Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Utang SS, Geng Narkoba Bakar Rumah, Enam Orang Sekeluarga Tewas

Selasa, 14 Aug 2018 09:56 | editor : I Putu Suyatra

Utang SS, Geng Narkoba Bakar Rumah, Enam Orang Sekeluarga Tewas

SADIS: Para pelaku pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu, Makassar (IDHAM AFA/FAJAR)

BALI EXPRESS, MAKASSAR - Penyebab pembakaran rumah yang sadis di Jalan Tinumbu, terkuak. Utang sembilan saset sabu-sabu senilai Rp 10 juta pemicunya. Perintahnya langsung dari narapidana binaan Lapas Makassar, Akbar. Geng narkoba yang menerima perintah Akbar tidak hanya membunuh Ahmad Fahri, tetapi juga membakar rumah Husain yang tak lain kakek Fahri. Enam orang tewas terpanggang dalam rumah itu.

Rangga alias Sangir alias Akbar Ampuh bin Sangkir Dg Katti, 32, merupakan otak  pembakaran rumah. Dia napi dengan hukuman 12 tahun penjara. Ahmad Fahri memiliki utang narkotika kepada Akbar.

"Hasil penyelidikan terkait pembakaran merupakan instruksi Akbar Dg Ampuh yang saat ini masih menjalani status napi dalam kasus pembunuhan dan juga narkotika dengan pidana 12 tahun. Dia baru menjalani hukuman 5 tahun," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolrestabes, Minggu, 12 Agustus.

Akibat instruksinya itu lima rumah terbakar dan enam orang tewas. Kebakaran itu disengaja. Kata Irwan, dari hasil penyelidikan, Andi Muhammad Ilham alias Ilho, 23, menjadi eksekutor pembakaran bersama rekannya bernama Ramma alias Appang. Ramma saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Irwan membeberkan, kasus pembakaran rumah di Jl Tinumbu bermula dari jual beli narkotika. Salah satu korban, Ahmad Fahri yang melakukan transaksi narkoba dengan Akbar. "Itulah penyebabnya dia (Akbar, red) menyuruh melakukan pembakaran. Fahri tidak membayar utang narkotika 9 paket sabu-sabu senilai Rp10 juta," ucapnya.

Akbar juga menyuruh Wandi, 23, Haedir, 25, dan Riswan Idris, 23, untuk melakukan penagihan hasil penjualan. Sebelum pembakaran terjadi, Wandi dan Riswan melakukan penganiayaan terhadap Ahmad Fahri. Motifnya, penagihan dan geram terus dijanji.

Akibat ulahnya yang sadis, Riswan, Haedir, Wandi dijerat pasal 170 KUHP secara bersama melakukan kekerasan, dan Pasal 351. Untuk aksi pembakaran pasal 340 subsidaer 187 ayat 3 pembunuhan berencana. "Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup," jelasnya.

Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan pihak lapas. Dari informasi setelah koordinasi ditemukan ada timbangan narkotika dan empat ponsel milik Akbar. "Saya dapat narkoba dari Aswar, orang di luar Lapas. Aswar yang punya barang," beber Akbar saat diinterogasi

Terkait pembakaran di Jl Tinumbu, Akbar mengaku kesal lantaran Fahri tidak pernah membayar barang yang telah diambilnya. Malah menjanji saja dan sudah mau kabur. "Fahri ambil barang baru kali ini. Tiga saset dulu, baru 6 saset. Fahri baku teman dengan Iwan (napi lapas) memang," bebernya.

Saat Kapolrestabes mendengar pengakuan Akbar bahwa dia memperoleh barang dari luar, kemudian memerintahkan anggotanya melalukan penelusuran. (gun-eds/rif-nur/JPG)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia