Kamis, 20 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sebelum Tewas dalam Kecelakaan Pesawat, Sugiarta Ngaku Tidak Betah

Senin, 13 Aug 2018 16:16 | editor : I Putu Suyatra

Sebelum Tewas dalam Kecelakaan Pesawat, Sugiarta Ngaku Tidak Betah

KARANGAN BUNGA: Suasana rumah almarhum I Wayan Sugiarta di Gang Dewata II, Nomor 21, Jalan Dewata, Sidakarya , Denpasar Senin kemarin (13/8). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS-ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR -  Co-Pilot pesawat Demonim Air PK-HVQ, I Wayan Sugiarta yang jatuh di sekitar Gunung Menuk Distrik Serambakon, Papua saat dievakuasi telah meninggal dunia. Pria asli, Banjar Pande Besi, Budakeling, Karangasem, itu sebelum kecelakaan berencana pulang ke Bali 24 Agustus mendatang.

Hal itu terungkap saat ipar almarhum Wayan Sugiarta, Ni Luh Maswah saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di kediamannya di Gang Dewata II, Jalan Dewata, Sidakarya , Denpasar Senin (13/8). Bahkan ia mengaku almarhum baru berangkat ke Papua untuk bekerja satu bulan lalu. "Sempat sebelum kecelakaan katanya ia gak betah di sana. Karena baru sebulan dia bekerja pada tempatnya yang baru itu," tandasnya.

Sebelumnya, almarhum juga bekerja di Papua namun sempat beristirahat selama dua tahun. Dan sejak sebulan lalu ia kembali ke Papua untuk bekerja, namun pada perusahaan yang berbeda.

Semenjak tidak bisa dihubungi, bahwa almarhum mengalami kecelakaan Maswah mengaku informasi awal diterima dari anaknya sendiri yang bersekolah di sekolah penerbangan. Sehingga ia enggan untuk memberitahukan kepada ibu almarhum, karena ditakutkan mengalami shock.

"Mertua saya (ibu almarhum) baru tahu kemarin sore saat keluarga semua datang. Sehingga shock dan masuk rumah sakit, karena memang punya riwayat sakit jantung," terangnya sambil tergenang air matanya.

Sampai saat ini, pihak keluarga hanya menunggu kedatangan jenazah I Wayan Sugiarta dari Papua dan akan dibawa langsung ke kampungnya di Karangasem. Ketika jenazahnya sudah datang baru pihak keluarga akan rembug dan menentukan kapan akan diupacarai.

Dalam kesempatan itu, Maswah juga menjelaskan almarhum anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang nomor dua adalah suami Maswah sendiri, sedangkan adiknya nomor tiga telah meninggal 17 tahun lalu. Dan sampai saat ini almarhun belum dikaruniai seorang anak.

"Almarhum bersaudara laki-laki semua, saat ini umurnya sekitar 45 tahun. Keempat anak saya sudah menganggap dia sebagai ayahnya juga," papar Maswah.

Sebelum berangkat ke Papua, almarhum juga dikatakan pulang saat pelaksanaan ngaben neneknya. "Istrinya sempat bilang ke saya, bahwa dia tidak betah di sana dan ingin cepet-cepet pulang," imbuhnya.

Pantauan koran ini, rumah almarhum telah ada kiriman karangan bunga. Dimana ucapan turut berduka cita dari sekolah penerbangannya dulu. Di samping itu keluarga besarnya juga mulai berdatangan yang tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia