebaiknya Tidak Dilakukan

Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Rencana penghapusan hibah yang difasilitasi oleh DPRD Bali Rp 370 miliar di APBD 2019, rencananya akan dihapus oleh gubernur terpilih Wayan Koster menjadi perhatian Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles. Baginya fungsi dari hibah ini sangat strategis untuk pembangunan Bali.

Menurut Pak Oles, rencana penghapusan hibah ini mesti dilakukan kajian yang matang. Mesti ditimbang – timbang manfaat dan mendesaknya pembangunan shortcut Denpasar – Buleleng. “Bagi saya tidak bisa langsung dihapus begitu saja. Mesti dipertimbangkan secara matang. Kemudian lakukan kajian yang jelas, terkait rencana pengalihan anggaran untuk shortcut Denpasar – Singaraja,” kata politisi asal Bengkel, Buleleng ini.

Dia mengatakan, dari segi status shortcut Denpasar – Singaraja adalah jalan nasional. Sehingga jauh lebih cocok jika dibangun dan dianggarkan oleh pemerintah pusat. Saat ini tinggal gubernur terpilih melakukan lobi ke pemerintah pusat secara serius. Meyakinkan bahwa jalur Denpasar – Singaraja mesti ada keseriusan pusat untuk menata, sehingga lebih pendek jarak tempuh Denpasar – Singaraja. “Pusat harus dilobi yang serius. Apalagi Presiden Jokowi sedang menggenjot infrastruktur di negeri ini, yakin saya pusat siap membantu Bali,” jelas Ketua Bappilu DPD Demokrat Bali ini.

Kemudian dari segi tugas dan fungsi DPRD Bali, dengan kewenangan anggaran, pengawasan dan legislasi juga ada amanat aturan bahwa pemerintah daerah adalah Pemprov dan DPRD. “Sehingga layak DPRD Bali memfasilitasi masyarakat untuk bisa mendapatkan hibah,” kata Anggota DPRD Bali dua periode ini.

Pak Oles mengatakan hibah yang difasilitasi DPRD Bali juga berfungsi kuat untuk membantu masyarakat. Bahkan jika lebih didalami lagi, membantu meringankan beban masyarakat Bali dari segi adat, budaya dan agama. Karena membantu memperbaiki pura dan lainnya. “Penting menjadi pertimbangan, bahwa DPRD Bali menyerap aspirasi melalui reses. Setelah mengetahui masalah yang terjadi di masyarakat selayaknya memfasilitasi mendapatkan hibah, untuk jalan keluar yang masalah yang disampaikan,” kata mantan Ketua DPD Hanura Bali ini.

Hibah juga terbukti membantu perputaran ekonomi Bali. Dengan adanya anggaran yang bergulir langsung ke masyarakat, langsung dirasakan oleh masyarakat. Ketika masyarakat membangun dari anggaran itu, akan memutar ekonomi masyarakat di desa. “Paling kelihatan, misalnya tukang bangunan dapat kerja, ini memutar ekonomi juga,” kata salah satu pengusaha sukses Bali ini.

Dengan kondisi ini, Pak Oles berharap agar Gubernur terpilih Wayan Koster mengurungkan  niat untuk menghapuskan hibah. “Mesti dikaji ulang, bahkan bagi saya selayaknya diperhatankan program hibah ini. Dan dibatalkan rencana untuk menghapus hibah tersebut,” tandas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia